
PADANG PARIAMAN, AmanMakmur —Pasca peresmian Hunian Sementara (Huntara) minggu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman kini memfokuskan langkah pada percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana alam.
Komitmen tersebut, ditegaskan langsung oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA), dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Data Rumah Rusak Akibat Bencana Alam, yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kantor Bupati Padang Pariaman di Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang, Selasa (27/1/2026).
Rapat strategis ini, dipimpin langsung oleh Bupati dan dihadiri Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis, para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, serta seluruh Camat se Kabupaten Padang Pariaman. Fokus utama rapat adalah memastikan validitas data kerusakan rumah, sebagai dasar penentuan kebijakan lanjutan, khususnya pembangunan Huntap.
Bupati JKA menegaskan, bahwa setelah fase darurat dan penyediaan Huntara, Pemerintah Daerah kini memasuki fase krusial pemulihan permanen. Ia menekankan, bahwa seluruh proses harus berjalan tepat sasaran, transparan dan berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat secara utuh.
“Peresmian Huntara bukan akhir, tapi jembatan menuju Huntap. Tugas kita sekarang adalah, memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian tetap yang layak, aman dan berkelanjutan,” tegas Bupati.
Berdasarkan hasil validasi dan verifikasi terbaru, tercatat 1.401 unit rumah terdampak bencana. Dengan rincian, 499 unit rusak ringan, 110 unit rusak sedang, dan 812 unit rusak berat. Dari rumah rusak berat tersebut, 76 unit hanyut dan 281 unit harus direlokasi.
Lebih lanjut dijelaskan, dari 675 unit rumah yang rusak berat, sebanyak 74 unit telah menempati Huntara. Sementara sisanya, menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp.600.000 per bulan selama enam bulan.

Bupati JKA menegaskan, bahwa penerima Huntara tidak menerima DTH dan sebaliknya, namun seluruh warga terdampak dipastikan tetap mendapatkan Huntap.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya pemulihan ekonomi warga pasca bencana. Pemerintah Daerah akan membantu masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, melalui penyediaan peralatan dan sarana usaha sesuai profesi. Seperti peralatan bengkel bagi montir, bantuan ternak ayam atau itik, serta dukungan usaha produktif lainnya.
Untuk mendukung kelancaran program, Bupati meminta Pemerintah Kecamatan hingga Nagari agar aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Terkait seluruh skema penanganan pasca bencana, mulai dari Huntara, DTH, hingga Huntap.
“Ini adalah hak masyarakat. Maka semua pihak harus bekerja maksimal, satu data, satu arah, dan satu tujuan, demi pemulihan Padang Pariaman yang lebih baik,” ujar Bupati.
Bupati JKA menutup rapat dengan menegaskan, bahwa Pemkab Padang Pariaman akan terus bekerja keras, optimistis dan konsisten. Agar pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan. Sehingga masyarakat terdampak bencana dapat kembali hidup layak, aman dan bermartabat.
(Kominfo/AS)











