• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Ketua DPD RI Jelaskan Beda Konsep Ekonomi Pancasila dan Kapitalis ke Mahasiswa Polije

Selasa, 25/10/22 | 09:58 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI LaNyalla mengisi Kuliah Umum di Politeknik Negeri Jember (Polije). (Foto : dpd)

JAWA TIMUR, AmanMakmur.com — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memaparkan perbedaan mencolok konsep ekonomi Pancasila dan ekonomi kapitalis saat mengisi Kuliah Umum di Politeknik Negeri Jember (Polije).

“Sistem ekonomi Pancasila pastinya akan memperkaya rakyat. Sedangkan sistem ekonomi kapitalis justru memperkaya Oligarki,” kata LaNyalla, Selasa (25/10/2022).

Namun, negara ini justru menerapkan konsep ekonomi kapitalis yang mengejar angka pertumbuhan ekonomi yang ekuivalen dengan tax ratio. Mekanisme ekonomi diserahkan pada pasar, yang semakin memperkaya orang per orang pemilik modal, termasuk asing.

LihatJuga

Raker DMI Ranting Kelurahan Surang Gadang Dibuka oleh Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan

Raker DMI Ranting Kelurahan Surang Gadang Dibuka oleh Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan

Minggu, 31/5/26 | 19:53 WIB
10
Pemkab Padang Pariaman Raih Opini WTP ke-13 Kali dari BPK RI Provinsi Sumbar

Pemkab Padang Pariaman Raih Opini WTP ke-13 Kali dari BPK RI Provinsi Sumbar

Sabtu, 30/5/26 | 22:05 WIB
6
Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Lantik dan Serahkan SK ASN

Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Lantik dan Serahkan SK ASN

Sabtu, 30/5/26 | 21:57 WIB
6

“Posisi negara, sudah tidak lagi menguasai secara mutlak bumi air dan kekayaan alam. Negara hanya akan menjadi ‘Host’ atau Master of Ceremony untuk memberi karpet merah kepada siapapun investor yang akan membangun di Indonesia. Dengan segala macam bonus yang diberikan. Mulai keringanan pajak hingga HGB yang bisa diperpanjang sampai 160 tahun,” ungkapnya.

Negara juga hanya menjadi pemberi Ijin konsesi atas tambang emas dan batubara serta mineral lainnya, pemberi Ijin atas penggunaan hutan untuk lahan sawit. Negara hanya menjadi pemberi Ijin atas investasi smelter nikel milik Tiongkok.

Negara hanya mendapat royalti dan pajak ekspor dari kekayaan alam Indonesia yang dikuras oleh Oligarki Ekonomi, yang berkolaborasi dengan asing.

“Itulah mengapa APBN Indonesia selalu minus. Sehingga harus ditutup dengan utang luar negeri yang bunganya sangat tinggi,” ucap dia.

Semua itu terjadi setelah Amandemen Konstitusi tahun 1999 sampai 2002, terutama Pasal 33 naskah asli UUD 1945 beserta Penjelasannya yang diubah semula 3 ayat menjadi 5 ayat dan menghapus total Naskah Penjelasannya.

Padahal sesuai rancangan sistem ekonomi para pendiri bangsa, seharusnya kepentingan nasional suatu negara, terutama dalam konteks ekonomi adalah di atas segala-galanya.

“Rumusan para pendiri bangsa sudah tepat dan paling sesuai dengan negara yang memiliki keunggulan komparatif seperti Indonesia melalui kekayaan Sumber Daya Alam dan segala isinya, baik yang di darat maupun di laut,” papar dia.

LaNyalla melanjutkan, sistem ekonomi Indonesia yang dikenal dengan sistem ekonomi Pancasila itu, pada hakikatnya adalah, negara harus berkuasa penuh atas bumi air dan kekayaan di dalamnya. Termasuk menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak.

Sehingga ekonomi Indonesia yang dijalankan dengan tiga pilar utama yakni koperasi atau usaha rakyat, perusahaan negara dan swasta, baik swasta nasional maupun asing berjalan proporsional.

“Dengan posisi pembagian yang tegas, antara wilayah public goods yang harus dikuasai negara, dan wilayah commercial goods yang bisa dikerjakan oleh swasta nasional maupun asing, serta irisan di antara keduanya, dimana negara harus sebagai mayoritas pengendali,” ulas dia.

Tokoh asal Bugis yang besar di Surabaya itu menegaskan sudah seharusnya Indonesia menjadi negara unggul dan kuat. Sebab, Indonesia memang memiliki keunggulan komparatif.

Untuk itulah LaNyalla berharap, mahasiswa dan kalangan akademisi di perguruan tinggi membaca kembali pikiran-pikiran para pendiri bangsa.

Tentang sistem demokrasi dan sistem ekonomi yang paling sesuai dengan geografis dan keunggulan komparatif bangsa ini.

“Karena itulah saya mengajak kita semua kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 naskah asli. Untuk kemudian disempurnakan dengan cara adendum, sehingga tidak menghilangkan Pancasila sebagai Norma Hukum Tertinggi,” tuturnya.

Hadir Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, para Wakil Direktur, para Kabag, Ketua jurusan, dosen dan seluruh organ kemahasiswaan, serta mahasiswa wirausaha merdeka di Polije.

(Rel/dpd)

Post Views: 314
ShareSendShare
Previous Post

PPID Utama Pemkab Dharmasraya Optimis Raih Predikat Informatif

Next Post

Sultan Dorong Pembiayaan Bersama di Sektor Pangan dan Farmasi Negara Anggota OKI

Next Post
Sultan Dorong Pembiayaan Bersama di Sektor Pangan dan Farmasi Negara Anggota OKI

Sultan Dorong Pembiayaan Bersama di Sektor Pangan dan Farmasi Negara Anggota OKI

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,195)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,390)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,035)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,680)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,659)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,976)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,076)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,514)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,447)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,518)

Berita Lainnya

Ketua DPD RI: Dalam Sistem Liberal, Pilpres yang Mahal Selalu Hadirkan Oligarki

Ketua DPD RI: Dalam Sistem Liberal, Pilpres yang Mahal Selalu Hadirkan Oligarki

Jumat, 12/5/23 | 16:33 WIB
8

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAWA TIMUR, AmanMakmur --- Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud...

Beri Pemahaman Empat Pilar pada Generasi Muda, Anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty Gelar Sosialisasi di Batam

Beri Pemahaman Empat Pilar pada Generasi Muda, Anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty Gelar Sosialisasi di Batam

Senin, 25/11/24 | 21:53 WIB
9

Suasana acara sosialisaai Empat Pilar yang digelar oleh Anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty. (Foto : dpd) KEPULAUAN RIAU,...

Berangkat ke Australia, Rombongan Guru-guru Hebat Pamitan ke Kadisdik Sumbar Barlius

Berangkat ke Australia, Rombongan Guru-guru Hebat Pamitan ke Kadisdik Sumbar Barlius

Kamis, 31/10/24 | 19:14 WIB
80

Kadisdik Sumbar Barlius berfoto bersama dengan Ketua SatuPena Sumbar Sastri Bakry dan para guru yang akan berangkat ke Australia. (Foto...

Seminar Nasional KPI 2022: Semua Harus Berkolaborasi untuk Indonesia Bermartabat

Seminar Nasional KPI 2022: Semua Harus Berkolaborasi untuk Indonesia Bermartabat

Selasa, 24/5/22 | 13:35 WIB
28

Narasumber seminar nasional dalam.rangka Konferensi Penyiaran Imdonesia 2022. (Foto : Ika) YOGYAKARTA, AmanMakmur.com ---Penyiaran itu adalah produk peradaban, makanya di...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.