• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Akan Dibubarkan Kemendes, DPP UPK NKRI Minta Bantuan DPD RI

Kamis, 13/1/22 | 11:26 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud MattalittiĀ  menerima pengurus Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (UPK NKRI). (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com — Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (UPK NKRI) mendatangi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Rumah Dinas Ketua DPD RI di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/1).

Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi Senator Bustami Zainuddin (Lampung), Fachrul Razi (Aceh) dan Habib Ali Alwi (Banten). Dari DPP UPK NKRI, hadir ketua Asep Septuna Sukirman, didampingi Siti Jubaedah (Bendahara Umum), Abdul Hasan (Ketua Badan Pengawas) dan Rahmad Hidayat (Bidang Advokasi Hukum).

Ketua DPP UPK NKRI, Asep Septuna Sukirman, menjelaskan saat ini lembaganya tengah berada di ujung tanduk.

LihatJuga

OTT Berendeng Dua Kepala Daerah, Prof Djohermansyah: Bukan Semata Kegagalan Individual, Tapi Sistemik

OTT Berendeng Dua Kepala Daerah, Prof Djohermansyah: Bukan Semata Kegagalan Individual, Tapi Sistemik

Selasa, 20/1/26 | 15:29 WIB
12
LAK DKI Jakarta Somasi PT MSU Selaku Developer Apartemen Meikarta

LAK DKI Jakarta Somasi PT MSU Selaku Developer Apartemen Meikarta

Senin, 19/1/26 | 19:34 WIB
9
Pro Kontra Demokrasi Lokal: Sosiolog Pemerintahan Ingatkan Ada Opsi Ketiga

Pro Kontra Demokrasi Lokal: Sosiolog Pemerintahan Ingatkan Ada Opsi Ketiga

Senin, 19/1/26 | 08:01 WIB
12

“Kami akan dibubarkan oleh Kemendes diganti dengan BUMDes. Dana kami akan diakuisisi,” kata Asep.

Menurutnya,, dahulu UPK NKRI bernama PNPM Mandiri. Setelah program PNPM Mandiri dihentikan pada tahun 2014, para pengurus tak lagi memiliki induk untuk beraktivitas. Maka dibentuklah UPK NKRI dan telah memiliki badan hukum sebagai organisasi kemasyarakatan.

“Sejak 2014, kami sudah tak lagi menerima dana pemerintah. Kami hanya mengelola dana bergulir saja untuk pengentasan kemiskinan di desa. Kami terus bergerak,” ujarnya.

Asep menjelaskan, dari dana modal awal sebesar Rp2,6 triliun, dana yang mereka miliki telah berkembang menjadi Rp4,5 triliun.

“Selama tujuh tahun kami tak ada pembinaan. Namun dari hasil audit BPKP, kami tak ada masalah,” ujarnya.

Asep pun meminta bantuan DPD RI untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Kami yang sudah berbadan hukum diminta membubarkan diri. Sementara masyarakat sudah merasakan manfaat kehadiran kami. Kenapa kami harus diganti dengan BUMDes bersama,” kata Asep.

Dalam pengelolaan keuangan, UPK NKRI membagi menjadi 50 persen untuk penambahan modal, 15 persen dana sosial dan 35 persen kelembagaan.

“Tahun 2020 kami surplus Rp1,2 miliar dan tahun 2021 Rp770 juta. Semua kami kembalikan kepada masyarakat,” ujarnya.

LaNyalla mengapresiasi langkah UPK NKRI. Ia berharap antara UPK NKRI dan BUMDes tak memiliki gesekan dalam implementasi program di lapangan.

“Saya kira tak patut dibubarkan. Lembaga ini sudah teruji dan masyarakat sudah merasakan buktinya,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu meminta agar Kemendes berbesar hati tak membubarkan UKP NKRI dan mengakuisisi dana mereka.

“Kami akan bahas khusus persoalan ini dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk menyampaikan aspirasi saudara-saudara,” kata LaNyalla.

Dalam pandangan LaNyalla, antara UPK NKRI dan BUMDes bisa berjalan beriringan dalam melakukan pengentasan kemiskinan di desa.

“Saya menilai kedua lembaga ini bisa berjalan beriringan, bahkan bersinergi dalam membangun desa dan mengentaskan kemiskinan masyarakat. Mengapa pilihan nya harus dibubarkan,” tegas LaNyalla.

(Rel/dpd)

Post Views: 263
ShareSendShare
Previous Post

Tuntut Hak Dikembalikan, Forum Nasabah Korban Jiwasraya Minta Bantuan LaNyalla

Next Post

Pascaputusan MK, Waka DPD RI Mahyudin: Pansus UU Ciptaker Butuh Banyak Masukan

Next Post
Pascaputusan MK, Waka DPD RI Mahyudin: Pansus UU Ciptaker Butuh Banyak Masukan

Pascaputusan MK, Waka DPD RI Mahyudin: Pansus UU Ciptaker Butuh Banyak Masukan

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,060)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,262)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,890)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,560)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,533)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,833)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (6,952)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,382)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,296)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,424)

Berita Lainnya

Lahirkan Kembali Hamka-Hamka Baru dari Ranah Minang, Perantau Serahkan Bantuan Beasiswa Rp150 Juta

Lahirkan Kembali Hamka-Hamka Baru dari Ranah Minang, Perantau Serahkan Bantuan Beasiswa Rp150 Juta

Sabtu, 08/4/23 | 06:00 WIB
85

Yuliandre Darwis, Ketua Panitia Nonton Perdana film Buya Hamka. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur---Sebagai bentuk komitmen dalam mengangkat kembali Ranah...

Kasus Positif Covid-19 Tertinggi di ASEAN, Ini Rekomendasi Ketua DPD RI LaNyalla

Kasus Positif Covid-19 Tertinggi di ASEAN, Ini Rekomendasi Ketua DPD RI LaNyalla

Sabtu, 09/1/21 | 05:49 WIB
8

JAKARTA, AmanMakmur.com ---Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus positif Covid-19 di Indonesia yang terjadi Kamis (7/1) lalu adalah angka tertinggi...

Tanah Datar Kembali Raih Kabupaten Peduli Penyiaran di Ajang Anugerah KPID Sumbar 2024

Tanah Datar Kembali Raih Kabupaten Peduli Penyiaran di Ajang Anugerah KPID Sumbar 2024

Kamis, 12/12/24 | 15:20 WIB
3

Tanah Datar kembali dinobatkan sebagai Kabupaten Peduli Penyiaran oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar.. (Foto : Kominfo) TANAH DATAR,...

Surga Air Terjun Ngungun Tarak di Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang

Surga Air Terjun Ngungun Tarak di Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang

Senin, 25/11/24 | 18:01 WIB
32

Suasana Air Terjun Ngungun Tarak di Balai Gadang Koto Tangah Padang. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur ---Air Terjun Ngungun Tarak...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.