• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

LaNyalla: Memaksimalkan PNBP Lebih Tepat untuk Indonesia  

Sabtu, 22/10/22 | 02:37 WIB
in Berita
0
LaNyalla jadi pembicara di acara Seminar Nasional tentang Kebangsaan dan Entrepreneurship yang digelar Universitas Islam Malang (Unisma). (Foto : dpd)

JAWA TIMUR, AmanMakmur.com — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai Indonesia lebih tepat mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk tumpuan utama APBN, ketimbang pajak dari rakyat.

“Kenapa tepat? Karena Indonesia adalah negara yang kaya raya dengan keunggulan komparatif Sumber Daya Alam (SDA), biodiversity hutan dan Iklim yang mendukung untuk menjadi lumbung pangan. Juga sumber kekayaan laut yang potensinya luar biasa,” ujar LaNyalla, dalam Seminar Nasional tentang Kebangsaan dan Entrepreneurship di Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (21/10/2022),

Menurutnya, hal itu sesuai juga dengan konsep yang disusun para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pasal 33 naskah Asli Undang-Undang Dasar 1945 beserta Penjelasannya, sebelum dilakukan perubahan Konstitusi pada periode 1999 hingga 2002.

LihatJuga

Ketua Macab LMP Padang Pariaman Dukung Penuh Pelaksanaan Rapimnas LMP 2026

Ketua Macab LMP Padang Pariaman Dukung Penuh Pelaksanaan Rapimnas LMP 2026

Sabtu, 13/6/26 | 21:20 WIB
5
Bupati Solok dan Tanah Datar Sepakati Langkah Bersama Selesaikan Konflik Batas Wilayah

Bupati Solok dan Tanah Datar Sepakati Langkah Bersama Selesaikan Konflik Batas Wilayah

Sabtu, 13/6/26 | 16:03 WIB
3
Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Rabu, 10/6/26 | 23:11 WIB
36

“Mereka sangat menyadari Indonesia memiliki keunggulan komparatif sehingga sangat tepat bila konstitusi memerintahkan agar negara menguasai bumi air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya, serta mengelola cabang-cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak,” katanya.

Artinya, lanjut LaNyalla, mekanisme ekonomi jangan diserahkan kepada mekanisme pasar. Supaya tidak memperkaya orang per orang pemilik modal, termasuk modal asing.

Konsep pertumbuhan ekonomi atau mazhab ekonomi yang mengandalkan pemasukan negara dari Pajak Rakyat atas Pendapatan Domestik Bruto hanya tepat bagi negara seperti Amerika Serikat.

“Di sana terdapat ratusan perusahaan raksasa dunia yang dimiliki warga Amerika dan berkantor pusat di Amerika. Sehingga pajak yang mereka kontribusikan juga besar ke dalam neraca APBN negara tersebut,” imbuhnya.

Begitu pula industri lainnya, seperti industri film Hollywood yang sampai hari ini mampu mencetak laba miliaran US Dolar dari monetize royalty atas pemutaran film-film produksi mereka di ratusan negara di dunia. Dan industri-industri lainnya. Termasuk farmasi dan obat-obatan serta industri militer serta industri besar lainnya.

Mantan Ketua Kadin Jatim itu menjelaskan, semua negara mulai menyiapkan reposisi untuk menyongsong masa depan. Seharusnya Indonesia juga melakukan sesuai based on keunggulan masing-masing.

LaNyalla mencontohkan Korea Selatan sudah me-launching posisi masa depan sebagai negara industri senjata dan alat berat di Asia. Arab Saudi punya Saudi Vision 2030. Bahkan Uni Emirat Arab konsisten dengan membangun ikon yang menjadi magnet dunia. Mereka sekarang sedang menyiapkan membangun; Replika Bulan di Dubai. Lalu Tiongkok sudah memulai proyek menyulap kawasan gurun mereka menjadi hijau. Gurun yang bisa ditanami.

“Sekarang pertanyaannya, lantas Indonesia harus menyiapkan apa? Darimana duitnya jika APBN saja masih harus ditutup dengan utang? Ini karena negara dengan keunggulan komparatif seperti Indonesia malah melakukan copy paste sistem ekonomi yang diterapkan negara dengan keunggulan kompetitif,” papar dia.

Oleh karena itu, LaNyalla yakin jika Indonesia kembali mengikuti Peta Jalan yang sudah disusun para pendiri bangsa, terutama Sistem Ekonomi yang memastikan negara berdaulat atas kekayaan alamnya. Maka Indonesia akan mempunyai kemampuan untuk menyiapkan diri menghadapi perubahan global di depan mata.

“Kita harus kembali kepada Pancasila. Naskah asli Undang-Undang Dasar 1945 memang mutlak untuk disempurnakan, agar kita tidak mengulangi praktik penyimpangan di era Orde Lama dan Orde Baru. Tetapi bukan mengganti sistem demokrasi dan sistem ekonomi Indonesia dengan melakukan copy paste sistem Demokrasi Liberal dan sistem Ekonomi pasar bebas yang kapitalistik,” ujar dia.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor 3 Unisma, Dr Ir Badat Muwahid, MP mewakili Rektor Unisma, Para Dekan, dosen dan ratusan mahasiswa Unisma. Sementara Ketua DPD RI datang bersama Ketua Kadin Provinsi Jawa Timur, Adik Dwi Putranto.

(Rel/dpd)

Post Views: 333
ShareSendShare
Previous Post

Pembina PKDP Aciak Suhatri Bur Sambut Baik Majunya Boiziardi AS ke DPD RI

Next Post

Independensi Lembaga Survei Politik Diragukan, Sultan Minta BRIN Tampil Sebagai Referensi Politik Masyarakat

Next Post
Independensi Lembaga Survei Politik Diragukan, Sultan Minta BRIN Tampil Sebagai Referensi Politik Masyarakat

Independensi Lembaga Survei Politik Diragukan, Sultan Minta BRIN Tampil Sebagai Referensi Politik Masyarakat

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,213)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,407)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,047)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,693)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,675)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,997)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,086)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,528)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,463)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,529)

Berita Lainnya

Ketua DPD RI Minta Aturan Baru Perjalanan Luar Negeri Tidak Membingungkan

Ketua DPD RI Minta Aturan Baru Perjalanan Luar Negeri Tidak Membingungkan

Selasa, 08/2/22 | 09:44 WIB
24

Ketua DPD RI AA, LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com---Ketua DPD RI AA, LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta kebijakan...

Anggota DPD RI Abdul Hakim Minta Penggunaan Dana Desa Harus Tepat Sasaran

Anggota DPD RI Abdul Hakim Minta Penggunaan Dana Desa Harus Tepat Sasaran

Kamis, 24/6/21 | 01:29 WIB
14

Anggota DPD RI asal Lampung, Abdul Hakim (dua dari kiri) jadi narasumber dalam workshop mengenai penggunaan dana desa di Lampung....

Lagi, Alumni Akpol 92 Serahkan Bansos untuk Masyarakat

Lagi, Alumni Akpol 92 Serahkan Bansos untuk Masyarakat

Senin, 30/8/21 | 10:23 WIB
9

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto serahkan bantuan. (Foto : Nov) PADANG, AmanMakmur.com ---Alumni Akademi Kepolisian (Akpol)...

Senator Fahira Idris: Aktualisasi 4 Pilar MPR, Pemulihan Ekonomi dan Pilpres 2024 Jadi Isu Penting

Senator Fahira Idris: Aktualisasi 4 Pilar MPR, Pemulihan Ekonomi dan Pilpres 2024 Jadi Isu Penting

Senin, 18/4/22 | 06:00 WIB
18

Senator asal DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Walau hajatan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2024 masih...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.