• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Nevi Zuairina: Politik Anggaran Subsidi Pupuk Perlu Perubahan yang Fundamental

Minggu, 27/6/21 | 00:19 WIB
in Berita
0
Anggota DPR RI Komisi VI, Hj Nevi Zuairina. (Foto : nzvoice)

JAKARTA, AmanMakmur.com — Anggota DPR RI Komisi VI, Hj Nevi Zuairina ketika rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Pupuk Indonesia memperhatikan bahwa persoalan pupuk di Tanah Air terutama pupuk subsidi untuk petani dalam rangka mewujudkan swasembada pangan tidak kunjung selesai. Swasembada pangan tidak pernah tercapai sejak Orde Baru hingga saat ini. Persoalan pupuk subsidipun tidak selesai dengan terjadi kelangkaan pupuk Subsidi dimana-mana, padahal APBN pupuk subsidi pernah melebihi APBN kementerian teknis yang menggawangi persoalan pangan.

“Jika kita turun ke lapangan untuk cek persoalan pupuk, baik di petani maupun di beberapa pedagang, yang langka itu bukan ada tidaknya pupuk. Pupuk ada cukup tersedia, tapi bukan yang subsidi. Yang langka itu pupuk subsidi”, tutur Nevi.

Legislator asal Sumbar II ini menangkap salah satu penyebab terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi di kalangan petani dikarenakan beberapa faktor mulai dari pasokan hingga penggunaan yang berlebihan. Juga persoalan ketersediaan pupuk bersubsidi hanya sekitar 45 persen dari kebutuhan, jadi hanya 9 juta ton dari kebutuhan 23,23 juta ton.

LihatJuga

PT KAI Divre II Sumbar Semarakkan HUT ke-81 Provinsi Sumbar dengan “Sapa Pelanggan”

PT KAI Divre II Sumbar Semarakkan HUT ke-81 Provinsi Sumbar dengan “Sapa Pelanggan”

Kamis, 01/10/26 | 20:00 WIB
6
22 Tahun DPD RI, Saatnya Suara Daerah Menentukan Arah Indonesia

22 Tahun DPD RI, Saatnya Suara Daerah Menentukan Arah Indonesia

Kamis, 01/10/26 | 19:48 WIB
4
Wabup Dharmasraya Leli Arni Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Wabup Dharmasraya Leli Arni Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 01/10/26 | 19:34 WIB
4

Politisi PKS ini berpendapat, berapapun pemerintah menganggarkan pupuk subsidi dari APBN, dapat dipastikan persoalan tidak akan selesai. Perlu terobosan yang fundamental untuk merubah politik anggaran di subsidi pertanian di bagian pupuk. Ia beralasan sudah puluhan tahun dengan puluhan triliun tiap tahun di gelontorkan dalam bentuk APBN yang diperuntukkan menyubsidi pupuk, tapi tujuan tidak pernah tercapai, yakni swasembada pangan karena terkadang dalam distribusi pupuk ini memunculkan persoalan baru.

“Saya mengusulkan, subsidi puluhan triliun pupuk ini di alihkan saja pada subsidi harga. Beli produk pertanian oleh pemerintah dari petani-petani kecil dengan harga tinggi dan kemudian jual dengan harga subsidi kepada masyarakat. Nanti pupuk akan mengikuti harga pasar sehingga akan memangkas persoalan kelangkaan pupuk subsidi karena harga pupuk standar. Jadi permasalahan pupuk subsidi dengan sistem distribusi secara tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jumlah akan secara natural mengikuti mekanisme pasar”, usul Nevi.

Nevi menjelaskan, subsidi harga ini akan menjadikan para petani bersemangat untuk menanam karena jaminan dan harapan memperoleh harga yang baik dengan pertimbangan mendapat lebih dibanding biaya produksi akan banyak terjadi. Harapan petani untuk mendapat kehidupan lebih baik akan mudah di capai karena kemungkinan untuk penyelewengan di sektor hulu semakin kecil.

“Tujuan penyediaan pupuk inikan untuk mendukung pencapaian swasembada pangan secara nasional. Pada revitalisasi dan pembentukan pabrik baru pupuk ini persoalan teknis yang juga mesti mengedepankan kepentingan nasional dengan pemenuhan pupuk untuk petani sehingga ketahanan pangan nasional tercapai. Tapi secara fundamental, mesti ada sebuh terobosan kebijakan yang sebelumnya tidak mampu mencapai tujuan, menjadi regulasi yang tepat sehingga tujuan utama tercapai dan tidak ada persoalan baru muncul ketika kebijakan itu diterapkan”, tutup Nevi Zuairina.

(Rel/dpd)

Post Views: 318
ShareSendShare
Previous Post

Atlet Sijunjung Raih Juara Umum Paralympic Pelajar Tingkat SumbarĀ 

Next Post

Krisis Ekonomi 2020: Peluang atau Babak Baru Kemunduran AEC 2025 Deadline?

Next Post
Krisis Ekonomi 2020: Peluang atau Babak Baru Kemunduran AEC 2025 Deadline?

Krisis Ekonomi 2020: Peluang atau Babak Baru Kemunduran AEC 2025 Deadline?

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,394)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,588)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,223)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,879)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,837)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,206)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,236)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,698)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,667)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,680)

Berita Lainnya

Percepat Program Swasembada Pangan, Menteri PU Dody Perkuat Koordinasi di Daerah

Percepat Program Swasembada Pangan, Menteri PU Dody Perkuat Koordinasi di Daerah

Jumat, 22/11/24 | 14:18 WIB
11

Menteri PU (Pekerjaan Umum) Dody Hanggodo melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. (Foto : pu) JAWA TIMUR, AmanMakmur----Menteri PU (Pekerjaan...

Pemerintah akan Ubah Subsidi BBM ke BLT, Sultan Khawatirkan Dampaknya pada Kelas Menengah

Pemerintah akan Ubah Subsidi BBM ke BLT, Sultan Khawatirkan Dampaknya pada Kelas Menengah

Senin, 04/11/24 | 17:18 WIB
18

Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mengaku khawatir dengan...

Wafatnya Dokter Icha Diduga Alami Tekanan dari Anggota DPRD TTU NTT, Prof Djohermansyah Djohan: Rekrutmen Anggota Dewan Harus Dibenahi

Wafatnya Dokter Icha Diduga Alami Tekanan dari Anggota DPRD TTU NTT, Prof Djohermansyah Djohan: Rekrutmen Anggota Dewan Harus Dibenahi

Kamis, 02/7/26 | 11:57 WIB
15

Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Prof Djohermansyah Djohan. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur--- Wafatnya dokter Icha di Kabupaten Timor Tengah...

Partai Ummat Ajak Tokoh-tokoh di Sumbar Bergabung Jadi Bacaleg

Partai Ummat Ajak Tokoh-tokoh di Sumbar Bergabung Jadi Bacaleg

Rabu, 16/2/22 | 08:37 WIB
132

Pengurus DPW Partai Ummat Sumbar. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur.com ---Menuju Pemilu 2024, Partai Ummat menyiapkan karpet merah bagi tokoh-tokoh...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.