• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

LaNyalla: Raja dan Sultan Harus Dilibatkan dalam Pembangunan Bangsa

Jumat, 29/10/21 | 06:54 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI LaNyalla, saat berkunjung ke Sekadau, Kalimantan Barat. (Foto : dpd)

KALIMANTAN BARAT, AmanMakmur.com—Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai sudah seharusnya Kerajaan dan Kesultanan Nusantara dilibatkan langsung dalam proses pembangunan bangsa. Pasalnya, entitas civil society seperti Kerajaan dan Kesultanan mempunyai jasa besar dalam proses lahirnya bangsa dan negara.

Dengan alasan tersebut, LaNyalla menegaskan siap memperjuangkan amanat para Raja dan Sultan Nusantara yang diberikan kepadanya saat Deklarasi Sumedang, dan termaktub dalam 7 Titah Raja dan Sultan Nusantara.

“Sumbangsih Kerajaan dan Kesultanan Nusantara sebagai bagian dari proses lahirnya bangsa ini tidaklah kecil. Baik dukungan moril dan materiil. Maka tidak berlebihan bila saya, dan seharusnya kita semua, menyebut bahwa Kerajaan Nusantara adalah salah satu pemegang saham utama negeri ini,” kata LaNyalla, saat berkunjung ke Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (29/10).

LihatJuga

Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Rabu, 10/6/26 | 23:11 WIB
4
Prof Djohermansyah Djohan: Kebijakan MBG Perlu Dikembalikan pada Prinsip Efisiensi, Prioritas dan Otonomi Daerah

Prof Djohermansyah Djohan: Kebijakan MBG Perlu Dikembalikan pada Prinsip Efisiensi, Prioritas dan Otonomi Daerah

Rabu, 10/6/26 | 13:47 WIB
1
Konflik Perbatasan Memanas dengan Kabupaten Solok, Bupati Tanah Datar Datangi Kemendagri

Konflik Perbatasan Memanas dengan Kabupaten Solok, Bupati Tanah Datar Datangi Kemendagri

Senin, 08/6/26 | 21:43 WIB
6

Senator dari Jawa Timur itu menjelaskan, jauh sebelum Sumpah Pemuda, ada banyak momentum atau tonggak sejarah kesadaran Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Masih ada tonggak berdirinya Budi Oetomo di tahun 1908. Ada Sarikat Dagang Islam di tahun 1905. Dan jika ditarik mundur lagi ke belakang lebih jauh lagi, ada banyak tonggak sejarah bangsa seperti era perlawanan Cut Nyak Dien terhadap Belanda, hingga perang Diponegoro atau Perang Jawa di tahun 1825 hingga 1830,” lanjutnya.

Di era Kerajaan dan Kesultanan Nusantara, sejarah mencatat perlawanan sejumlah Kerajaan dan Kesultanan Nusantara kepada VOC di masa itu. Seperti pertempuran melawan Belanda di Bali yang melibatkan kerajaan Buleleng, Karangasem serta Klungkung.

Selain itu, ada Kerajaan Mataram di Era Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi juga melakukan perlawanan terhadap VOC. Begitu pula perlawanan Kerajaan Gowa-Tallo di Makassar, Banten, Riau, Maluku, Aceh, dan banyak lagi.

“Termasuk apa yang dialami Kerajaan Sekadau. Ketika Panembahan Gusti Akhmad Sri Negara dinobatkan naik tahta, tetapi oleh Belanda, panembahan beserta keluarganya justru diasingkan ke Malang, Jawa Timur, karena dituduh telah menghasut para Tumenggung untuk melawan Belanda,” paparnya.

Meski tidak semua mencatat kemenangan, tetapi secara hakekat, perlawanan-perlawanan tersebut adalah cikal bakal spirit kedaulatan sebagai sebuah bangsa. Spirit inilah yang kemudian menjadi ilham dan inspirasi dalam melahirkan pejuang-pejuang kemerdekaan di tanah Nusantara ini.

“Kesimpulannya sumbangsih Kerajaan dan Kesultanan Nusantara sangat konkret dan tidak bisa dihapus dari sejarah. Belum lagi soal peradaban Indonesia yang unggul. Ini semua karena mewarisi banyak tradisi, nilai-nilai luhur dan adiluhung dari Kerajaan dan Kesultanan Nusantara,” tegasnya.

Oleh karena itu, LaNyalla menilai sangat tidak adil jika Kerajaan dan Kesultanan Nusantara tidak bisa terlibat dalam menentukan wajah dan arah perjalanan bangsa.

“Sangat tidak adil karena hanya partai politik yang menjadi penentu wajah dan arah bangsa. Karena itulah saya juga kemudian menyuarakan Amandemen Konstitusi ke-5. Selain untuk mengubah sistem ketatanegaraan Indonesia juga untuk menggugah kesadaran publik, termasuk kesadaran Pemerintah dan bangsa Indonesia agar memberi penghargaan bagi elemen bangsa yang melahirkan negara ini,” katanya.

(Rel/dpd)

Post Views: 328
ShareSendShare
Previous Post

Komisi Informasi Pusat Gelar Rakornas di Banten

Next Post

Berkunjung ke Kerajaan Kusuma Negara Sekadau, LaNyalla Dapat Gelar Pangeran Jaya Sukma Dilaga

Next Post
Berkunjung ke Kerajaan Kusuma Negara Sekadau, LaNyalla Dapat Gelar Pangeran Jaya Sukma Dilaga

Berkunjung ke Kerajaan Kusuma Negara Sekadau, LaNyalla Dapat Gelar Pangeran Jaya Sukma Dilaga

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,210)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,403)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,044)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,689)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,669)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,990)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,083)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,525)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,459)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,527)

Berita Lainnya

Wakil Rakyat Sumbar HM Nurnas Peduli Petani dan Nelayan Piaman Laweh

Wakil Rakyat Sumbar HM Nurnas Peduli Petani dan Nelayan Piaman Laweh

Minggu, 10/9/23 | 07:45 WIB
25

Anggota DPRD Sumbar serahkan bantuan untuk nelayan Padang Pariaman. (Foto : adr) PADANG, AmanMakmur ---- HM Nurnas dikenal sebagai politisi...

Mubes VI PKDP Digelar 2-4 Maret 2023 di Sumbar Bakal Jadi Alek Gadang Urang Piaman

Mubes VI PKDP Digelar 2-4 Maret 2023 di Sumbar Bakal Jadi Alek Gadang Urang Piaman

Sabtu, 12/11/22 | 12:36 WIB
136

Rustian, Ketua Panitia Mubes VI PKDP. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Dalam rapat gabungan Pengurus Harian DPP Persatuan Keluarga Daerah...

Komite III DPD RI Bahas Masalah Pelayanan dan Tenaga Kesehatan, Stunting hingga BPJS dengan Wamen Kesehatan

Komite III DPD RI Bahas Masalah Pelayanan dan Tenaga Kesehatan, Stunting hingga BPJS dengan Wamen Kesehatan

Kamis, 05/12/24 | 08:29 WIB
18

Komite IIi berfoto bersama dengan Wamen Kesehatan. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Kurangnya tenaga kesehatan, permasalahan BPJS, sarana prasarana kesehatan...

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Ormas Keagamaan Tidak Boleh Jadi Benalu

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Ormas Keagamaan Tidak Boleh Jadi Benalu

Selasa, 30/4/24 | 21:51 WIB
70

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto : Dok) YOGYAKARTA, AmanMakmur---Organisasi sosial kemasyarakatan (ormas) berbasis agama harus memiliki kesadaran untuk...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.