
KEPULAUAN MENTAWAI, AmanMakmur — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terus mendorong penguatan dan pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaksanaan program Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bagi wirausaha terdampak bencana di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang dilaksanakan di wilayah Siberut Selatan, Rabu (30/9/2026).
Program yang berlangsung di Regional 3 Sumatera Barat tersebut menyasar sebanyak 85 pelaku UMKM, dengan tiga bentuk intervensi utama, yakni kemudahan akses pembiayaan wirausaha, peningkatan kapasitas wirausaha, serta peningkatan akses pasar wirausaha.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Adi Daen Fahmi.
Dari 85 UMKM yang menjadi sasaran, sebanyak 32 UMKM mendapatkan program kemudahan akses pembiayaan, 28 UMKM mengikuti program peningkatan kapasitas wirausaha, dan 25 UMKM mendapatkan penguatan akses pasar.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ruslianus, mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat keberadaan UMKM di daerah, khususnya pelaku usaha yang mengalami dampak akibat bencana.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya dibutuhkan untuk membantu pelaku usaha kembali menjalankan aktivitas ekonominya, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Pendampingan dan penguatan kapasitas seperti ini sangat penting bagi pelaku UMKM kita. Tidak hanya bagaimana usaha dapat kembali berjalan, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta memiliki akses pembiayaan yang lebih baik,” ujar Ruslianus.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai akan terus mendukung berbagai program yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat dan membuka lebih banyak peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha mendapatkan berbagai materi dan pendampingan. Untuk program akses pembiayaan, peserta diberikan pemahaman mengenai kesiapan usaha, pengelolaan usaha, akses pembiayaan, hingga fasilitasi akses pembiayaan melalui Bank Nagari.
Sementara program peningkatan kapasitas diarahkan pada penguatan kemampuan pengelolaan usaha, adaptasi terhadap perubahan, pemanfaatan digitalisasi, serta pengembangan produk melalui inkubasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan peluang pasar.
Sedangkan program peningkatan akses pasar memberikan penguatan terkait strategi pemasaran, pengembangan jejaring dan kemitraan, pemanfaatan Katalog Elektronik, serta pendampingan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli maupun mitra usaha.
Pelaksanaan program ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Forkopimcam Siberut Selatan, BDI Padang, Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inbistek) Universitas Andalas, Bank Nagari, serta ABDSI.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Siberut Selatan Hijon, perwakilan Danramil dan Kapolsek Siberut Selatan, Kepala Desa Maileppet Alexius, serta perwakilan Pemerintah Desa Muntei.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap pelaku UMKM terdampak bencana di Kepulauan Mentawai dapat segera memulihkan aktivitas usahanya sekaligus meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Pemulihan UMKM diharapkan tidak berhenti pada tahap mengembalikan usaha seperti kondisi sebelumnya, tetapi menjadi momentum untuk mendorong pelaku usaha bangkit, berkembang, dan naik kelas.
Dengan penguatan kapasitas, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta pemanfaatan digitalisasi, UMKM di Kepulauan Mentawai diharapkan semakin tangguh dan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.
(R/Kominfo)











