• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Semarak Sastra Cinta Bangsa di Kota Tua Jakarta

Selasa, 26/11/24 | 11:59 WIB
in Sastra
0
Deklamator sedang membacakan puisi. (Foto : Lasman S)

JAKARTA, AmanMakmur — Kota Tua Jakarta pada Sabtu, 23 November 2024 lalu, benar-benar semarak. Ini memang destinasi favorit, terutama bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Pada Sabtu sore itu, suasana Kota Tua Jakarta terasa lebih semarak dari biasanya, karena ada parade baca puisi dan musikalisasi puisi yang asyik untuk dinikmati. Indar dan Beryl dari UI, Salsa dan Aditya dari UNJ.

Pengunjung Kota Tua Jakarta sore itu, memilih posisi mendekat dan menghadap ke Museum Sejarah Jakarta.

LihatJuga

“Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”, Novel Horor Penulis Muda Faaiz yang Mulai Jadi Perbincangan

“Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”, Novel Horor Penulis Muda Faaiz yang Mulai Jadi Perbincangan

Minggu, 24/5/26 | 13:46 WIB
31
Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sabtu, 09/5/26 | 23:39 WIB
6
Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sabtu, 09/5/26 | 23:12 WIB
19

Bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1707 itu, dulu dikenal sebagai Museum Fatahillah. Di bagian atas gedung itu, bisa kita baca tulisan besar: Gouverneurskantoor.

Gedung itu menghadap ke utara, dengan halaman yang luas. Para pengunjung Kota Tua Jakarta leluasa duduk lesehan di halamannya, karena lantainya di-semen dan bersih.

Sabtu sore itu, teras Museum Sejarah Jakarta tersebut dijadikan panggung parade baca puisi dan musikalisasi puisi.

Nasya Indar Pramesti memilih cara lain. Deklamator berbakat dari Universitas Indonesia (UI) itu, mengangkat mik beserta tiangnya ke halaman, hingga posisinya sejajar dengan para pengunjung. Rupanya, ia ingin lebih dekat dengan para penonton, para penikmat sastra sore itu.

Di tubuh semesta tercinta
buku-buku negeriku tersimpan
setiap gunung-gunung dan batunya
padang-padang dan hutan
semua punya suara

Nasya sedang baca puisi. (Foto : Lasman S)

Begitu Nasya Indar Pramesti memulai deklamasinya. Ia membacakan Sajak “Buat Negaraku” karya Kriapur, dengan penuh penghayatan.

Dengan suara bening, ia menggugah perasaan penonton tentang “bangsaku, bangsa dari segala bangsa.”

Karya puisi tersebut membangkitkan kecintaan kita kepada tanah air Indonesia. Kriapur menciptakannya di Solo, Jawa Tengah, tahun 1983.

Di kesempatan yang sama, Salsabila membangkitkan kecintaan kita kepada Indonesia, melalui cerita seorang nenek dan cucunya. Salsabila adalah deklamator berbakat dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). “Kemerdekaan itu memang susah diraihnya,” ujar Salsabila, yang piawai menirukan suara seorang nenek.

Ia pada sore itu membacakan puisi “Seorang Nenek di Hari Proklamasi Kemerdekaan” karya F. Rahardi.

Baca puisi dengan iringan gitar akustik. (Foto : Lasman S)

Dengan gaya bercerita, dengan akting panggung yang meyakinkan, Salsabila membuat para penonton terkesima:

Sambil menggendong cucu
dan mengunyah-ngunyah daun sirih
nenek itu melihat bendera merah putih
berkibar-kibar kena angin
di halaman kantor kelurahan

Salsabila dan Nasya Indar Pramesti benar-benar menggugah rasa kebangsaan kita. Membangkitkan kecintaan kita kepada Indonesia.

Demikian pula halnya dengan Narima Beryl, deklamator dari Universitas Indonesia (U yang membacakan sajak “Berdarah” karya Sutardji Calzoum Bachri.

Begitu juga dengan Aditya Nugroho dari Universitas Negeri Jakarta, yang membacakan “Ziarah Udin” karya Joko Pinurbo.

Ketua Umum Komunitas Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI).Octavianus Masheka bagii-bagi doorprize. (Foto : Lasman S)

Orang Muda Menggugah Cinta Bangsa

Membangkitkan cinta kepada tanah air bersama orang-orang muda, itulah substansi dari parade baca puisi dan musikalisasi puisi di Kota Tua Jakarta tersebut.

“Dengan dibacakan, masyarakat akan lebih leluasa mencerna karya sastra. Kami pilihkan karya-karya yang mudah dipahami, kemudian kami gelar di ruang publik,” tutur Octavianus Masheka, yang menjadi penyelenggara acara itu.

Octavianus Masheka adalah Ketua Umum Komunitas Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI).

Bersama Komunitas TISI, ia sudah 8 kali menggelar parade puisi dan musikalisasi puisi di Kota Tua Jakarta.

Sebagai “prajurit sastra” ia memang getol melakukan regenerasi sastra, dengan menggelar berbagai acara sastra di ruang publik.

Pada Sabtu, 23 November 2024 lalu itu, Octavianus Masheka melibatkan Khansa dan Sopi sebagai Master of Ceremonies (MC). Khansa dan Sopi adalah dua mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Sedang perform. (Foto : Lasman S)

“Dengan menjadi pembawa acara sastra, mudah-mudahan mereka kelak juga mencintai sastra,” ujar Octavianus Masheka.

Untuk menumbuhkan kepercayaan diri orang-orang muda tersebut, Octavianus Masheka melatih mereka.

Adakalanya ia yang datang ke kampus para mahasiswa tersebut. Di lain kesempatan, para mahasiswa itu yang datang untuk berlatih di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat.

Di kesempatan datang ke TIM, Octavianus Masheka juga mengenalkan para mahasiswa itu dengan sejumlah pegiat seni, yang kebetulan juga tengah berkunjung ke TIM.

Dengan demikian, mereka tidak canggung lagi berada di lingkungan para pegiat seni.

Pada Sabtu, 23 November 2024 lalu itu, Octavianus Masheka mengajak orang-orang muda tersebut manggung bersama di Kota Tua Jakarta. Antara lain, bersama Jose Rizal Manua, Imam Ma’arif, Exan Zen, Boyke Sulaiman, Swary Utami, dan pemusikalisasi senior Rinidiyanti Ayahbi.

Para senior ikut baca puisi. (Foto : Lasman S)

“Proses regenerasi dalam sastra, sesungguhnya adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui sastra, kami mengajak orang-orang muda untuk bersama mengasah pikir dan rasa. Setidaknya, hal itu akan menjadi bagian yang positif bagi pembentukan kepribadian mereka,” lanjut Octavianus Masheka.

Dalam konteks regenerasi sastra, Komunitas TISI di kesempatan tersebut, juga menampilkan Mantra Gurindam, pembaca puisi cilik yang masih duduk di Sekolah Dasar. Ia diberi kesempatan satu panggung dengan para seniornya.

Rangkaian acara sastra itu benar-benar memikat pengunjung Kota Tua Jakarta.

Suasana makin semarak, ketika Komunitas TISI menggelar game book war. Para pengunjung berebut menjawab pertanyaan yang diajukan panitia.

Kepada sejumlah pengunjung yang beruntung, Komunitas TISI memberikan hadiah buku dan uang secukupnya untuk sekadar jajan bakso.

Demikian Isson Khairul dari
Persatuan Penulis Indonesia (PPI) yang disampaikan di Jakarta, Senin, 25 November 2024.

 

(Lasman Simanjuntak)

Post Views: 200
ShareSendShare
Previous Post

Masuk 10 Besar Desa Inklusif, Nagari Parik Panjang Jadi Finalis “UNESA Village Award 2024”

Next Post

Anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty Dukung Tingkatkan Kualitas Pasar Tradisional dan Pemberdayaan UMKM

Next Post
Anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty Dukung Tingkatkan Kualitas Pasar Tradisional dan Pemberdayaan UMKM

Anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty Dukung Tingkatkan Kualitas Pasar Tradisional dan Pemberdayaan UMKM

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,184)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,382)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,022)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,666)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,648)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,965)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,066)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,499)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,434)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,507)

Berita Lainnya

Bupati Agam Andri Warman: Terima Kasih PMI dan Pak JK

Bupati Agam Andri Warman: Terima Kasih PMI dan Pak JK

Rabu, 15/5/24 | 11:26 WIB
16

Bupati Agam Andri Warman dan Ketua PMI Jusuf Kalla tinjau lokasi bencana. (Foto : amc) AGAM, AmanMakmur ---Bupati Agam Andri...

Hari Anak Nasional, Fahira Idris: Momentum Wujudkan Kampung Layak Anak

Hari Anak Nasional, Fahira Idris: Momentum Wujudkan Kampung Layak Anak

Senin, 25/7/22 | 04:50 WIB
12

Fahira Idris, Anggota DPD RI yang juga Pemerhati Anak. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Di tengah masih maraknya kekerasan...

Beberapa Pihak Berkolaborasi Gelar Festival Qasidah se-Tanah Datar

Beberapa Pihak Berkolaborasi Gelar Festival Qasidah se-Tanah Datar

Jumat, 08/12/23 | 19:06 WIB
51

Pelaksana dan peserta Festival Qasidah se-Tanah Datar berfoto bersama. (Foto : Feri Maulana) TANAH DATAR, Aman Makmur ---Semarak Festival Pesona...

Alumni Muhammadiyah Paraman Pimpin PDM Padang Sidempuan Periode 2022-2027

Alumni Muhammadiyah Paraman Pimpin PDM Padang Sidempuan Periode 2022-2027

Kamis, 15/6/23 | 21:15 WIB
16

Anhar Nasution, alumni Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah (MTs-MA) Kecabangan Muhammadiyah Paraman Ampalu, Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. (Foto :...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.