
JAKARTA, AmanMakmur —Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, Minggu (19/4/2026), di The Tribrata Hotel Jakarta menghadiri Perayaan 25 Tahun Indo Jalito dan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus dan anggota Indojolito.
“Selamat memperingati Ulang Tahun Peraknya, semoga perkumpulan wanita Minang Indo Jalito semakin kompak dan sukses di masa datang,” ujarnya.
Dikatakan Wabup lagi, selaku Pemerintah Kabupaten Tanah Datar ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas undangannya.
“Kita tahu bahwa organisasi ini tidak hanya di Kabupaten saja, namun sudah melaksanakan berbagai kegiatan sosial masyarakat di tingkat provinsi bahkan nasional. Selaku pimpinan daerah, kami akan mendukung dan memfasilitasi organisasi ini ke depan jika melaksanakan kegiatannya di Tanah Datar,” pungkasnya.
Turut hadir Prof Fasli Jalal, Ketua GOW Sumbar Ny Detta Vasco dan beberapa istri kepala daerah di Sumatera Barat dan undangan lainnya.
Sekilas Indo Jalito
Indo Jalito merupakan perkumpulan wanita Minangkabau yang terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah strategis bagi perempuan perantau dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.
Organisasi ini kini berkembang menjadi jaringan nasional yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kewirausahaan.
Indo Jalito lahir dari semangat kebersamaan perempuan Minang yang berada di perantauan namun ingin tetap terhubung dengan akar budaya mereka, dimana mereka ingin perempuan Minang tidak hanya dikenal sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indo.Jalito rutin menggelar pelatihan keterampilan, bazar UMKM, serta kegiatan sosial seperti bantuan kemanusiaan dan pendidikan. Program-program tersebut tidak hanya menyasar anggota, tetapi juga masyarakat luas, termasuk generasi muda Minangkabau.
Selain itu, Indo Jalito juga aktif mempromosikan kekayaan budaya Minang melalui berbagai kegiatan, seperti festival kuliner, pertunjukan seni, dan edukasi adat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.
(R/Prokopim)










