• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sabtu, 09/5/26 | 23:39 WIB
in Sastra
0
Riri Satria. (Foto : RS)

Oleh: Riri Satria
(Penyair, Penulis dan Dosen / Komut PT ILCS Pelindo Solusi Digital)

DALAM waktu dekat Jagat Sastra Milenia (JSM), dengan dukungan berbagai pihak akan menyelenggarakan sebuah rangkaian kegiatan berupa kuliah umum, forum diskusi, serta peluncuran buku. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka HUT saya yang ke-56.

Bagi saya, usia bukan sekadar penanda waktu yang terus bergerak, melainkan juga ruang untuk membaca kembali perjalanan gagasan, pengalaman, kegelisahan, dan harapan yang selama ini saya jalani melalui dunia sastra, kebudayaan, serta perkembangan teknologi yang semakin mengubah wajah peradaban manusia.

LihatJuga

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sabtu, 09/5/26 | 23:12 WIB
15
“The End of Our Ramadhan Journey”: Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena-West Sumatra, Indonesian Creator of AI Era, FSM, Literacy Flames Community-West Sumatra, ACC SHILA)

“The End of Our Ramadhan Journey”: Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena-West Sumatra, Indonesian Creator of AI Era, FSM, Literacy Flames Community-West Sumatra, ACC SHILA)

Minggu, 06/4/25 | 20:07 WIB
41
Proses Kreatif Menulis Karya Sastra: Teknologi AI Tak Ada Nilai Etika, Data Cenderung Menyesatkan

Proses Kreatif Menulis Karya Sastra: Teknologi AI Tak Ada Nilai Etika, Data Cenderung Menyesatkan

Minggu, 19/1/25 | 22:38 WIB
26

Pada kuliah umum dan forum diskusi nanti, saya akan membawakan materi berjudul “Deepfake melalui Teknologi Generative AI, Generative Adversarial Network atau GAN, serta Large Language Model atau LLM yang Mengusik atau Mendisrupsi Dunia Sastra”.

Saya melihat perkembangan kecerdasan buatan hari ini bukan lagi sekadar alat bantu teknologi, melainkan telah memasuki wilayah kreatif yang selama ini dianggap sangat manusiawi. Generative AI kini mampu menulis puisi, membuat gambar, membangun simulasi realitas, bahkan menciptakan percakapan yang terasa alami.

Saya merasa dunia sastra sedang menghadapi sebuah perubahan besar, sesuatu yang bukan hanya mengandung ancaman, tetapi juga kemungkinan-kemungkinan baru yang perlu dipahami dengan pikiran terbuka dan sikap reflektif.

Di dalam dunia Generative AI, saya melihat GAN sebagai salah satu metode yang sangat menarik, bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara filosofis. GAN bekerja melalui hubungan dua jaringan yang saling berhadapan: satu menciptakan, satu lagi menguji dan mengkritik hasil ciptaan tersebut. Dari proses saling menantang itulah kualitas hasil menjadi semakin baik dan semakin mendekati realitas.

Saya sering memandang proses ini sebagai metafora kehidupan manusia sendiri, bahwa sesuatu tumbuh dan menjadi lebih matang justru karena diuji dan dipertanyakan.

Sementara itu LLM bergerak di wilayah bahasa. Ia mempelajari miliaran kata dari berbagai sumber dan kemudian menghasilkan teks yang terasa alami. Ketika mesin mulai mampu menulis esai, puisi, artikel, bahkan merespons dengan nuansa emosional tertentu, saya merasa kita sedang berada di tengah sebuah perubahan kebudayaan yang sangat besar.

Dalam kegiatan ini, Insya Allah saya juga akan meluncurkan empat buku, yaitu “Bom Waktu”, “Selesai Tak Usai”, “Teknologi bukan Musuh”, serta “Masa Depan Sastra dan Kecerdasan Buatan”.

Buku “Bom Waktu” merupakan kumpulan seratus puisi pilihan yang lahir dari kegelisahan saya terhadap arah perkembangan peradaban dunia hari ini. Saya melihat dunia bergerak sangat cepat, begitu maju dan memukau, tetapi di balik semua itu saya juga melihat ketimpangan sosial yang semakin terasa, kerusakan lingkungan yang terus terjadi, serta kemanusiaan yang kerap terdesak oleh logika pertumbuhan tanpa jeda.

Saya merasa manusia sedang hidup di atas sesuatu yang sewaktu-waktu dapat meledak, sebuah bom waktu yang sering kali kita simpan bersama tanpa benar-benar kita sadari.

Melalui buku “Selesai Tak Usai”, saya ingin berbagi pengalaman berpikir dan pengalaman menulis, khususnya mengenai dunia esai. Saya ingin menunjukkan bahwa esai bukan sekadar tulisan bebas yang mengalir tanpa arah, melainkan sebuah bentuk yang memiliki karakter, tujuan, dan cara kerja tersendiri.

Buku ini membahas berbagai bentuk esai, mulai dari deskriptif, naratif, reflektif, kontemplatif, argumentatif, hingga bentuk-bentuk yang lebih spesifik seperti advertorial dan sentuhan postmodernis.

Sementara itu buku “Teknologi bukan Musuh” menghimpun tulisan-tulisan saya tentang transformasi digital, kecerdasan buatan, serta berbagai persoalan sosial ekonomi yang menyertainya. Saya selalu percaya bahwa teknologi tidak layak diposisikan sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Justru yang paling penting bagi saya adalah bagaimana manusia memaknai dan mengelola teknologi agar tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Adapun buku “Masa Depan Sastra dan Kecerdasan Buatan” berangkat dari kedekatan batin saya dengan dunia sastra, kebudayaan, dan perkembangan teknologi yang kini bergerak sangat cepat. Saya mencoba membaca kembali sastra bukan hanya sebagai teks, melainkan sebagai cermin zaman dan ruang refleksi manusia.

Tiga dari empat buku tersebut, yaitu “Selesai Tak Usai”, “Teknologi Bukan Musuh”, dan “Masa Depan Sastra dan Kecerdasan Buatan”saya tulis dengan bahasa yang sederhana meskipun membahas persoalan yang tidak sederhana, seperti transformasi digital, kecerdasan buatan, industri 5.0, dan dampak kebudayaannya.

Saya sengaja memilih cara bertutur yang lebih ringan dan komunikatif agar gagasan-gagasan tersebut dapat dibaca dan dipahami oleh masyarakat luas. Melalui buku-buku ini, saya berharap sastra, teknologi, dan kebudayaan dapat terus dipertemukan dalam ruang dialog yang terbuka, kritis, dan tetap berpijak pada kemanusiaan. *)

Post Views: 60
ShareSendShare
Previous Post

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Next Post

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Next Post

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,171)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,371)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,005)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,650)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,640)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,948)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,055)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,480)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,420)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,495)

Berita Lainnya

Ketua DPD RI Dorong Pengolahan Udang Jadi Komoditi Prioritas

Ketua DPD RI Dorong Pengolahan Udang Jadi Komoditi Prioritas

Jumat, 15/1/21 | 17:01 WIB
1

JAKARTA, AmanMakmur.com ---Pemerintah mencanangkan untuk menjadi produsen udang terbesar di dunia. Langkah itu pun mendapat apresiasi Ketua DPD RI AA...

Nevi Zuairina Hadiri HUT ke-16 Padang TV, Takjub Lihat Banyak Kepala Daerah Hadir

Nevi Zuairina Hadiri HUT ke-16 Padang TV, Takjub Lihat Banyak Kepala Daerah Hadir

Senin, 06/3/23 | 23:24 WIB
13

Nevi Zuairina diberi penghormatan menyerahkan piagam kepada Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo yang menerima Best Leader of The...

Meski Padat Agenda Pemilu, KPU Sumbar Sempatkan Berbagi dengan Anak Yatim

Meski Padat Agenda Pemilu, KPU Sumbar Sempatkan Berbagi dengan Anak Yatim

Jumat, 30/12/22 | 00:17 WIB
12

Ketua KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani menyerahkan bantuan untuk anak yatim. (Foto : Nov) PADANG, AmanMakmur.com --- Di tengah kesibukan...

Satu Orang Staf Positif Covid-19, KI Sumbar ‘Lockdown’ Sementara

Satu Orang Staf Positif Covid-19, KI Sumbar ‘Lockdown’ Sementara

Senin, 10/5/21 | 08:44 WIB
61

PADANG, AmanMakmur.com ---Covid-19 semakin bersilantas angan mendera Sumbar, apalagi warga banyak yang madar dan tangkar terapkan protokol kesehatan (prokes) Alhasil...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.