• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Kritik Kebijakan WFH, Pakar Otda Prof Djohermansyah Sebut Efisiensi Tanpa Keteladanan = Omong Kosong

Senin, 13/4/26 | 21:08 WIB
in Berita
0
Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN Djohermansyah Djohan. (Foto : Dok)

JAKARTA, AmanMakmur ––Kebijakan work from home (WFH) satu hari bagi aparatur sipil negara (ASN) tampak sederhana di atas kertas: hemat anggaran, dorong digitalisasi, dan kurangi beban operasional. Namun di balik narasi efisiensi itu, tersimpan pertanyaan besar—apakah ini solusi nyata, atau sekadar ilusi kebijakan?

Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN Djohermansyah Djohan, mengingatkan bahwa logika kebijakan ini memang masuk akal, tetapi tidak otomatis menjamin keberhasilan di lapangan.

“WFH bisa mendorong digitalisasi birokrasi dan menekan konsumsi bahan bakar. Tapi problemnya bukan di konsep, melainkan di pelaksanaan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

LihatJuga

Siap Berkontribusi untuk Kemajuan Daerah, Purna ASN Saiyo Sakato Padang Pariaman Gelar Silaturahmi Taragak Basuo

Siap Berkontribusi untuk Kemajuan Daerah, Purna ASN Saiyo Sakato Padang Pariaman Gelar Silaturahmi Taragak Basuo

Kamis, 23/7/26 | 08:32 WIB
11
Bangun Citra Positif di Tengah Ekosistem Digital, MPI PP Muhammadiyah Gelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) 2026

Bangun Citra Positif di Tengah Ekosistem Digital, MPI PP Muhammadiyah Gelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) 2026

Selasa, 21/7/26 | 20:28 WIB
3
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin: Pemerintah Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Daerah

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin: Pemerintah Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Daerah

Selasa, 21/7/26 | 20:06 WIB
5

Masalah utama, menurutnya, adalah kultur birokrasi yang masih menjadikan kehadiran fisik sebagai ukuran kerja. Dalam konteks seperti ini, WFH berisiko berubah menjadi sekadar formalitas—atau lebih buruk, menjadi “cuti terselubung”.

“Kalau tidak diawasi, WFH bisa bergeser dari work from home menjadi work from holiday,” tegasnya.

Seragam di Pusat, Gagap di Daerah

Kritik tajam juga diarahkan pada kecenderungan pemerintah pusat yang gemar menyeragamkan kebijakan. Dalam negara dengan keragaman ekstrem seperti Indonesia, pendekatan “satu resep untuk semua” dinilai justru kontraproduktif.

Prof Djohermansyah menilai, kebijakan WFH seharusnya memberi ruang adaptasi bagi daerah. Sebab, realitas di lapangan tidak tunggal—mulai dari keterbatasan infrastruktur digital hingga perbedaan ritme sosial masyarakat.

“Di beberapa daerah, internet saja belum stabil. Ada juga yang punya tradisi lokal tertentu. Kalau dipaksakan seragam, justru tidak efektif,” ujarnya.

Penolakan dari sejumlah kepala daerah, lanjutnya, bukan semata-mata bentuk pembangkangan, melainkan sinyal bahwa kesiapan birokrasi memang belum merata.

Efisiensi Tanpa Keteladanan = Omong Kosong

Lebih keras lagi, Prof Djo, demikian pakar otonomi daerah ini akrab disapa, menyoroti ironi dalam narasi efisiensi yang digaungkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa penghematan tidak akan berarti jika hanya dibebankan pada ASN level bawah, sementara elit birokrasi tetap mempertahankan gaya hidup boros.

“Jangan minta ASN hemat, tapi pejabatnya justru tidak memberi contoh. Itu kontradiksi,” katanya.

Dalam pandangannya, keteladanan pimpinan adalah fondasi utama keberhasilan kebijakan ini. Tanpa itu, seluruh skema pengawasan dan administrasi hanya akan menjadi ritual birokrasi tanpa makna.

Tanpa Sanksi, WFH Hanya Slogan

Prof Djohermansyah juga menggarisbawahi pentingnya penegakan sanksi yang tegas dan transparan. Tanpa itu WFH hanya akan berhenti sebagai jargon administratif.

Ia mendorong agar pemerintah secara terbuka mengumumkan pelanggaran dan tindakan yang diambil, sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.

“ASN digaji oleh rakyat. Kalau mereka tidak bekerja saat WFH, publik berhak tahu dan negara wajib bertindak,” ujarnya.

Dengan jumlah ASN mencapai sekitar 6 juta orang—mayoritas di daerah—tantangan pengawasan memang tidak ringan. Namun justru di situlah kredibilitas kebijakan ini diuji.

Ujian Nyata, Bukan Sekadar Eksperimen

WFH satu hari bagi ASN bukan sekadar eksperimen teknokratis. Ini adalah ujian serius: apakah birokrasi Indonesia siap beralih dari budaya hadir ke budaya kinerja.

Jika tidak disertai pengawasan ketat, fleksibilitas kebijakan, dan keteladanan pimpinan, maka WFH hanya akan menjadi ilusi efisiensi—hemat di atas kertas, tetapi bocor di praktik.

Dan seperti banyak kebijakan sebelumnya, publik pun berisiko kembali disuguhi satu hal yang sama: slogan yang terdengar indah, tetapi rapuh saat dijalankan.

(R/Wiztian Yoetri)

Post Views: 106
ShareSendShare
Previous Post

KONI Agam Terus Mantapkan Persiapan Menuju PORPROV XVI Sumbar 2026

Next Post

Made Hiroki Hadirkan Alat Pemusnah Mesin Sampah Tanpa Asap, Sebagai Solusi Permasalahan Sampah di Bali

Next Post
Made Hiroki Hadirkan Alat Pemusnah Mesin Sampah Tanpa Asap, Sebagai Solusi Permasalahan Sampah di Bali

Made Hiroki Hadirkan Alat Pemusnah Mesin Sampah Tanpa Asap, Sebagai Solusi Permasalahan Sampah di Bali

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,275)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,469)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,106)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,747)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,725)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,066)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,126)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,576)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,528)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,578)

Berita Lainnya

Provinsi Termiskin Didominasi Indonesia Timur, Filep Minta Terapkan Kebijakan Khusus

Provinsi Termiskin Didominasi Indonesia Timur, Filep Minta Terapkan Kebijakan Khusus

Selasa, 24/8/21 | 10:57 WIB
12

Filep Wamafma, SH, MHum, Wakil Ketua I Komite I DPD RI. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com---Sejumlah Kawasan Timur Indonesia masih...

Ketua DPD RI Berharap Persoalan Tol Cisumdawu Selesai Akhir November Ini

Ketua DPD RI Berharap Persoalan Tol Cisumdawu Selesai Akhir November Ini

Kamis, 07/10/21 | 12:58 WIB
12

Ketua DPD RI saat rapat koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan...

Bertemu Dubes Ceko, Ketua DPD RI Tekankan Kerjasama Bisnis Dua Negara Perlu Libatkan UMKM

Bertemu Dubes Ceko, Ketua DPD RI Tekankan Kerjasama Bisnis Dua Negara Perlu Libatkan UMKM

Senin, 15/5/23 | 21:48 WIB
28

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menerima kunjungan Duta Besar Republik Ceko Untuk Indonesia Jaroslav Dolecek. (Foto : dpd)...

Terkait Sapi Impor Masuk Lumajang, Ketua DPD RI Minta Pemda Ambil Tindakan Tegas dan Perbaikan Tata Niaga

Terkait Sapi Impor Masuk Lumajang, Ketua DPD RI Minta Pemda Ambil Tindakan Tegas dan Perbaikan Tata Niaga

Senin, 29/1/24 | 11:20 WIB
2

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAWA TIMUR, AmanMakmur--- Selama 3 bulan terakhir sapi potong impor...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.