
PASAMAN BARAT, AmanMakmur— Mengingat musim hujan menimpa Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) semenjak beberapa hari terakhir, akibatnya terjadi bencana alam, seperti banjir dan longsor, terutama di kawasan rawan bencana.
Pasbar memiliki 11 kecamatan, 93 nagari dengan kondisi geografis pegunungan (perbukitan) dataran dan pantai. Selain di Kecamatan Kinali, Sasak Ranah Pasisir, Parit Koto Balingka, dan Kecamatan Sungai Beremas berada di kawasan pesisir pantai barat Sumatera.
Lokasi yang berbeda di kawasan perbukitan dan rawan longsor atau galodo dan bencana alam lain di sebagian Kecamatan Kinali, Pasaman, Talamau, Gunung Tuleh, Parit Koto Balingka, dan Kecamatan Ranah Batahan.
Menyikapi kondisi itu, Polres Pasbar bersama bersama jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Kecamatan Lembah Melintang, menggelar tanggap bencana. Di antara tugas pokok yang dilakukan tim adalah, memantau lokasi ketinggian air di kawasan pemukiman warga, dan sebagainya.
Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di wilayah Pasbar dan sekitarnya misalnya, mengakibatkan debit air di beberapa aliran sungai yang membentang di wilayah Pasbar mengalami peningkatan hingga meluap ke badan jalan serta pemukiman warga.
Kapolres Pasbar Agung Basuki ingatkan seluruh Kapolsek dan jajaran memantau keadaan di wilayah masing-masing, guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa dan korban materil dalam bencana banjir.
Seperti yang dilakukan jajaran Polsek Lembah Melintang, dimana Kapolsek Zulfikar minta tim Bhabinkamtibmas Nagari Ujung Gading Musliadi Indra bersama Babinsa Koramil 06/Ujung Gading Hendri, Walinagari Koto Sawah Budi Santosa, Bidan Desa Elektro Lina, Sekna Nagari Ujung Gading Yunaldi bersama Kepala Jorong Koto Sawah Khairul Nasrulloh, turun ke lapangan.
Dari hasil pemantauan, debit air Sungai Batang Sikabau, Kecamatan Parit Koto Balingka meluap dan menggenangi areal pemukiman penduduk serta sebagian badan jalan di Jorong Koto Sawah.
“Tolong tingkatkan kewaspadaan, amankan barang-barang berharga dan hewan ternak, sementara hindari penggunaan peralatan yang menggunakan aliran listrik, untuk mengantispasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pesan Bhabinkamtibmas.
Agung Basuki, melalui Kapolsek Lembah Melintang Zulfikar, minta jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Lembah Melintang sesering mungkin melakukan pemantauan di nagari binaan, berkomunikasi aktif dengan pihak pemerintah nagari guna mengetahui setiap perkembangan yang terjadi. Memantau ketinggian air sungai di wilayahnya.
“Seperti saat ini, kami perintahkan semua tim Bhabinkamtibmas Polsek Lembah Melintang mencek situasi setiap nagari binaan. Sebagai bentuk kepedulian Polri, khususnya Polres Pasbar dan Polsek selalu peduli dan tanggap bencana”, ingat Zulfikar.
Dari hasil pemantauan yang dimulai pada pukul 09.00 Wib tersebut, belum ada warga yang mengungsi, rata-rata ketinggian air yang berada di pemukiman warga Banjar Bahal, Nagari Koto Sawah Ujung Gading sekitar 20 sentimeter yang menggenangi 10 unit rumah, sampai berita ini diturunkan, situasi masih aman dan kondusif.
(gmz)











