
BALI, AmanMakmur.com — Sebagaimana yang telah diketahui bahwa transformasi digital merupakan suatu proses dan strategi perubahan organisasi yang direncanakan secara strategis untuk mendominasi atau tetap relevan melalui pemanfaatan teknologi digital. Bagi sektor organisasi pemerintahan, transformasi digital dilakukan untuk memberikan dampak terhadap layanan publik agar lebih efektif dan memuaskan masyarakat.
Sedangkan bagi sektor privat atau industri bisnis, proses transformasi digital akan menguatkan posisi dan daya tawar di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Hal itu mengemuka saat diskusi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis dengan awak media Radar Bali ketika berkunjung ke kantor media tersebut di sela-sela kegiatan Deklarasi Forum Penyiaran Indonesia 2022 yang dilaksanakan KPI di Bali.
“Ini akan menjadi awal yang baru bagi industri kreatif kita, karena pada dasarnya Indonesia memiliki potensi yang besar, tinggal bagaimana kita bisa memfasilitasi dan terus meng-upgrade para konten kreator kita agar bersaing tidak hanya di dalam negeri namun juga di Asia maupun mancanegara khususnya di sektor pariwisata,” ujar Yuliandre.
Yuliandre juga berpendapat, selama perjalanan studi banding yang dilakukannya beberapa waktu lalu, dia melihat bahwa aktivitas calon pembuat konten atau disebut content creator sudah menggeliat, khususnya para mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di Amerika Serikat.

“Para calon-calon pemimpin itu nantinya akan kembali ke Indonesia dengan membawa gagasan baru sera ide-ide yang lebih segar yang akan mengisi konten penyiaran Indonesia kedepan. Ini yang akan menjadi harapan bahwa tak hanya sektor infrastruktur saja yang harus diperhatikan namun juga sektor perkontenan yang mesti digali dan di kembangkan” ujar mantan Ketua KPI tersebut.
Yuliandre juga menambahkan bahwa perpindahan siaran analog ke digital memang menjadi sebuah langkah besar yang dialami dunia penyiaran Indonesia, namun begitu kita tidak bisa hanya berfokus pada infrastrukturnya saja, tapi juga bagaimana kita mengisi siaran tersebut dengan siaran yang berkualitas dan penuh inspirasi.
Pada kesempatan itu, Direktur Radar Bali Justin M Herman mengatakan bahwa televisi digital di masa depan terutama merujuk pada konten yang akan disajikan.
“Dengan adanya transisi digital ini, tentu akan membuat masyarakat dapat memilih tayangan yang disukai dan menurut mereka lebih memiliki nilai kualitas baik untuk ditonton, hal ini tentu menjadi tantangan bagi teman teman media untuk menggali kreatifvitas agar dapat menyajikan konten yang disukai dan berkualitas bagi masyarakat” terangnya.
Kemudian Justin mengibaratkan bangsa yang baru merdeka. “Setelah merdeka lalu persoalan selanjutnya adalah bagaimana mengisi kemerdekaan itu dengan pembangunan dan bagaimana mensejahterakan rakyatnya,” pungkasnya.
(Darmawan)












