• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Tutup Muktamar XII KAMMI, Ketua DPD RI: Banyak Penumpang Gelap Kendalikan Indonesia

Minggu, 14/11/21 | 12:33 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti hadir di Muktamar ke-XII Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) secara virtual. (Foto : dpd)

JAWA TIMUR, AmanMakmur.com—Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai banyak penumpang gelap yang mengendalikan arah perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, hal inilah yang membuat arah perjalanan Indonesia melenceng dari kehendak dan cita-cita para pendiri bangsa.

Dijelaskannya, hal itu adalah imbas amandemen konstitusi yang terjadi di tahun 1999 hingga 2002 silam. Amandemen itu telah mengubah banyak pasal yang nyaris tidak nyambung lagi dengan nilai-nilai dan butir-butir Pancasila sebagai nilai luhur bangsa.

“Sejak amandemen tersebut, kita seolah melepaskan diri dari DNA asli bangsa ini. Perubahan konstitusi dalam empat tahap yang terjadi di tahun 1999 hingga 2002 telah kebablasan dan sarat dengan muatan Kepentingan para penumpang gelap,” kata LaNyalla saat menutup Muktamar ke-XII Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) secara virtual, Minggu (14/11).

LihatJuga

Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Rabu, 10/6/26 | 23:11 WIB
22
Prof Djohermansyah Djohan: Kebijakan MBG Perlu Dikembalikan pada Prinsip Efisiensi, Prioritas dan Otonomi Daerah

Prof Djohermansyah Djohan: Kebijakan MBG Perlu Dikembalikan pada Prinsip Efisiensi, Prioritas dan Otonomi Daerah

Rabu, 10/6/26 | 13:47 WIB
1
Konflik Perbatasan Memanas dengan Kabupaten Solok, Bupati Tanah Datar Datangi Kemendagri

Konflik Perbatasan Memanas dengan Kabupaten Solok, Bupati Tanah Datar Datangi Kemendagri

Senin, 08/6/26 | 21:43 WIB
6

LaNyalla yang tengah melakukan kunjungan dapil di Jawa Timur melanjutkan, jika dilihat dan cermati lebih jauh, entitas-entitas civil society yang dulu berjasa besar dalam proses lahirnya bangsa dan negara, ternyata tidak bisa terlibat dalam menentukan wajah dan arah perjalanan bangsa. Karena, wajah dan arah bangsa ini hanya ditentukan oleh partai politik.

“Partai politik menjadi satu-satunya instrumen untuk mengusung calon pemimpin bangsa. Dan, hanya partai politik melalui fraksi di DPR RI bersama pemerintah yang memutuskan Undang-Undang yang mengikat seluruh warga bangsa,” ujarnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu melanjutkan, jika KAMMI ingin mengimplementasikan cita-cita para pendiri bangsa, tentu harus memahami apa itu cita-cita para pendiri bangsa.

“Bahkan bukan hanya memahami dengan membaca Pembukaan Undang-Undang Dasar, di mana cita-cita itu tertulis. Tetapi juga perlu merasakan suasana kebatinan para pendiri bangsa yang saat itu bersidang dalam forum BPUPKI dan PPKI dalam menyiapkan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

LaNyalla menjelaskan, proses penyusunan konstitusi Indonesia, dari pembukaan hingga batang tubuh, melibatkan banyak sumbangsih pemikiran dari lintas tokoh.

“Baik tokoh pergerakan, tokoh agamawan dan ulama, para raja dan sultan Nusantara, hingga kaum terdidik serta tokoh-tokoh militer,” tutur dia.

Dikatakan LaNyalla, mereka berada dalam suasana kebatinan yang sama. Sebab, mereka semua merasakan bagaimana menjadi bangsa yang terjajah.

Sayangnya, tutur LaNyalla, Indonesia semakin menjadi negara liberal kapitalis. Sebab, segelintir orang bisa menguasai separuh sumber daya alam di negara ini.

“Hal itu terjadi karena Pancasila hanya dibacakan dalam upacara dan peringatan kenegaraan, sudah tidak lagi membumi. Sehingga ibarat raga tanpa jiwa,” nilainya LaNyalla.

Menurutnya, selain akibat dari amandemen yang kebablasan, disadari atau tidak, persatuan Indonesia rasanya semakin rapuh.

“Hal ini ditandai dengan polarisasi antarkelompok yang belakangan semakin menguat dan tajam sejak adanya penerapan ambang batas pemilihan (Presidential Threshold) dalam kontestasi Pilpres maupun Pilkada. Sehingga sering terjadi hanya ada dua pasangan calon yang head to head,” imbuhnya.

Puncaknya, kata LaNyalla, anak bangsa disuguhi kegaduhan nasional, sesama anak bangsa saling melakukan persekusi, saling melaporkan ke ranah hukum.

Dan semakin menjadi lebih parah, ketika ruang-ruang dialog yang ada juga semakin dibatasi dan dipersekusi, baik secara frontal oleh pressure group, maupun dibatasi secara resmi oleh institusi negara.

“Seolah tidak ada lagi ruang dialog dan tukar pikiran,” katanya.

Oleh karena itu, LaNyalla menilai sudah seharusnya KAMMI mengambil posisi dalam situasi kebangsaan saat ini.

“Sudah seharusnya KAMMI memandang rencana amandemen perubahan ke-5 yang kini tengah bergulir sebagai momentum untuk melakukan koreksi atas sistem tata negara sekaligus arah perjalanan bangsa ini,” pesan LaNyalla.

(Rel/dpd)

Post Views: 292
ShareSendShare
Previous Post

LaNyalla Minta Pemuda Pancasila Jatim Perkuat Keanggotaan

Next Post

Bupati dan Wabup Sijunjung Kompak Hadiri Pembukaan MTQ di Padang Panjang

Next Post
Bupati dan Wabup Sijunjung Kompak Hadiri Pembukaan MTQ di Padang Panjang

Bupati dan Wabup Sijunjung Kompak Hadiri Pembukaan MTQ di Padang Panjang

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,210)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,403)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,044)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,689)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,670)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,991)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,083)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,525)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,461)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,527)

Berita Lainnya

Ketua DPD RI LaNyalla Ucapkan Selamat Hari Jadi Kota Padang Panjang ke-231

Ketua DPD RI LaNyalla Ucapkan Selamat Hari Jadi Kota Padang Panjang ke-231

Rabu, 01/12/21 | 04:00 WIB
34

Ucapan selamat Ketua DPD RI LaNyalla untuk Kota Padang Panjang yang memperingati Hari Jadi ke-231. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com...

LaNyalla Ingatkan Luhut, Penundaan Pemilu dan Presiden 3 Periode akan Picu Kemarahan Publik

LaNyalla Ingatkan Luhut, Penundaan Pemilu dan Presiden 3 Periode akan Picu Kemarahan Publik

Senin, 04/4/22 | 03:25 WIB
13

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti,...

Komite II DPD RI – Kemenhub Kolaborasi Proker Pemulihan Ekonomi Pasca-pandemi

Komite II DPD RI – Kemenhub Kolaborasi Proker Pemulihan Ekonomi Pasca-pandemi

Selasa, 22/3/22 | 11:22 WIB
18

Komite II menggelar rapat kerja dengan Menteri Perhubungan membahas program kerja Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi...

Maestro Tari Minang Ery Mefri Raih Penghargaan Bergengsi CHI Awards 2023 

Maestro Tari Minang Ery Mefri Raih Penghargaan Bergengsi CHI Awards 2023 

Jumat, 10/11/23 | 06:56 WIB
312

Maestro tari Minang Ery Mefri menerima penghargaan CHI Awards 2023. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur ---Maestro tari Minang Ery Mefri...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.