• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Senator Kepri Optimis Pelabuhan Besar di Batam Bisa Beri Devisa Maksimal Bagi Negara

Senin, 06/9/21 | 11:19 WIB
in Berita
0
Senator Kepulauan Riau (Kepri) Richard Pasaribu. (Foto : dpd)

KEPRI, AmanMakmur.com ––Senator Kepulauan Riau (Kepri) Richard Pasaribu meyakini kebijakan membangun pelabuhan besar di Batam bisa menjadi driver ekonomi dengan potensi devisa negara yang sangat besar. Belum lagi dengan cipta kerja dari manajemen atas sampai buruh kasar dan pekerja informal.

“Dengan biaya investasi pembangunan pelabuhan sekitar Rp30 triliun untuk kapasitas 10 juta TEUs, estimasi potensi income-nya per tahun bisa sebesar puluhan trillun pupiah, maka Payback Period bisa dicapai dengan mudah dalam hanya beberapa tahun saja,” ucap Richard, Senin (6/9).

Potensi Batam sebagai poros maritim dengan memiliki pusat pelabuhan laut, diharapkan bisa memberikan sumbangan devisa negara yang cukup signifikan. Karena Batam tidak punya pelabuhan yang besar, maka potensi devisa yang ada semuanya tersedot 100 persen oleh Singapura melalui Port of Singapore Authority (PSA) yang telah mempunyai pelabuhan besar sejak puluhan tahun yang lalu.

LihatJuga

Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Rabu, 10/6/26 | 23:11 WIB
36
Prof Djohermansyah Djohan: Kebijakan MBG Perlu Dikembalikan pada Prinsip Efisiensi, Prioritas dan Otonomi Daerah

Prof Djohermansyah Djohan: Kebijakan MBG Perlu Dikembalikan pada Prinsip Efisiensi, Prioritas dan Otonomi Daerah

Rabu, 10/6/26 | 13:47 WIB
2
Konflik Perbatasan Memanas dengan Kabupaten Solok, Bupati Tanah Datar Datangi Kemendagri

Konflik Perbatasan Memanas dengan Kabupaten Solok, Bupati Tanah Datar Datangi Kemendagri

Senin, 08/6/26 | 21:43 WIB
6

Batam belum maksimal memanfaatkan letak geografisnya yang sangat strategis yang sebetulnya setara dengan Singapura yang sudah punya PSA bertaraf internasional dengan kapasitas 47 juta TEUs.

Kalau Pelabuhan Batam sudah terealisasi, bisnis dari jasa kelola pelabuhan bisa mengambil porsi potensi Selat Phillips yang dilalui 25-30 persen kapal-kapal besar di seluruh dunia, yaitu sekitar 2.000 kapal besar sehari.

Dari Feasibility Study (FS) proyek pelabuhan tersebut, langkah pertama Pemerintah harus punya strategi nasional yang kekeh. Potensi devisa sudah pasti didapat dari jasa penyediaan tempat-tempat berlabuhnya kapal, pemanduan (pilotage) serta penundaan kapal, penyediaan dermaga, fasilitas lain untuk bongkar muat peti kemas, general cargo, dan lain sebagainya.

Keunggulan PSA selama ini mengambil porsi 100 persen lalu lintas kapal dari seluruh dunia yang melewati Selat Philips (kawasan yang memisahkan Batam dengan Singapura). Alur pelayaran kapal ke Asia Tenggara dan Asia Timur (China, Jepang, Korea), dan juga ke Amerika dan Kanada melintasi Selat Philips.

Volume jumlah kapal yang melewati Selat Phillips ada sekitar 25-30 persen dari volume total seluruh dunia, melewati Selat Philips, yaitu menuju ke Asia Tenggara, Asia Timur (China, Korea, Jepang) atau lintas Filipina menuju ke Amerika dan Kanada, atau kalau ke bawah, lewat laut Jawa, menuju ke Australia, Selandia Baru, atau Amerika Selatan (alur pelayaran), nyata-nyatanya 100 persen dinikmati oleh Negara Singapore.

“FS dengan asumsi 10 persen porsi saja, PSA 90 persen, kan lumayan. Belum lagi dengan multiplier-effect, seperti cipta kerja kita, sampai aktivitas taksi dan ojeknya. Perhitungan potensi devisa negara yang masuk sudah jadi captive market. Sederhananya, dengan investasi membangun Rp 30 T, beberapa tahun saja sudah kembali modal (Payback Period), setelah itu berupa passive income yaitu menjadi devisa negara sebesar puluhan triliun rupiah per tahun,” kata Richard Pasaribu.

Batam dan Singapura ibarat intan berlian yang seharusnya dipoles agar memberikan nilai tambah yang sangat besar. By the way, Singapura sudah berhasil memolesnya, sedangkan Indonesia masih belum berhasil memolesnya. Belum lagi potensi kilang minyak yang sangat prospektif untuk dibangun di Batam.

“Kabupaten Natuna yang kaya dengan migas, hasil migasnya disalurkan melalui subsea pipeline (pipa bawah dasar laut) yang panjangnya sampai ratusan kilometer, kenapa disalurkan ke Singapura? Pipa tinggal dibelokkan saja ke Batam disalurkan ke kilang minyak kita sendiri, yang tentunya harus kita bangun dahulu. Masa begitu sudah mau sampai ke Batam, pipanya dibelokkan ke Singapura, ke kilang minyak mereka yang ada di Pulau Ayer, Pulau Bukom, dan Pulau Merlimau? Migas yang mereka olah di kilang minyak akan mendapat devisa puluhan triliun per tahun, melalui nilai tambah dari migas mentah ke BBM dan gas. Sementara ini kita masih impor BBM dengan menyedot devisa negara beratus triliun rupiah,” ujar Richard Pasaribu.

(Rel/dpd)

Post Views: 263
ShareSendShare
Previous Post

Filep Wamafma Minta RPP Otsus Soal Kewenangan Dikawal Bersama

Next Post

Kapolres Sijunjung Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Kamang Baru dan Tinjau Vaksinasi

Next Post
Kapolres Sijunjung Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Kamang Baru dan Tinjau Vaksinasi

Kapolres Sijunjung Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Kamang Baru dan Tinjau Vaksinasi

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,213)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,405)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,047)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,692)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,674)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,996)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,085)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,526)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,462)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,529)

Berita Lainnya

Warga Tanah Datar Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden RI

Warga Tanah Datar Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden RI

Jumat, 04/11/22 | 06:06 WIB
341

Pimpinan Yayasan Istana Yatim Asyifa (Pondok Yatim dan Dhuafa) Batusangkar, Roby Sugara beserta pengurus lainnya, Irma Dewita dan Nilam Sari,...

Konsisten Bantu Rakyat Palestina, Bupati Tanah Datar Eka Putra Serahkan Bantuan Rp133 Juta

Konsisten Bantu Rakyat Palestina, Bupati Tanah Datar Eka Putra Serahkan Bantuan Rp133 Juta

Jumat, 10/5/24 | 08:28 WIB
2

Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM menyerahkan bantuan sebesar Rp133 Juta untuk rakyat Palestina. (Foto : Prokopim) TANAH DATAR,...

LaNyalla: Berantas TPPO Harus Sampai ke Akarnya!

LaNyalla: Berantas TPPO Harus Sampai ke Akarnya!

Kamis, 01/6/23 | 13:35 WIB
5

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur --- Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti...

Mahasiswa KKN Unand 2024 Turunkan Indeks Pembakaran Jerami Padi di Nagari Sipisang Kabupaten Agam

Mahasiswa KKN Unand 2024 Turunkan Indeks Pembakaran Jerami Padi di Nagari Sipisang Kabupaten Agam

Jumat, 16/8/24 | 21:22 WIB
11

Mahasiswa KKN Unand sedang memberikan penyuluhan. (Foto : Ist) Oleh: Nandito Putra (Mahasiswa KKN Unand Nagari Sipinang, Palembayan, Kabupaten Agam)...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.