
PASAMAN, AmanMakmur.com — Menargetkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Kabupaten Pasaman di atas angka 77 persen, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Rodi Andermi menyebut faktor yang paling menentukan untuk pencapaian target adalah kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
Menurut Rodi Andermi, kalau pun tidak akan melebihi target partisipasi pemilih secara nasional yang sudah ditetapkan di atas 77 persen, setidaknya mampu menyamai target secara nasional.
“Dengan kerja keras dan dukungan semua stakeholder, insya Allah target akan bisa dicapai,” kata Rodi, melalui keterangan persnya, Jumat (29/7/2022).
Tapi untuk mencapai semua itu, menurut Rodi, sangat dituntut partisipasi dan peran serta semua elemen masyarakat. “Karena ini pesta demokrasi, yang sejatinya adalah pesta dari masyarakat itu sendiri, makanya kami berharap semua anggota masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihan mereka masing-masing,” ungkapnya.
Sementara kepada tokoh masyarakat, Rodi berharap, selain ikut serta menyosialisasikan Pemilu 2024 berikut sejumlah tahapan yang telah digariskan, juga sangat dituntut untuk berperan serta menciptakan kondusivitas daerah.
“Dengan partisipasi semua tokoh masyarakat, kita berharap semua tahapan Pemilu 2024 di Pasaman bisa dilaksanakan dengan baik tanpa gangguan yang berarti,” ungkapnya.
Rodi juga mengungkapkan, sejumlah stakeholder lain juga memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan Pemilu 2024, khususnya di Kabupaten Pasaman.
Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menyukseskan pesta demokrasi dimaksud.
Pada bagian lain Rodi menjelaskan bahwa untuk tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai sejak 14 Juni 2022 lalu, menyusul setelah di-launching oleh KPU Pusat.
Secara garis besar, Rodi menjelaskan tahapan Pemilu 2024 dibagi ke dalam dua bagian, yaitu tahapan perencanaan dan tahapan pelaksanaan. “Sub-tahapannya sangat banyak, mencapai 13 sub-tahapan,” terangnya.
Dari semua tahapan yang ada, menurut Rodi, tahapan yang terdekat adalah pendaftaran dan verifikasi partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024. “Kemudian akan merekrut badan ad-hoc kita, untuk selanjutnya kita akan melakukan pemutakhiran data pemilih, baru kemudian masuk ke pencalonan,” ungkapnya.
Ditanya dari semua tahapan yang ada, tahapan mana saja yang dinilai berat untuk dilakukan, Rodi menjelaskan bahwa pada dasarnya semua tahapan memang harus dilaksanakan.
“Tapi yang cukup berat adalah di hari H, yaitu ketika hari pemilihan dan pemungutan suara karena melibatkan semua aspek mulai dari pemilih, penyelenggara, dan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara untuk sosialisasi, selain dilakukan oleh para komisioner dan petugas KPU, juga dengan melibatkan stakeholder, termasuk jajaran Pemkab Pasaman. “Karena Pemkab Pasaman juga memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan Pemilu 2024,” kata Rodi.
(Rel/Syf)











