
PADANG PARIAMAN, AmanMakmur— Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Terintegrasi Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dan Rembuk Stunting Tahun 2026, Senin (6/4/2026), di Hall IKK (Ibu Kota Kabupaten) Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang.
Musrenbang tersebut, menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Ferdinal Asmin, serta Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Prof Elfindri.
Kegiatan ini, turut dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman Firman, perwakilan Bappeda Provinsi Sumbar, Staf Ahli Bupati dan Asisten, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Padang Pariaman, para Camat, serta berbagai unsur terkait dan organisasi kemasyarakatan masyarakat.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar Ferdinal Asmin yang hadir mewakili Gubernur, memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Sumbar. Meliputi pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan gini rasio.
Ia menegaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi daerah harus mampu mendorong terciptanya lapangan kerja baru. Sehingga dapat menekan angka pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia juga menjelaskan beberapa prioritas pembangunan di Sumbar. Di antaranya pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas kesehatan, penguatan peran Sumbar sebagai lumbung pangan nasional, menjadikan nagari atau desa sebagai basis kemajuan daerah, menjadikan Sumbar sebagai pusat perdagangan dan bisnis, serta pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan tanggap terhadap bencana.
Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat dalam sambutannya, sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa Musrenbang ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan visi, misi, serta program pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, bahwa tema pembangunan Kabupaten Padang Pariaman tahun 2027 adalah “Transformasi Ekonomi Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Ketahanan Pangan, Kesejahteraan Sosial dan Pemulihan pasca bencana.”
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Daerah untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta mempercepat proses pemulihan daerah dari berbagai dampak bencana.
Selain membahas arah pembangunan daerah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Rembuk Stunting. Sebagai langkah memperkuat sinergi, dalam menekan angka stunting di Kabupaten Padang Pariaman.
Rahmat Hidayat juga menyampaikan, bahwa berdasarkan data tahun 2024, angka stunting di Padang Pariaman mengalami peningkatan. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah berharap pada tahun 2025, angka tersebut dapat ditekan melalui kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak.
“Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis angka stunting dapat terus ditekan,” ujarnya.
Kegiatan Musrenbang Terintegrasi RKPD 2027 dan Rembuk Stunting 2026 tersebut, ditutup dengan penandatanganan berita acara Musrenbang oleh Wakil Bupati Padang Pariaman bersama unsur pimpinan yang hadir. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama, dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang transparan, akuntabel dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Sebelumya, Kepala Bapelitbangda Budi Mulya selaku Moderator menyampaikan, bahwa Musrenbang RKPD tahun 2027 ini akan menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Padang Pariaman. Secara keseluruhan, kegiatan Musrenbang yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh 134 orang peserta.
(Kominfo/AS)











