
PADANG, AmanMakmur.com –Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka secara resmi pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas VII) Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) di salah satu hotel di Kota Padang, Rabu (25/5) malam.
Ketua Pelaksana Munas VII Gebu Minang, Fadly Amran Dt. Paduko Malano dalam laporannya menyampaikan jumlah peserta 300 orang, dan juga diramaikan 200 orang peninjau.
“Sebanyak 500 perantau hadir di Ranah Minang. Ini hal yang luar biasa sesuai dengan tema yang kita usung, yakni, Ranah dan Rantau Bersinergi,” ujarnya.
Peserta, tambah Fadly Amran yang juga Ketua DPW Gebu Minang Sumbar ini, berasal dari 20 DPW (Provinsi) dan 80 DPD (kabupaten/kota), yang tersebar dari seluruh pelosok nusantara.
Dia menjelaskan, Munas kali ini juga memberi ruang kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produknya selama Munas VII berlangsung.
Dia tambahkan, pada Munas VII juga memberi bantuan dalam bentuk gerobak pada pedagang kecil.
Fadly Amran berterima kasih pada Gubernur Sumbar, Forkompinda dan semua pihak hingga kegiatan berlangsung dengan sangat meriah.
Sementara Gubernur Sumbar Mahyeldi menyambut baik pelaksanaan Munas VII di Kota Padang. “Kalau bisa Munas ini diadakan di Sumbar sekali sebulan,” ujar Mahyeldi.
Gubernur juga mengapresiasi kehadiran perantau yang selalu berperan serta membangun Ranah Minang.
Disampaikan juga, sektor pariwisata di Sumbar terus berkembang. Bahkan, kunjungan wisatawan terus meningkat sampai 600 persen.
Dia mengaku kehadiran perantau dalam menghadiri Munas VII sebagai bukti kecintaan pada kampung halaman.
Sementara, Wakil Ketua Umum
(Waketum) Gebu Minang Irjen Pol (Purn) Marwan Paris menyampaikan pada agenda Munas VII ini juga membahas implementasi penegakan hukum. Sebagai langkah konkret juga dilakukan penandatanganan MoU antara Gebu Minang dengan Kapolda Sumbar.
Dilanjutkankan pembukaan Munas VII secara resmi oleh Oesman Sapta Odang (OSO) secara virtual. OSO tidak bisa hadir lantaran menderita sakit.
Pembukaan Munas VII benar-benar berlangsung meriah. Apalagi puluhan penari ikut menghibur para peserta dan undangan. Sebelumnya, juga ada penyampaian kilas balik lahirnya Gebu Minang oleh Prof Emil Salim yang dilakukan secara virtual.
Sejumlah Caketum Mencuat
Sejumlah tokoh disebut-sebut akan ikut meramaikan bursa pemilihan calon ketua umum (caketum) Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) periode 2022-2027. Pemilihan akan berlangsung dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII yang berlangsung Rabu hingga Jumat (25-28/5).
Steering Committee (SC) Munas VII Gebu Minang Alirman Sori mengakui hal itu, meskipun hingga saat ini belum memasuki proses pencalonan.
“Ada sejumlah tokoh yang disebut-sebut akan ikut maju dalam bursa pencalonan nanti, karena memang agenda utama Munas ini adalah pemilihan ketua umum untuk periode mendatang,” kata Alirman.
Dia mengungkapkan, beberapa nama yang sudah menjadi “buah bibir”, antara lain Oesman Sapta Odang (OSO) yang merupakan ketua umum saat ini. Kemudian ada nama Marwan Paris yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum DPP Gebu Minang. Hingga nama Ketua DPW Gebu Minang Provinsi Sumbar Fadly Amran pun tak luput dari lirikan peserta Munas.
“Seluruhnya berpotensi namun di Gebu Minang, tidak ada kubu-kubu yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Siapa yang terpilih itulah yang terbaik dan akan didukung dalam menjalankan roda organisasi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, prosesi pemilihan akan didahului oleh rapat pleno untuk menyusun tata cara pemilihan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemungutan dan penghitungan suara. Semua itu diagendakan pada hari terakhir Munas.
Sementara Wakil Ketua Umun DPP Gebu Minang Marwan Paris mengungkapkan, prosesi pergantian kepengurusan adalah suatu hal yang lumrah dalam suatu organisasi. Sepanjang sejarah Gebu Minang, pergantian kepengurusan belum pernah muncul konflik karena perbedaan pendapat.
“Awalnya dulu disebut Musyawarah Besar (Mubes), sudah enam kali, ini yang ketujuh belum ada gesekan soal pergantian, Gebu Minang tetap dalam koridor dengan tujuan utamanya menjadi pendorong pergerakan ekonomi salam sinergi ranah dan rantau,” ujarnya.
Dia menegaskan, soliditas yang kokoh menjadi kekuatan dalam membesarkan Gebu Minang sebagai organisasi tempat berhimpunnya para tokoh Minang dari berbagai latar belakang profesi, baik yang di kampung maupun di perantauan.
Organizing Committee (OC) Munas VII Gebu Minang Fadly Amran menyebutkan, Munas yang akan berlangsung selama tiga hari itu mengusung sejumlah agenda, selain pemilihan ketua umum sebagai agenda utama. Pembukaan akan diisi dengan berbagai pertunjukan seni budaya.
Selama pelaksanaan Munas, panitia juga menyediakan sebanyak 18 stan yang akan diisi oleh sekitar 50 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam daerah. Tujuannya, untuk memberi kesempatan pelaku usaha kecil untuk meraih peluang pemasaran produk lebih luas lagi.
“Produk yang ditampilkan diutamakan yang memiliki prospek pemasaran jangka panjang seperti kerajinan tangan, songket, sepatu, sulaman dan bordir sebagainya,” ucapnya.
(Rel/Ang/Febry)











