• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

DPD RI Dorong Pemerintah Kembangkan Wilayah Perbatasan

Senin, 28/3/22 | 15:09 WIB
in Berita
0
Wakil Ketua I DPD RI Nono Sampono, mendapatkan cendera mata saat FGD di Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh. (Foto : dpd)

ACEH, AmanMakmur.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Syiah Kuala (USK) untuk membahas pengelolaan wilayah perbatasan negara demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan nasional.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua I DPD RI Nono Sampono, di Ruang VIP AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (28/3).

Dalam kesempatan tersebut Nono Sampono menjelaskan, kegiatan ini adalah upaya bersama untuk membangun wilayah perbatasan, sekaligus untuk memperkuat ketahanan nasional. Sebab ia menilai, sampai saat ini wilayah perbatasan di Indonesia masih bermasalah.

LihatJuga

Retret Ketua DPRD, Prof Djohermansyah Djohan: Integritas Tidak Dapat Dibentuk Secara Instan

Retret Ketua DPRD, Prof Djohermansyah Djohan: Integritas Tidak Dapat Dibentuk Secara Instan

Kamis, 16/4/26 | 21:39 WIB
10
Ketua DPRD Padang Pariaman Aprinaldi Ikuti Retret Lemhannas di Magelang

Ketua DPRD Padang Pariaman Aprinaldi Ikuti Retret Lemhannas di Magelang

Kamis, 16/4/26 | 11:55 WIB
8
KAI Divre II Sumbar Lakukan Medical Check Up Rutin bagi Pekerja

KAI Divre II Sumbar Lakukan Medical Check Up Rutin bagi Pekerja

Kamis, 16/4/26 | 10:31 WIB
6

Hal ini terlihat kesenjangan tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah perbatasan yang masih rendah. Di sisi lain, pulau terluar juga sangat rawan dengan kejahatan.

Nono Sampono juga menekankan pentingnya upaya penegakkan hukum dan penjagaan wilayah keamanan di perairan Indonesia. Salah satunya adalah dengan membentuk lembaga coast guard yang memimpin dalam penjagaan keamanan perairan Indonesia.

“Semua negara sudah punya coast guard, cuma tiga negara yang belum, Timor Leste, Brunei, dan Indonesia. Padahal Indonesia merupakan negara dengan perairan yang luas. Ke depan, kami akan melakukan revisi terbatas UU Kelautan terkait hal itu,” papar Nono.

Lebih lanjut Nono Sampono menyampaikan tentang konsepsi pengamanan dan pengawasan kegiatan dilandas kontinen Indonesia.

Dikatakannya, landas kontinen sebagai hak berdaulat Indonesia, ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepentingan nasional Indonesia sehingga diperlukan pengaturan sebagai dasar implementasi kepentingan nasional Indonesia di laut.

Adapun urgensi dari perubahan undang-undang sebelumnya diperlukan untuk memperkuat dasar hukum dan memberikan kepastian hukum dalam melakukan klaim atas landas kontinen di atas 200 mil laut, pelaksanaan hak berdaulat untuk melakukan eksplorasi dan/atau eksploitasi sumber daya alam di landas kontinen, perundingan dan penyelesaian batas landas kontinen Indonesia dengan negara tetangga.

“Supaya negara lain bisa mengakui hak-hak kita di laut, maka dari itu kami dari DPD RI mendorong agar RUU ini segera dapat dituntaskan oleh DPR RI menjadi UU,” katanya.

Sementara itu Ketua Komite I DPD RI DPD RI Fachrul Razi, meminta agar pemerintah lebih memperhatikan wilayah perbatasan sebagai salah satu aspek penting dalam penegakkan pertahanan – keamanan terkait kedaulatan negara.

Karena selama ini wilayah perbatasan sering mengalami kompleksitas masalah yang berpengaruh pada kehidupan ekonomi, sosial, budaya, politik, pertahanan dan keamanan.

“Wilayah perbatasan sering masih terisolir, tertinggal, infrastruktur yang minim, pengawasan yang lemah. Oleh sebab itu, diperlukan pengelolaan dan pengawasan yang memadai dalam kawasan perbatasan,” ucap Senator asal Aceh ini.

Fachrul juga mendorong adanya sinergi yang kuat antara DPD RI dengan pemerintah dalam upaya penyelesaian berbagai isu terkait pertahanan dan keamanan di seluruh daerah di Indonesia.

“Di wilayah perbatasan butuh sistem manajemen yang terorganisasi di pusat dan di daerah. Seharusnya ada elaborasi dari pendekatan keamanan dan kesejahteraannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor II USK Agussabati, dalam sambutannya mengatakan, pemerintah perlu memberikan perhatian ekstra untuk wilayah perbatasan. Sebab diakui atau tidak, tingkat kesejahteraan penduduk di wilayah perbatasan relatif lebih rendah dibanding yang hidup di wilayah non perbatasan.

Selain itu, tanpa perhatian ekstra pemerintah maka secara psikologis masyarakat di wilayah perbatasan akan terasa lebih dekat dengan negara tetangga.

Untuk itulah, Agussabti menilai FGD ini sangat penting untuk menemukan formula kebijakan yang tepat dalam membangun masyarakat di perbatasan.

“Insyaallah, dalam kaitan ini USK akan selalu siap mencurahkan segala pemikiran serta temuan-temuan keilmuan yang baru, terkait upaya kita membangun wilayah perbatasan,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Aceh Iskandar menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Aceh sangat menyambut baik terlaksananya kegiatan ini. Mengingat Aceh secara geografis berada di ujung barat Indonesia, dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kondisi ini tentu saja perlu mendapatkan perhatian penuh demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan ini, USK melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan juga melakukan penandatangan MoU dengan Universitas Indonesia (UI), tentang program Magister Ketahanan Nasional juga disepakati untuk dibentuknya Pusat Kajian Pembangunan Wilayah Perbatasan di USK.

Hadir pula Wakil Rektor II USK, turut hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi, Deputi I BNPP Robert Simbolon, Direktur Strategi Kamla Bakamla RI Laksma Andi Abdul Aziz, Tenaga Profesional Lemhanas RI Bidang SKA dan Ketahanan Nasional Prof Dadan Umar Daihani, serta Direktur Sekolah Kajian Statejik dan Global Universitas Indonesia Athor Subroto.

(Rel/dpd)

Post Views: 260
ShareSendShare
Previous Post

Di Depan PNKN, LaNyalla Tegaskan Penolakan Penundaan Pemilu Adalah Amanat Kebangsaan

Next Post

Anggota DPD RI Hasan Basri Pertanyakan Pemecatan Dokter Terawan dari IDI

Next Post
Anggota DPD RI Hasan Basri Pertanyakan Pemecatan Dokter Terawan dari IDI

Anggota DPD RI Hasan Basri Pertanyakan Pemecatan Dokter Terawan dari IDI

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,146)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,347)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,973)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,631)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,608)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,920)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,028)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,453)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,386)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,479)

Berita Lainnya

Di Hadapan Kader HMI, LaNyalla Sebut Parpol Sumbang Kompleksitas Persoalan Bangsa

Di Hadapan Kader HMI, LaNyalla Sebut Parpol Sumbang Kompleksitas Persoalan Bangsa

Sabtu, 12/2/22 | 10:45 WIB
17

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menghadiri acara  Milad ke-75 Himpunan Mahasiswa Islam Menyongsong 100 Tahun Indonesia, di Gedung...

Tinjau Potensi Ekonomi, Komisi II DPRD Sumbar Kunker ke Padang Pariaman

Tinjau Potensi Ekonomi, Komisi II DPRD Sumbar Kunker ke Padang Pariaman

Kamis, 13/1/22 | 16:29 WIB
24

Suasana pertemuan Komisi II DPRD Sumbar dengan Pemkab Padang Pariaman. (Foto : Prokopim) PADANG PARIAMAN, AmanMakmur.com ---Dalam rangka meninjau perkembangan...

Prof Djohermansyah: 90% Daerah Bergantung ke Pusat Karena Kewenangan Banyak Tapi Dana Terbatas

Prof Djohermansyah: 90% Daerah Bergantung ke Pusat Karena Kewenangan Banyak Tapi Dana Terbatas

Kamis, 15/1/26 | 18:38 WIB
20

Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof Djohermansyah Djohan. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur--- Ketergantungan fiskal daerah kepada pemerintah...

Bonus Demografi Indonesia Terancam Pengangguran, Sultan Minta Pemerintah Intensif Kembangkan Program Pelatihan Kerja Digital

Bonus Demografi Indonesia Terancam Pengangguran, Sultan Minta Pemerintah Intensif Kembangkan Program Pelatihan Kerja Digital

Senin, 20/5/24 | 11:31 WIB
4

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur ---Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.