
YOGYAKARTA, AmanMakmur —– Bergabungnya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya (UK) dan Irlandia sebagai anggota resmi Muslim Council of Britain (MCB) mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Keanggotaan tersebut menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah karena PCIM Britania Raya dan Irlandia tercatat sebagai organisasi Islam pertama dan satu-satunya dari Indonesia yang menjadi anggota resmi Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB).
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami menyampaikan apresiasi tinggi atas segala ikhtiar dan pengkhidmatan sehingga Muhammadiyah menjadi organisasi Islam pertama dan satu-satunya dari Indonesia yang menjadi anggota resmi Muslim Council of Britain,” ujar Haedar dalam video sambutannya, Jumat (21/8/2026), seperti dilansir muhammadiyah.or.id.
Menurut Haedar, keanggotaan tersebut bukan sekadar capaian kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi Muhammadiyah untuk memperluas kontribusi dan menghadirkan nilai-nilai Islam berkemajuan di tengah masyarakat global.
Ia optimistis keberadaan Muhammadiyah melalui PCIM Britania Raya dan Irlandia dapat memberikan kontribusi nyata, baik bagi komunitas Muslim di Britania Raya maupun bagi masyarakat secara lebih luas.
“Tampilkan Muhammadiyah benar-benar sebagai gerakan Islam wasathiyah, Islam moderat, Islam tengahan yang menampilkan ummatan wasathan litakunu syuhada’a ‘alannas, yakni umat tengahan yang selalu hadir untuk mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan kehidupan dalam menebar Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin,” pesan Haedar.
Lebih lanjut, Haedar menilai kehadiran PCIM Britania Raya dan Irlandia di tengah dinamika masyarakat Muslim setempat dapat menjadi pijakan penting untuk memperluas jangkauan dakwah dan tajdid Muhammadiyah di tingkat internasional.
Untuk itu, ia berpesan agar prinsip-prinsip utama gerakan Muhammadiyah, seperti keteguhan tauhid, pengembangan tajdid dan ijtihad, serta kepedulian sosial, terus diwujudkan melalui kiprah yang nyata.
“Secara khusus, tampilkan pandangan Islam berkemajuan, Islam yang selalu berdiri tegak di atas tauhid yang kokoh. Mengembangkan tajdid dan ijtihad, menampilkan wasathiyah Islam, dan mewujudkan rahmatan lil ‘alamin sebagai karakter dari Islam berkemajuan,” tambahnya.
Haedar berharap kehadiran Muhammadiyah dalam MCB tidak berhenti pada status keanggotaan semata. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kerjasama, dialog antar komunitas, serta kontribusi Muhammadiyah dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkemajuan.
Sebagai informasi, PCIM Britania Raya dan Irlandia akan dijadwalkan melaksanakan pengukuhan PCIM Britania Raya dan Irlandia Periode 2026-2028 sekaligus melakukan penyerahan Sertifikat Keanggotaan Dewan Muslim Inggris pada Sabtu pagi (22/8), pukul 09.00–12.00 BST. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Inggris.
Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam momentum tersebut, di antaranya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq Mughni, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain (MCB) Wajid Akhter, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya, Irlandia, dan IMO, Desra Percaya.
Pengukuhan tersebut diharapkan menjadi penanda semakin kuatnya kiprah Muhammadiyah di Britania Raya sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Muhammadiyah, komunitas Muslim, dan berbagai elemen masyarakat di Inggris. Melalui keanggotaan MCB, Muhammadiyah diharapkan dapat terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memperkuat persaudaraan, serta menebarkan nilai Islam berkemajuan sebagai rahmat bagi semesta.
(R/pp-muhammadiyah)










