
SIJUNJUNG, AmanMakmur.com — Desa Kampung Baru Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung sangat peduli terhadap tanggap bencana. Bagaimana tidak, Sebanyak 10 relawan dilatih, baik secara materi maupun secara praktek, langsung di lapangan guna tangguh dalam menghadapi bencana. Pelatihan ini bagian dari upaya untuk mewujudkan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sijunjung Syofian Hendri saat menutup kegiatan tersebut di lapangan desa Kampung Baru, Kamis (16/4/2022).
Relawan yang cakap, efektif dan efisien sangat ditentukan oleh informasi, pengalaman dan pelatihan yang diterimanya, sehingga mereka memiliki pengetahuan dasar yang cukup sebelum terjun ke daerah bencana. “Untuk itu kami ucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap semua unsur yang terkait dalam kegiatan ini,” ungkap Syofian.
Ia berharap dengan dilaksanakannya pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan, wawasan dan kesiapsiagaan dari Relawan Bencana, sehingga ketika terjadi bencana di wilayah Desa Kampung Baru dapat ditangani dengan baik, dan dapat meminimalisir terjadinya korban, baik korban harta benda maupun korban nyawa.
“Semoga ilmu yang didapat ini bisa kita aplikasikan di lapangan ketika kelak terjadi bencana. Semoga pendidikan awal ini menjadi pendidikan untuk selanjutnya sehingga kita mampu mengakomodir apapun bentuk bencana khususnya di Desa Kampung Baru dan di Ranah Lansek Manih yang kita cintai ini,” imbuhnya.
Kepala Desa Kampung Baru Jalibus menjelaskan kegiatan Destana Desa Kampung Baru ini merupakan kegiatan yang sudah direncanakan sesuai RPJM kepala desa dan ditindaklanjuti melalui RKP dan dilaksanakan melalui APB Desa tahun 2022 ini.
“Tujuan dari kegitan ini kita selenggarakan guna memahami sifat bencana, memahami tipe bencana, memahami bahaya dan kerusakan akibat bencana, memahami mekanisme kerusakan dan memahami cara-cara dan tindakan mitigasi bencana,” ujar Jalibus.
Dikatakan Jalibus, kegitan pelatihan di selenggarakan selama tiga hari, Selasa – Kamis, 14 s/d 16 Juni 2022.
Kegiatan ini didukung penuh oleh Tim Reaksi Cepat Bencana Daerah, dan juga didukung oleh Polres, Kodim, Baznas, PMI, Kwarcab Gerakan Pramuka dan Dinsos, Satpol PP dan Damkar, BPBD, DPMN, Kominfo, dan Dinas Kehutanan.
“Selain materi, ada juga dilakukan kegiatan simulasi di antaranya penanganan banjir bandang, bencana kebakaran rumah, kebakaran lahan dan penanganan pasca bencana”, pungkasnya.
(Nofviandry)











