• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

LaNyalla: Banjir Informasi Bikin Masyarakat Abai Berbangsa dan Bernegara  

Jumat, 11/11/22 | 18:49 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd)

JAWA TENGAH, AmanMakmur.com –— Derasnya arus informasi melalui gadget dinilai Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti turut memengaruhi pola pikir masyarakat. Akibatnya, masyarakat Indonesia semakin tidak berpikir jernih dalam memandang persoalan kebangsaan dan kenegaraan.

Hal itu disampaikan LaNyalla secara virtual dari Semarang pada Diskusi Panel Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), yang digelar di Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Tema yang diangkat adalah “Peran Citizen Journalist dalam Mewujudkan Dunia yang Aman, Damai dan Harmonis”.

LihatJuga

Bupati Eka Putra Kunjungi Kontingen Kwarcab 0304 Tanah Datar di Arena Jamnas XII Cibubur

Bupati Eka Putra Kunjungi Kontingen Kwarcab 0304 Tanah Datar di Arena Jamnas XII Cibubur

Jumat, 21/8/26 | 17:39 WIB
3
PPPK Guru Beralih ke Pusat, Senator Sewitri Minta Transisi Berjalan Tanpa Hambatan

PPPK Guru Beralih ke Pusat, Senator Sewitri Minta Transisi Berjalan Tanpa Hambatan

Jumat, 21/8/26 | 17:28 WIB
2
Universitas Adzkia Go Internasional, Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Prince of Songkla University Thailand

Universitas Adzkia Go Internasional, Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Prince of Songkla University Thailand

Kamis, 20/8/26 | 22:26 WIB
12

Dalam pemaparannya, LaNyalla menyitir buku berjudul “Dunia Yang Dilipat” yang ditulis Yasraf A. Piliang. Buku tersebut menyebutkan jika abad informasi adalah abad yang padat komunikasi, tetapi miskin kontemplasi. Sarat informasi, tetapi tumpul refleksi. Penuh seduksi tetapi sulit meditasi.

“Dan hal itu telah saya buktikan sendiri, ketika saya berkeliling Indonesia, banyak sekali masyarakat yang belum menyadari bahwa bangsa ini telah terpisah dari Norma Hukum Tertinggi, yaitu Pancasila. Hal ini terjadi setelah dilakukan perubahan konstitusi pada tahun 1999 hingga 2002,” katanya.

Menurut Senator asal Jawa Timur itu, banyak yang tidak tahu jika 95 persen isi dari Pasal-Pasal Undang-Undang Dasar 1945 naskah asli telah berubah.

Bahkan, lebih banyak yang tidak tahu jika isi dari pasal-pasal baru itu justru menjabarkan ideologi asing, yaitu Individualisme dan Liberalisme. Akibatnya, Indonesia perlahan tapi pasti semakin liberal, sekuler dan kapitalistik.

“Inilah akibat dari kesibukan kita berenang di arus informasi hiruk pikuk yang tidak fundamental. Yang membuat kita semakin sulit melakukan kontemplasi, refleksi dan perenungan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, LaNyalla berharap PPWI mampu menjebol kejumudan tersebut. Caranya dengan memulai penulisan-penulisan persoalan yang fundamental. “Karena hal itu menjadi tugas besar bangsa ini untuk menyongsong perubahan global yang terjadi,” tukas dia.

Berkaitan dengan Citizen Journalist sesuai tema yang diangkat PPWI, LaNyalla menyampaikan adanya teori dasar jurnalisme yang harus dipegang oleh siapapun yang melakukan praktik jurnalistik.

“Pada prinsipnya, jurnalis warga merupakan kegiatan jurnalistik dari warga oleh warga dan untuk warga. Tetapi karena mengandung kata “jurnalis” dipastikan harus terjadi proses pengumpulan, analisa, pelaporan, serta penyebaran berita dan informasi. Dengan memenuhi teori dasar jurnalisme,” ujarnya.

Teori dasar pertama, kata LaNyalla, harus memisahkan dengan tegas antara fakta dan opini. Karena berita adalah berita, dan opini adalah opini.

“Masih sering karya jurnalistik warga yang bermuatan opini pribadi, yang bahkan bersifat menghakimi atau trial by the press. Dimana hal itu jelas dilarang dalam kode etik media mainstream,” papar dia.

“Terutama dalam membuat berita aktivitas politik. Kerap ada distorsi kepentingan atau kelompok yang mempengaruhi pilihan narasi kalimat. Sehingga kerap terdengar kalimat-kalimat yang bernada pujian berlebihan, atau sebaliknya, sinisme dan sarkasme,” imbuhnya.

Yang kedua, kata LaNyalla, masih sering dijumpai karya jurnalisme warga yang tidak memenuhi unsur dasar dari jurnalisme,  yaitu 5 W dan 1 H. Misalnya tidak menyebut dengan detail dimana peristiwa itu terjadi. Atau kapan, atau siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Artinya masih terjadi kekurangan dalam proses pengumpulan, analisa dan pelaporan karya. Hal-hal kecil tetapi mendasar ini turut menyumbang peran yang sangat besar, bila kita ingin mewujudkan dunia yang aman, damai dan harmonis, melalui karya jurnalisme warga,” paparnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 264
ShareSendShare
Previous Post

Ketua DPD RI: Hadapi Masa Depan, Indonesia Harus Lakukan Reposisi dan Perkuat Keunggulan 

Next Post

Senator Saleh Muhammad Aldjufri Meninggal Dunia, DPD RI Kehilangan Pejuang Daerah

Next Post
Senator Saleh Muhammad Aldjufri Meninggal Dunia, DPD RI Kehilangan Pejuang Daerah

Senator Saleh Muhammad Aldjufri Meninggal Dunia, DPD RI Kehilangan Pejuang Daerah

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,327)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,517)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,155)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,799)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,776)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,130)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,172)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,630)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,584)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,623)

Berita Lainnya

“Parade Baca Puisi Karya Upita Agustine”, Eka Teresia: Bundo Raudha Jadi Panutan dan Inspirasi Bagi Perempuan Minang

“Parade Baca Puisi Karya Upita Agustine”, Eka Teresia: Bundo Raudha Jadi Panutan dan Inspirasi Bagi Perempuan Minang

Selasa, 15/10/24 | 09:52 WIB
32

Eka Teresia, SPd, MM, Penyala Literasi Nasional dan juga guru SMKN 6 Padang. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur ---Eka Teresia,...

Musfi Yendra dan Istri Terima Penghargaan Ayah-Bunda GenRe Sumbar 2023

Musfi Yendra dan Istri Terima Penghargaan Ayah-Bunda GenRe Sumbar 2023

Minggu, 30/7/23 | 12:50 WIB
5

Musfi Yendra dan Syafitri Ikhnas terima penghargaan Ayah-Bunda Generasi Berencana (Ayah-Bunda GenRe) Tahun 2023 dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional...

Ketua DPD RI Minta Pemkab Majene Antisipasi Longsor di Poros Jalan Majene-Mamuju

Ketua DPD RI Minta Pemkab Majene Antisipasi Longsor di Poros Jalan Majene-Mamuju

Minggu, 30/5/21 | 13:58 WIB
8

Ketua DPD RI saat mengunjungi Kantor Perwakilan DPD RI di jalan Ahmad Yani, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (30/5). (Foto :...

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Senator Al Hidayat Samsu: Kebijakan Tergesa-gesa yang Mengorbankan Rakyat Kecil

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Senator Al Hidayat Samsu: Kebijakan Tergesa-gesa yang Mengorbankan Rakyat Kecil

Selasa, 04/2/25 | 17:30 WIB
19

Senator asal Sulawesi Selatan, Al Hidayat Samsu. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi di...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.