• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Kritik Kebijakan WFH, Pakar Otda Prof Djohermansyah Sebut Efisiensi Tanpa Keteladanan = Omong Kosong

Senin, 13/4/26 | 21:08 WIB
in Berita
0
Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN Djohermansyah Djohan. (Foto : Dok)

JAKARTA, AmanMakmur ––Kebijakan work from home (WFH) satu hari bagi aparatur sipil negara (ASN) tampak sederhana di atas kertas: hemat anggaran, dorong digitalisasi, dan kurangi beban operasional. Namun di balik narasi efisiensi itu, tersimpan pertanyaan besar—apakah ini solusi nyata, atau sekadar ilusi kebijakan?

Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN Djohermansyah Djohan, mengingatkan bahwa logika kebijakan ini memang masuk akal, tetapi tidak otomatis menjamin keberhasilan di lapangan.

“WFH bisa mendorong digitalisasi birokrasi dan menekan konsumsi bahan bakar. Tapi problemnya bukan di konsep, melainkan di pelaksanaan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

LihatJuga

Ahmad Fadly: Pramuka Miliki Peran Strategis Bentuk Karakter Generasi Muda

Ahmad Fadly: Pramuka Miliki Peran Strategis Bentuk Karakter Generasi Muda

Kamis, 14/5/26 | 12:03 WIB
4
Langgar Aturan, Lapak PKL Kembali Ditertibkan Satpol PP Padang

Langgar Aturan, Lapak PKL Kembali Ditertibkan Satpol PP Padang

Kamis, 14/5/26 | 11:20 WIB
11
Temui Kemenko Polkam, DPD RI Desak Pemerintah Lahirkan Peta Jalan Penyelesaian Keamanan di Papua

Temui Kemenko Polkam, DPD RI Desak Pemerintah Lahirkan Peta Jalan Penyelesaian Keamanan di Papua

Kamis, 14/5/26 | 11:12 WIB
3

Masalah utama, menurutnya, adalah kultur birokrasi yang masih menjadikan kehadiran fisik sebagai ukuran kerja. Dalam konteks seperti ini, WFH berisiko berubah menjadi sekadar formalitas—atau lebih buruk, menjadi “cuti terselubung”.

“Kalau tidak diawasi, WFH bisa bergeser dari work from home menjadi work from holiday,” tegasnya.

Seragam di Pusat, Gagap di Daerah

Kritik tajam juga diarahkan pada kecenderungan pemerintah pusat yang gemar menyeragamkan kebijakan. Dalam negara dengan keragaman ekstrem seperti Indonesia, pendekatan “satu resep untuk semua” dinilai justru kontraproduktif.

Prof Djohermansyah menilai, kebijakan WFH seharusnya memberi ruang adaptasi bagi daerah. Sebab, realitas di lapangan tidak tunggal—mulai dari keterbatasan infrastruktur digital hingga perbedaan ritme sosial masyarakat.

“Di beberapa daerah, internet saja belum stabil. Ada juga yang punya tradisi lokal tertentu. Kalau dipaksakan seragam, justru tidak efektif,” ujarnya.

Penolakan dari sejumlah kepala daerah, lanjutnya, bukan semata-mata bentuk pembangkangan, melainkan sinyal bahwa kesiapan birokrasi memang belum merata.

Efisiensi Tanpa Keteladanan = Omong Kosong

Lebih keras lagi, Prof Djo, demikian pakar otonomi daerah ini akrab disapa, menyoroti ironi dalam narasi efisiensi yang digaungkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa penghematan tidak akan berarti jika hanya dibebankan pada ASN level bawah, sementara elit birokrasi tetap mempertahankan gaya hidup boros.

“Jangan minta ASN hemat, tapi pejabatnya justru tidak memberi contoh. Itu kontradiksi,” katanya.

Dalam pandangannya, keteladanan pimpinan adalah fondasi utama keberhasilan kebijakan ini. Tanpa itu, seluruh skema pengawasan dan administrasi hanya akan menjadi ritual birokrasi tanpa makna.

Tanpa Sanksi, WFH Hanya Slogan

Prof Djohermansyah juga menggarisbawahi pentingnya penegakan sanksi yang tegas dan transparan. Tanpa itu WFH hanya akan berhenti sebagai jargon administratif.

Ia mendorong agar pemerintah secara terbuka mengumumkan pelanggaran dan tindakan yang diambil, sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.

“ASN digaji oleh rakyat. Kalau mereka tidak bekerja saat WFH, publik berhak tahu dan negara wajib bertindak,” ujarnya.

Dengan jumlah ASN mencapai sekitar 6 juta orang—mayoritas di daerah—tantangan pengawasan memang tidak ringan. Namun justru di situlah kredibilitas kebijakan ini diuji.

Ujian Nyata, Bukan Sekadar Eksperimen

WFH satu hari bagi ASN bukan sekadar eksperimen teknokratis. Ini adalah ujian serius: apakah birokrasi Indonesia siap beralih dari budaya hadir ke budaya kinerja.

Jika tidak disertai pengawasan ketat, fleksibilitas kebijakan, dan keteladanan pimpinan, maka WFH hanya akan menjadi ilusi efisiensi—hemat di atas kertas, tetapi bocor di praktik.

Dan seperti banyak kebijakan sebelumnya, publik pun berisiko kembali disuguhi satu hal yang sama: slogan yang terdengar indah, tetapi rapuh saat dijalankan.

(R/Wiztian Yoetri)

Post Views: 67
ShareSendShare
Previous Post

KONI Agam Terus Mantapkan Persiapan Menuju PORPROV XVI Sumbar 2026

Next Post

Made Hiroki Hadirkan Alat Pemusnah Mesin Sampah Tanpa Asap, Sebagai Solusi Permasalahan Sampah di Bali

Next Post
Made Hiroki Hadirkan Alat Pemusnah Mesin Sampah Tanpa Asap, Sebagai Solusi Permasalahan Sampah di Bali

Made Hiroki Hadirkan Alat Pemusnah Mesin Sampah Tanpa Asap, Sebagai Solusi Permasalahan Sampah di Bali

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,174)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,372)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,009)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,653)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,642)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,952)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,058)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,483)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,423)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,497)

Berita Lainnya

Nevi Zuairina Minta BUMN Energi Total Hadapi Idul Fitri dan Mudik Lebaran 2023

Nevi Zuairina Minta BUMN Energi Total Hadapi Idul Fitri dan Mudik Lebaran 2023

Jumat, 14/4/23 | 15:57 WIB
17

Anggota Komisi VI DPR RI Hj Nevi Zuairina. (Foto : nzcenter) JAKARTA, AmanMakmur -- Pada rapat dengar pendapat (RDP) Komisi...

Proyek Irigasi Kewenangan Pusat di Pesisir Selatan Mangkrak Sejak 2015, Novermal Lapor Presiden Jokowi

Proyek Irigasi Kewenangan Pusat di Pesisir Selatan Mangkrak Sejak 2015, Novermal Lapor Presiden Jokowi

Senin, 24/7/23 | 18:21 WIB
11

Anggota DPRD Pesisir Selatan Novermal sedang meninjau irigasi Lubuk Buaya di Kecamatan Linggo Sari Baganti. (Foto : Ang) PESISIR SELATAN,...

Ketua DPD RI LaNyalla Nilai Program BBG Nelayan Sangat Tepat

Ketua DPD RI LaNyalla Nilai Program BBG Nelayan Sangat Tepat

Sabtu, 09/1/21 | 14:29 WIB
8

JAKARTA, AmanMakmur.com --- Rencana pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi untuk kebutuhan domestik tahun 2021, direspons positif Ketua DPD RI AA...

Muncul Gejala Deindustrialisasi, Sultan Kritisi Cara Pemerintah Pertahankan Angka Pertumbuhan Ekonomi Melalui Bansos

Muncul Gejala Deindustrialisasi, Sultan Kritisi Cara Pemerintah Pertahankan Angka Pertumbuhan Ekonomi Melalui Bansos

Kamis, 09/11/23 | 11:26 WIB
9

Wakil Ketua Dewan DPD RI Sultan B Najamudin. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur ---Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.