• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Ketua DPD RI Sampaikan Peran Konkret Pesantren Bagi Negara di Rakernas FOKSI

Sabtu, 23/10/21 | 09:12 WIB
in Uncategorized
0
Ketua DPD RI LaNyalla bersama pengasuh pondok pesantren. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com —-Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai pondok pesantren masih menjadi institusi yang paling konkret dalam memberikan sumbangsih bagi masyarakat dan negara. Penilaian itu disampaikan LaNyalla pada Peringatan Milad Hari Santri ke-6 sekaligus Rapat Kerja Nasional DPP FOKSI, di Jakarta, Sabtu (23/10).

Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual LaNyalla menilai, pondok pesantren dengan kyai dan santrinya tetap hidup mandiri dan memberi solusi, serta mampu menjaga kearifan lokal dalam pembangunan.

“Kalau kita bedah dari analisa ideologi, ekonomi, sosial dan budaya, pondok pesantren merupakan salah satu institusi yang paling nyata berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia ini,” kata LaNyalla.

LihatJuga

Nevi Zuairina Minta Bio Farma Serius Kembangkan Obat Herbal

Nevi Zuairina Minta Bio Farma Serius Kembangkan Obat Herbal

Rabu, 25/5/22 | 16:47 WIB
12
Angkat Nilai Kearifan Lokal, Inilah Pemenang Lomba Video Kreatif Gus Hilmy

Angkat Nilai Kearifan Lokal, Inilah Pemenang Lomba Video Kreatif Gus Hilmy

Kamis, 28/4/22 | 08:17 WIB
30
Bupati Sijunjung Sahur Bersama Masyarakat di Nagari Tanjung Gadang

Bupati Sijunjung Sahur Bersama Masyarakat di Nagari Tanjung Gadang

Minggu, 24/4/22 | 06:43 WIB
62

Dari sisi ideologi, ujar LaNyalla, Pancasila jelas menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa di sila pertama dan di Pasal 29 Ayat 1 Konstitusi bahwa negara ini berlandaskan Ketuhanan. Hal itu menjadi domain utama Pondok Pesantren sebagai penjaga akhlak dan adab atau moral generasi bangsa ini.

“Artinya dengan melaksanakan ajaran agama, sisi penghayatan dari sila pertama Pancasila akan terwujud. Dan ini akan melahirkan manusia yang beradab dan berakhlak,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, selain sebagai institusi mandiri, pondok pesantren sudah memasuki ruang ekonomi melalui koperasi pondok pesantren dan usaha-usaha di sektor pertanian, peternakan dan lainnya.

Bahkan ditambahkan LaNyalla, beberapa pesantren telah mencatat sukses mengembangkan sektor usaha melalui koperasi pondok pesantren. Meskipun hanya perlu dilakukan secara lebih luas. Sebab, belum semua dari pondok pesantren di Indonesia mampu membesarkan skala bisnisnya, padahal potensinya ada.

“Yang perlu dimanfatkan adalah peluang pasar Produk Halal karena pasarnya bisa menembus manca negara, khususnya negara-negara yang membutuhkan produk halal. Memang hal ini masih membutuhkan dukungan dan keberpihakan pemerintah, baik daerah maupun pusat. Saya kira ini perlu disinergikan agar terwujud,” lanjut LaNyalla.

Dari sisi sosial, pondok pesantren sudah pasti menjadi penjaga nilai-nilai kearifan lokal. Dimana di tengah gencarnya arus dan gaya hidup global, pondok pesantren berperan sebagai penyeimbang, sekaligus penjaga moral generasi penerus.

“Dari sisi budaya, pondok pesantren masih menjadi garda depan lembaga pendidikan di Indonesia. Perannya sangat besar dan fundamental karena mengajarkan nilai-nilai adab dan budi pekerti yang menjadi bekal kehidupan bagi para alumni Santri dalam menjalani kehidupan di masyarakat.
Sebab inti pendidikan adalah menghasilkan anak didik yang berakhlak dan bermoral,” bebernya.

Kontribusi pesantren sudah dilakukan sejak era sebelum kemerdekaan. Pondok pesantren adalah prototipe dari masyarakat madani atau entitas civil society. Pesantren hidup mandiri sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat di sekitar.

“Ada yang sakit, minta doa ke kiai. Ada yang tidak punya beras, datang ke pondok pesantren. Ada yang punya masalah, minta nasehat kiai, dan seterusnya. Begitulah kenyataannya kalau kita baca sejarah,” tuturnya.

Peran ulama dan kiai-kiai pengasuh pondok pesantren saat itu juga tidak bisa dihapus dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Termasuk peran para ulama dan kiai se-Nusantara dalam memberikan pendapat dan masukan kepada BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, yang kemudian menjadi PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

“Termasuk sikap legowo para ulama dan kiai, yang demi keberagaman, setuju menghapus anak kalimat ‘Piagam Jakarta’ yang menjadi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dengan kalimat ‘Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa’,” tutupnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 320
ShareSendShare
Previous Post

Sumbar Raih Penghargaan BPS RI untuk Statistik Sektoral

Next Post

Tekan Produk Impor, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Perkuat UMKM Dalam Negeri

Next Post
Tekan Produk Impor, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Perkuat UMKM Dalam Negeri

Tekan Produk Impor, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Perkuat UMKM Dalam Negeri

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,332)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,522)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,161)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,805)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,781)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,136)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,176)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,635)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,589)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,628)

Berita Lainnya

Pembangunan Sumbar Dapat Dukungan Pemerintah Pusat

Pembangunan Sumbar Dapat Dukungan Pemerintah Pusat

Selasa, 20/4/21 | 05:58 WIB
15

JAKARTA, AmanMakmur.com---Program kerja 100 hari Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Audy Joinaldy, terus melakukan koordinasi dengan kabupaten /...

Satu Orang Staf Positif Covid-19, KI Sumbar ‘Lockdown’ Sementara

Satu Orang Staf Positif Covid-19, KI Sumbar ‘Lockdown’ Sementara

Senin, 10/5/21 | 08:44 WIB
61

PADANG, AmanMakmur.com ---Covid-19 semakin bersilantas angan mendera Sumbar, apalagi warga banyak yang madar dan tangkar terapkan protokol kesehatan (prokes) Alhasil...

Lagi, Alumni Akpol 92 Serahkan Bansos untuk Masyarakat

Lagi, Alumni Akpol 92 Serahkan Bansos untuk Masyarakat

Senin, 30/8/21 | 10:23 WIB
10

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto serahkan bantuan. (Foto : Nov) PADANG, AmanMakmur.com ---Alumni Akademi Kepolisian (Akpol)...

Hina Kalimantan, Senator Hasan Basri Kecam Edy Mulyadi

Hina Kalimantan, Senator Hasan Basri Kecam Edy Mulyadi

Minggu, 23/1/22 | 12:16 WIB
23

Anggota Komite III DPD RI Hasan Basri. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Perkataan Edy Mulyadi yang diduga menghina masyarakat Kalimantan...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.