• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Surat Jumiarti Agus dari Kobe; Melalui PTU-ACIKITA Arief Berkuliah di Jepang dan Diwisuda di Global Bisnis Hyogo University

Kamis, 01/10/26 | 16:36 WIB
in Artikel
0
Dari kiri ke kanan; Aqeela (anak bungsu Jumiarti Agus), Prihardi Kahar (Pembina ACIKITA), Arief, Ibu Tini dan Papanya Arief. (Foto : JA)

SALAH seorang anak bangsa yang berasal dari Pariaman, Dr Eng Jumiarti Agus, lulusan Kimia FMIPA Universitas Andalas, telah lama hidup di Jepang, dan berkonsentrasi dalam bidang pendidikan dengan lembaga yang didirikan/dipimpinnya, yakni; ACIKITA.

Berikut cerita Jumiarti Agus mengenai kisah sukes pendidikan anak didiknya yang ikut program ACIKITA, serta situasi pendidikan di Jepang.

“Selamat untuk Wisuda Arief di Global Bisnis Hyogo University, 17 September 2026.”

LihatJuga

Makanan Bergizi Gratis: Bukan Sekadar Makanan, tetapi Upaya Memperbaiki Status Gizi

Makanan Bergizi Gratis: Bukan Sekadar Makanan, tetapi Upaya Memperbaiki Status Gizi

Minggu, 21/6/26 | 20:25 WIB
35
ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

Kamis, 16/4/26 | 16:50 WIB
41
Cleopatra: Jenius Zaman Dulu yang Ilmunya Hilang Ditelan Api

Cleopatra: Jenius Zaman Dulu yang Ilmunya Hilang Ditelan Api

Rabu, 27/11/24 | 05:13 WIB
39

Awalnya Arief belajar di Indonesia, kemudian mengenal Jepang melalui proses edukasi di PTU-ACIKITA. Selama lebih dari satu tahun, di era covid. alhamdulillah Arief berhasil lulus di Hyogo University, kemudian datang belajar ke Jepang, artinya berpengalaman di dunia internasional.

Hal di atas adalah manfaat nyata melalui PTU-ACIKITA, dimana Arief dan murid-murid PTU-ACIKITA lainnya bisa membangun masa depan diri, keluarga, bangsa dan negara.

Dari Pengalaman Internasional Menuju Masa Depan

PTU-ACIKITA memiliki gagasan :
“Anak Indonesia harus memiliki kesempatan untuk menjadi anak Indonesia yang mampu hidup dan berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat dunia.”

Karena itu, pengalaman internasional perlu dimulai sejak usia muda. Ketika seorang anak belajar, berada di lingkungan baru, ia belajar menghadapi tantangan. Ketika ia bertemu teman dari negara lain, ia belajar menghargai perbedaan. Ketika ia menggunakan bahasa asing, ia belajar berkomunikasi.

Ketika ia harus mengatur dirinya sendiri, ia belajar mandiri. Dan ketika ia melihat dunia yang lebih luas, ia mulai memahami bahwa masa depannya juga bisa lebih luas daripada yang selama ini ia bayangkan.

Dan di Jepang, moral mereka akan ditempa, baik di sekolah (kampus) maupun di masayarakat, karena ketika seseorang menabrak lampu lalulintas, maka siapa saja manusia dewasa Jepang yang mengetahuinya, akan menjadi pengingat untuk mereka yang melanggar aturan di jalan raya.

Dan banyak hal lainnya, jadi anak-anak Indonesia yang bersekolah di Jepang akan bisa mendisiplinkan dirinya untuk mematuhi aturan, aturan apapun itu.

Dan ini akan memberikan dampak yang luar biasa untuk pembentukan moral manusia dewasa Indonesia, kedepannya. Aamiin YRA.

Jujur, kami di ACIKITA sangat bersyukur atas selesainya studi di Arief, di Global Bisnis, Hyogo University.

Untuk itu kita ucapkan selamat untuk kesuksesan Arief belajar dalam masa 4 tahun di Global Bisnis Hyogo University. Dan selamat untuk kedua orangtua dan keluarga besar di Indonesia. Satu anak yang bersekolah di Jepang, insyaAllah akan memberikan kemajuan luar biasa untuk keluarga besar di Indonesia.

Perjuangan Arief Bisa Berkuliah di Jepang

Bagaimana perjuangan Arief bisa berkuliah di Jepang bahkan bisa mendapatkan Beasiswa dan Gratis Biaya Kuliah Sejak tahun ke dua. Berikut sedikit ceritanya.

Arief adalah alumni SMA Plus Pekanbaru, melalui ibunya (teman master saya saat kuliah di ITB 1996-1998), ia kemudian mendaftar PTU-ACIKITA (ketika kelas 3 SMA).

Pertemuan saya dan Ibu Tini (Ibunya Arief), pada saat presentasi untuk sekolah Asshofa di Pekanbaru. Pada saat itu sekolah tersebut ingin melejitkan anak-anaknya untuk mengunjungi Jepang dalam Program #ACIKITAWinterSchool.

Usai presentasi di Asshofa, Ibu Tini menggagas acara kilat di UNRI. Hebatnya dalam waktu satu malam, diprakarsainya seminar di Universitas Riau. Saat itu gedung pertemuan penuh dengan peserta, baik para mahasiswa, maupun para dosen di lingkungan prodi pendidikan UNRI.

Hebat, dalam waktu singkat, pagi hari spanduk sudah terpasang di ruangan pertemuan, hadirin yang datang pun sangat banyak, memenuhi semua kursi yang disediakan.

Suasana seperti di atas, membuat saya bersemangat memberikan info yang sesungguhnya tentang bersekolah dan melanjutkan studi ke Jepang.

Dan hal yang menambah kegembiraan banyak kolega dan senior satu almamater di Kimia Andalas, berjumpa saat itu. Usai acara, plakat dan cendera mata, juga diserahkan langsung oleh Ibu Tini.

Dan tanpa pikir panjang, melihat kiprahnya saya langsung meminta beliau menjadi Ketua ACIKITA Riau. Dan beliau pun menyanggupinya.

Tema presentasi di UNRI saat itu, “Rahasia Melanjutkan Studi dan Mendapatkan Beasiswa Lanjut Studi ke Universitas di Jepang.”

“Usai perjumpaan saat itu, Ibu Tini mantap ingin mengirim anaknya belajar ke Jepang. Sejak September 1998 kami berpisah usai saya wisuda di ITB, itulah pertemuan pertama kami, sekitar pertengahan tahun 2019. Jadi event seminar dan presentasi yang diadakan oleh ACIKITA, menghubungkan silaturrahmi dengan para kolega dan teman lama.

Bagaimana Program PTU-ACIKITA yang Diikuti Arief

Saya dominan mendidik Arief saat PTU-ACIKITA, mulai dari pelajaran bahasa Jepang sejak zero, hingga bersambung dengan pembelajaran online oleh staf Jepang di ILA. Terkait proses masuk Hyogo University, saya juga mengedukasi Arief mulai dari menuntun step by step informasi masuk universitas Global Bisnis Hyogo University (GBHU), menuntun berkas yang diperlukan, memastikan semua dokumen aplikasi apik dan benar. Juga mempersiapkan murid untuk sukses dalam wawancara/interview online.

Jadi pada saat covid dan dunia berhenti bergerak, perjuangan di ACIKITA tidak pernah padam.

Allah memberikan inspirasi pada kami untuk terus berjuang mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan studi ke Jepang, agar mereka terbuka wawasannya, puas belajar, dan merasakan hidup di bumi Allah yang sungguh aman dan nyaman, serta masyarakatnya sangat ramah terhadap orang asing.

Arief saat itu mendaftar PTU-offline, dengan belajar bahasa Jepang di ILA (sekolah bahasa Jepang, terbaik No 1 di Kobe). Dan ia pun tertarik untuk mendaftar masuk Global Bisnis, Hyogo University. Sebuah jurusan yang saya ikut dalam proses awal akan dibukanya jurusan tersebut.

Jadi pembelajaran untuk Arief saat itu berjibaku untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepangnya, dan juga paralel dengan proses aplikasi masuk ke GBHU.

Informasi mengenai PTU-ACIKITA. (Foto : Dok)

Proses Masuk GBHU

Proses masuk GBHU (Global Bisnis Hyogo Unibersity) ada 2 tahapan :

1. Mengirimkan dokumen lengkap sesuai informasi dari website-nya.

Tapi terkait mengisi form aplikasi masuk univ di Jepang ini harus tahu betul bagaimana tekniknya. Hanya dokumen yang apik, rapi dan sesuai standar penilaian para Prof Jepang yang akan diproses, di sini perlu edukasi untuk semua murid Indonesia.

Hasil workshop yang kami adakan dari 300 peserta yang mengisi formulir dengan benar dan memenuhi standar penilaian di Jepang, hanya 5 orang saja. Jadi tak heran kenapa banyak yang gagal apply masuk universitas di Jepang. Untuk semua murid PTU-ACIKITA, edukasi tentang mengisi form aplikasi ini poin yang sangat kami pentingkan.

Karena bisa saja anak pintar gagal, karena tidak tahu info tentang teknik mengisi form aplikasi masuk ke universitas di Jepang.

2. Interview bagi yang lulus seleksi dokumen.

Untuk bisa lulus dalam tahapan interview juga harus tahu teknik menjawab pertanyaan para sensei Jepang. Teknik interview kebanyakan ala orang Indonesia tidak terpakai di sini. Dan murid murid PTU-ACIKITA sebelum melakukan interview, mereka diedukasi dahulu dan ada latihan menjalani interview.

Pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh Prof di Jepang, saya sampaikan pada setiap murid, dan anak-anak wajib menuliskan jawabannya dengan baik dan benar, untuk kemudian berlatih berucap, sehingga tidak gegap gempita saat menghadapi interview.

Persiapan sebelum interview, sikap dan pakaian yang dipakai, juga disampaikan pada murid, agar betul-betul maksimal menjalani interview.

Jadi hal yang dipelajari dalam PTU-ACIKITA tidak hanya fokus dalam bahasa Jepang anak, tapi juga meliputi sikap moral, peningkatan kualitas CV anak, edukasi terkait dokumen yang merupakan wakil diri anak, hal interview, aturan hidup di Jepang, informasi beasiswa dan menjou (keringanan biaya studi). Juga hal terkait wawasan akademik untuk menemukan jurusan yang diminati anak.

Dan hal-hal yang dipelajari di PTU-ACIKITA, juga menjadi bekal untuk murid-murid dalam proses apply beasiswa, baik sebelum maupun pada saat sudah terdaftar di Universitas.

Dan untuk Arief dia berhasil mendapatkan beasiswa setelah terdaftar di GBHU.

Dan pada saat di tahun 2 hingga tamat, dia tidak membayar uang kuliah (gratis 100%) karena mendapatkan IP 30% terbaik di angkatannya.

Manfaat Belajar di Universitas di Jepang

Sungguh sangat banyak manfaat positif bila belajar di universitas di Jepang, kesempatan menimba ilmu dari beragam profesor, kesempatan gratis biaya pendidikan, mendapatkan beasiswa. Juga masih bisa part time untuk mengisi waktu dan menambah pengalaman, serta mendapatkan tambahan uang yen.

Arief pun juga menjalani part time di waktu luangnya. Sampai ibunya berucap, “Selama di sini kami pakai uang Arief saja.”

Alhamdulillah wa syukurillah, ilmu bertambah, dan punya saving yen yang lebih dari cukup.

Jadi, datang ke Jepang untuk bersekolah manfaatnya sungguh luar biasa. Semua yang didapatkan tidak bisa dihitung dengan uang.

Jadi, generasi muda bangsa Indonesia, datanglah ke Jepang untuk jalan studi, bukan langsung bekerja pada sektor kasar, yang hanya capek fisik, tapi otak tidak terpakai, hal ini mengakibatkan stabilitas metabolisme tubuh dan fungsi tubuh tidak tercapai.

Sementara kita manusia adalah sebaik baiknya makhluk ciptaan Allah. Allah jadikan manusia sebagai pemimpin (khalifah di muka bumi).

Untuk bisa memimpin, tentu fungsi otak harus dijalankan, dan ini tercapai dengan jalan belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

Pesan ACIKITA untuk Arief

Pesan kami di ACIKITA untuk Arief;
Alhamdulillah satu tahapan sudah selesai. Bergiatlah untuk langkah selanjutnya. Jangan puas hanya sampai S1, tuntaskanlah pendidikannya hingga doktoral program, karena di Jepang, kita puas belajar, orang Jepang tidak pelit berbagi ilmu, dan kesempatan untuk melejitkan diri terbuka lebar, kalau kita punya prestasi, ke mana-mana bisa keliling dunia dengan gratis, kita bisa mempublish dan sharing hasil riset yang dipunyai, untuk banyak manusia di dunia. Dan semua biaya ditanggung oleh universitas.

Berbagi informasilah pada sesama, bergiatlah juga untuk memajukan anak-anak muda Indonesia lainnya.

Kalau ada yang bertanya, bagaimana bisa sekolah ke Jepang, jujurlah berucap; “Saya bisa masuk Jepang dan bersekolah di Jepang atas izin Allah, via program PTU-ACIKITA. Di ACIKITA saya belajar bagaimana mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa diterima di universitas di Jepang.

ACIKITA Memajukan Manpower Indonesia

Perjuangan ACIKITA ini adalah untuk memajukan manpower Indonesia. Berjuang bersama membangun bangsa, melalui perjuangan pada bidang pendidikan. Mari kita memutus rantai permasalahan bangsa. Inilah motto perjuangan di ACIKITA.

Jadi, artinya murid-murid dan alumni PTU-ACIKITA pun harus ikut ambil bagian dalam mencapai goal perjuangan di ACIKITA. Karena bangsa Indonesia ini adalah bangsa kita bersama.

Dan dalam Islam; Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat pada sesama.

Bahasa orang-orang di Jepang, para pendidik, dan orangtua Jepang; “Bila kamu sudah sukses nanti, jangan hanya sukses sendiri, tapi ikutlah dalam menyukseskan orang lain.”

Untuk para generasi muda lainnya, yang ingin maju dan melejitkan potensi diri, silahkan join PTU-ACIKITA. Bahkan di sekolah ACIKITA, kurikulum PTU ini sudah kami input untuk murid kelas 3 SMP.

Karena untuk bisa sekolah ke luar negeri, prosesnya tidak bisa instan. Apalagi Jepang dengan bahasanya yang bukan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Setiap anak perlu waktu jauh hari untuk mempersiapkan diri.

Ditambah lagi sistem pendidikannya yang berbeda jauh dengan sistem pendidikan di Indonesia. Jadi banyak hal yang harus dipersiapkan.

Jadi berkat izin Allah; “PTU-ACIKITA, Jalan Nyata Menuju Masa Depan Internasional” bukan hanya slogan, tapi alhamdulillah terbukti nyata.

“InsyaAllah kami akan terus berjuang dalam memajukan dan melejitkan generasi muda Indonesia kita. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan atas setiap kesulitan dalam perjuangan di ACIKITA ini. Aamiin YRA.”

Bagi yang berminat join PTU-ACIKITA bisa mengunjungi website ACIKITA (www.acikita.org) atau CP via WA ;81-80-3333-1327.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jumiarti Agus
(Presiden Internasional ACIKITA)

Kobe, Jepang, 1 Oktober 2026

 

Dr Eng Jumiarti Agus, Presiden Internasional ACIKITA. (Foto : Dok)
Post Views: 27
ShareSendShare
Previous Post

Rajo Sampono: Nama Bandara Minangkabau Sudah Final

Next Post

Wabup Dharmasraya Leli Arni Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Next Post
Wabup Dharmasraya Leli Arni Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Wabup Dharmasraya Leli Arni Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,394)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,586)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,223)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,877)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,836)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,205)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,235)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,697)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,666)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,679)

Berita Lainnya

Harga TBS Ambruk, Sultan Minta Pemerintah Beri Kompensasi Ke Petani Sawit

Harga TBS Ambruk, Sultan Minta Pemerintah Beri Kompensasi Ke Petani Sawit

Minggu, 01/5/22 | 08:12 WIB
10

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta...

Nevi Zuairina Minta Himbara Ikut Berkontribusi Kembangkan UMKM

Nevi Zuairina Minta Himbara Ikut Berkontribusi Kembangkan UMKM

Selasa, 15/6/21 | 07:51 WIB
26

Anggota DPR RI Komisi VI, Hj Nevi Zuairina. (Foto : nzvoice) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Anggota DPR RI Komisi VI, Hj...

Kemenag Pasaman Barat Teken Mou dengan Perpustakaan Nasional RI tentang Gerakan Membaca dan Menulis

Kemenag Pasaman Barat Teken Mou dengan Perpustakaan Nasional RI tentang Gerakan Membaca dan Menulis

Selasa, 21/2/23 | 23:07 WIB
16

Penandatanganan MoU antara Kemenag Pasaman Barat dan Perpustakaan Nasional RI. (Foto : gmz) PASAMAN BARAT, AmanMakmur --- Perpustakaan Nasional Republik...

Komite II DPD RI Lakukan Pengawasan UU Sumber Daya Air ke Sumsel

Komite II DPD RI Lakukan Pengawasan UU Sumber Daya Air ke Sumsel

Selasa, 15/6/21 | 07:27 WIB
23

Pertemuan Komite II DPD RI dengan Pemprov Sumsel membahas masalah sumber daya air di Palembang. (Foto : dpd) SUMATERA SELATAN,...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.