• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Puisi Pulo Lasman Simanjuntak Jadi Repertoire Kompetisi Piano Nusantara Plus 2024 dan ASA 2025

Minggu, 10/11/24 | 11:23 WIB
in Sastra
0
Informasi mengenai acarMompetisi Oiano Nusantara Pkus. (Foto Lasman Simanjuntak)

JAKARTA, AmanMakmur —Kompetisi Piano Nusantara Plus ( KPN+ ) telah berlangsung di Depok, Medan, Bandung, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Palembang, serta pada 7 Desember 2024 mendatang akan berlangsung di Jakarta.

KPN + telah menorehkan sejarah baru dalam perkawinan sastra dan musik klasik, genre tembang puitik.

Kompetisi musik klasik yang digagas oleh Komponis dan Pianis Ananda Sukarlan ini sebetulnya telah dimulai sebelum pandemi dengan nama Kompetisi Piano Nusantara.

LihatJuga

Menikmati 2 Patung Kayu Karya Irwanto Seroja

Menikmati 2 Patung Kayu Karya Irwanto Seroja

Senin, 22/6/26 | 12:28 WIB
6
Penyair Iyut Fitra dari Payakumbuh Merambah Dunia Sastra Nasional dan Internasional

Penyair Iyut Fitra dari Payakumbuh Merambah Dunia Sastra Nasional dan Internasional

Sabtu, 20/6/26 | 17:51 WIB
16
“Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”, Novel Horor Penulis Muda Faaiz yang Mulai Jadi Perbincangan

“Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”, Novel Horor Penulis Muda Faaiz yang Mulai Jadi Perbincangan

Minggu, 24/5/26 | 13:46 WIB
44

Namun, sempat vakum sejak 2020 dan tahun ini dimulai lagi, ditambah kata “plus” karena bukan hanya untuk piano, tapi untuk semua instrumen termasuk vokal klasik.

“Para vokalis (soprano, tenor, bariton-red) dapat bebas memilih karya tembang puitik berdasarkan puisi para penyair Indonesia yang cocok untuk karakter dan teknik vokal mereka,” ujar Ananda Sukarlan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/11/2024).

Dijelaskannya, untuk mengikuti babak semi final di Jakarta 7 Desember nanti, para vokalis dapat memilih tembang puitik dari kumpulan partitur Tembang Puitik Ananda Sukarlan.

“Termasuk jilid ke-9 yang baru terbit minggu ini yang berisi 20 puisi antara lain Pulo Lasman Simanjuntak, Idrus Shahab, Effendi Kadarisman, Shantined, Sihar Ramses Simatupang, D. Zawawi Imron, Joshua Igho, Hilmi Faiq atau Kurnia Effendi, sebagai bahan untuk menunjukkan kedalaman ekspresi, kematangan musikalitas dan kemampuan teknik vokalnya untuk merebut kejuaraan KPN+,” ucapnya.

Pendaftaran untuk babak semi final terakhir di Jakarta telah ditutup dengan jumlah 60 peserta, baik pianis, instrumen lain maupun vokalis.

Total sudah ada lebih dari 350 peserta dari 8 kota. Sebuah angka yang sangat mengejutkan dan membanggakan untuk genre musik klasik yang kelihatannya masih cukup “marginal” di Indonesia.

Dari babak semifinal di Jakarta nanti akan dipilih maksimum 20 peserta yang berhak mengikuti babak final hari berikutnya, 8 Desember di tempat yang sama, yaitu auditorium Institut Francais d’Indonesie (IFI).

Para pemenang dari babak final ini akan berkompetisi memperebutkan tempat di Ananda Sukarlan Award, kompetisi musik klasik paling prestisius di Indonesia pada Juli 2025.

Karya-karya ini, bersama dengan semua tembang puitik di volume 5-8 yang telah terbit beberapa tahun lalu dapat dipilih untuk menjadi repertoire di kompetisi Ananda Sukarlan Award 2025, tentunya di kategori Tembang Puitik, bulan Juli 2025 nanti.

Kompetisi ini telah melahirkan para vokalis klasik paling terkemuka di Indonesia saat ini, seperti Isyana Sarasvati, Pepita Salim, Mariska Setiawan dan Nikodemus Lukas (dalam dunia pop menggunakan nama Nick Lucas).

Vokalis pemenang kompetisi ini akan mendapatkan beasiswa untuk kursus musim panas (summercourse) di tahun 2026 ke Eropa.

Tapi sementara menunggu ASA Juli 2025, para pemenang ini akan ditampilkan di berbagai konser Ananda Sukarlan sejak Desember 2024 sampai Juni 2025.

Leaflet acara. (Foto : Lasman Simanjuntak)

Untuk kategori Tembang Puitik di ASA 2025, ada satu syarat yang telah direvisi oleh Ananda Sukarlan sendiri : para penyanyi tingkat profesional (18 tahun ke atas) harus menyanyikan 3 (tiga) lagu dari 3 penyair Indonesia yang berbeda (selain lagu klasik “barat” seperti karya Franz Schubert, Gabriel Faure, Andre Previn dan komponis “Barat” lainnya).

Perubahan ini disebabkan banyaknya penyanyi yang memiliki “penyair favorit” (terutama Sapardi Djoko Damono atau Joko Pinurbo) di edisi-edisi sebelumnya yang menyanyikan semua lagunya dari penyair yang sama.

Revisi “3 penyair yang berbeda” ini memberi kesempatan kepada mereka untuk mengeksplorasi karya-karya penyair lain, bahkan dari nama-nama yang jarang bahkan belum pernah mereka dengar sebelumnya, termasuk para penyair muda.

Ananda Sukarlan sendiri akan memberikan masterclass untuk semua instrumen ataupun vokal klasik sebelum acara puncak KPN+ : 24 November di Depok (KITA Anak Negeri) dan 1 Desember di Jakarta (Sekolah Piano and Co. yang didirikan oleh pianis Angelica Liviana).

Tahun depan, Kompetisi Piano Nusantara Plus membuka kesempatan untuk para pegiat seni musik klasik di luar kota Jakarta untuk menjadi mitra lokal untuk pelaksanaan Kompetisi Piano Nusantara Plus 2025 dan menjadi bagian dari keluarga KPN+ .

Terutama untuk kota-kota yang belum pernah diadakan kompetisi musik klasik, ini adalah kesempatan untuk menoreh sejarah sebagai penyelenggara pertama kompetisi musik klasik di kota itu.

Nama besar Ananda Sukarlan diharapkan bisa menjadi magnet yang kuat untuk menarik calon peserta di berbagai daerah yang belum terekspos kegiatan musik klasiknya. Palembang, Depok dan Bekasi,
telah membuktikan, bagaimana kota-kota yang musik klasik kelihatannya belum eksis, ternyata diikutsertai oleh lebih dari 60 peserta di tiap kota, dan untuk Palembang bahkan memecahkan rekor jumlah peserta dengan 119 peserta.

Terinspirasi oleh Puisi

Komponis dan pianis Ananda Sukarlan pun menekankan bahwa bukan hanya kuantitas, tapi kualitas peserta pun cukup baik dan bisa bertanding dengan para finalis dari kota-kota lain di Jakarta 8 Desember nanti.

Sejak masa kuliahnya di Royal Conservatory of Music di Den Haag hingga saat ini, Ananda Sukarlan sering terinspirasi oleh puisi dalam berbagai bahasa untuk dijadikan “art song”, atau istilah Indonesianya “Tembang Puitik” dalam bahasa Spanyol, Inggris dan Indonesia.

Karena kuantitas dan kualitas ratusan tembang puitik ini, Ananda bisa dianggap sebagai tokoh paling terkemuka dalam genre musik ini (baca https://bekasiana.com/listing/ananda-sukarlan-tokoh-tembang-puitik-indonesia/ )

Sampai saat ini sudah lebih dari 500 tembang puitik ia ciptakan sejak akhir dekade 1980-an sampai sekarang.

Dan, telah dinyanyikan oleh ratusan, mungkin ribuan vokalis klasik di seluruh dunia serta menjadi bahan riset untuk tesis dan disertasi di berbagai universitas.

(Lasman Simanjuntak)

Post Views: 439
ShareSendShare
Previous Post

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Bacakan Puisi “Kupu-Kupu di Dalam Buku” Karya Taufiq Ismail

Next Post

Menuju Net Zero Emission 2060, Wamen PU Diana Tekankan Pentingnya Smart Vertical Housing

Next Post
Menuju Net Zero Emission 2060, Wamen PU Diana Tekankan Pentingnya Smart Vertical Housing

Menuju Net Zero Emission 2060, Wamen PU Diana Tekankan Pentingnya Smart Vertical Housing

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,236)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,422)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,063)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,718)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,688)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,017)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,103)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,544)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,492)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,548)

Berita Lainnya

Pemprov DKI Gelar Mudik Gratis, Fahira Idris: Jangan Abai Prokes

Pemprov DKI Gelar Mudik Gratis, Fahira Idris: Jangan Abai Prokes

Kamis, 21/4/22 | 06:51 WIB
15

Fahira Idris, Anggota DPD RI yang juga Senator DKI Jakarta. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Setelah dua tahun absen menggelar...

LaNyalla Minta Pemprov Jatim Siapkan Langkah Konkret Atasi Pengangguran

LaNyalla Minta Pemprov Jatim Siapkan Langkah Konkret Atasi Pengangguran

Senin, 08/11/21 | 14:14 WIB
15

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com--- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, prihatin...

Ketua DPD RI: Mitigasi Kunci Utama Penanggulangan Bencana Alam

Ketua DPD RI: Mitigasi Kunci Utama Penanggulangan Bencana Alam

Selasa, 18/5/21 | 06:59 WIB
15

JAKARTA, AmanMakmur.com ---Indonesia termasuk negara yang rawan terhadap bencana. Oleh karena itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai...

Setjen DPD RI Luncurkan Aplikasi SIMANTAP

Setjen DPD RI Luncurkan Aplikasi SIMANTAP

Senin, 25/4/22 | 13:42 WIB
20

Sekjen Rahman Hadi saat membuka kegiatan sosialisasi SIMANTAP yang didampingi Deputi Bidang Persidangan Sefti Ramsiaty, di Gedung DPD RI Komplek...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.