• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Pro Kontra Demokrasi Lokal: Sosiolog Pemerintahan Ingatkan Ada Opsi Ketiga

Senin, 19/1/26 | 08:01 WIB
in Berita
0
Jose Rizal, Sosiolog Pemerintahan. (Foto : Dok)

JAKARTA, AmanMakmur —-Pro dan kontra mengenai model pemilihan kepala daerah (Pilkada) kembali mengemuka. Perdebatan yang mengemuka dalam dua pekan terakhir ini umumnya terbelah ke dalam dua kutub besar.

Di satu sisi, kelompok yang mempertahankan Pilkada langsung menilai bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD merupakan kemunduran demokrasi dan membuka ruang kembalinya praktik otoritarian ala Orde Baru.

Di sisi lain, kelompok yang mengkritisi Pilkada langsung menilai sistem tersebut terlalu mahal, memicu politik uang, korupsi kepala daerah, memperkuat oligarki lokal, mendorong politisasi birokrasi serta rawan konflik horizontal.

LihatJuga

Taslim: Kepengurusan DPP IKA Unand Periode 2025-2029 Hampir Selesai Disusun, Tinggal Dilantik

Taslim: Kepengurusan DPP IKA Unand Periode 2025-2029 Hampir Selesai Disusun, Tinggal Dilantik

Minggu, 18/1/26 | 20:58 WIB
26
Mitigasi Bencana Ekologis, DPD RI Dorong Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Kehutanan

Mitigasi Bencana Ekologis, DPD RI Dorong Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Kehutanan

Jumat, 16/1/26 | 11:17 WIB
5
Bupati Tanah Datar Laporkan Jalan Rusak ke Menko AHY

Bupati Tanah Datar Laporkan Jalan Rusak ke Menko AHY

Jumat, 16/1/26 | 11:13 WIB
4

Sosiolog Pemerintahan Jose Rizal mengingatkan bahwa perdebatan tersebut sejatinya tidak harus dipertentangkan secara dikotomis. Menurutnya, dalam kajian sosiologi pemerintahan, telah lama dikenal opsi ketiga, yakni Pilkada asimetris, yang justru mampu mengakomodasi kedua pandangan tersebut.

“Perdebatan kita selama ini cenderung hitam-putih, seolah pilihannya hanya Pilkada langsung atau Pilkada oleh DPRD. Padahal secara sosiologis, Indonesia ini begitu beragam, dengan daerah perkotaan yang memiliki fiskal kuat, ada daerah dengan kapasitas fiskal menengah hingga rendah, ada daerah tertinggal sampai daerah rawan konflik. Selain perbedaan kapital ekonomi tersebut, terdapat pula kapital sosial dan budaya yang beragam antardaerah. Jadi sesungguhnya, jangan lagi melalui kebijakan main pukul rata, one size fits all. Termasuk kaitannya dengan model demokrasi lokalnya.” ujar Jose Rizal, Minggu (18/1/2026).

”Sehingga, jika kita menyadari fakta keragaman kapasitas daerah, maka pendekatan yang rasional adalah Pilkada asimetris. Ada daerah yang memang layak dan siap melanjutkan pemilihan langsung oleh rakyat, tetapi ada pula daerah tertentu yang lebih tepat jika kepala daerahnya dipilih melalui DPRD,” tambahnya.

Menurut doktor sosiologi jebolan UI ini, bahwa pemilihan kepala daerah oleh DPRD tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai kemunduran demokrasi. ”Demokrasi bukan hanya soal siapa yang memilih. Demokrasi adalah soal bagaimana kekuasaan dikontrol, diawasi, dan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat. Tujuan akhirnya adalah pemerintahan yang efektif dan berpihak pada rakyat. Kalau sebuah mekanisme justru menghasilkan korupsi, biaya politik yang mahal, dan melemahkan pelayanan publik, maka mekanisme itu harus dievaluasi,” terangnya.

Namun demikian, sosiolog pemerintahan ini mengingatkan, bahwa penerapan Pilkada asimetris tidak boleh sekadar menyalin praktik masa lalu. Ia menegaskan perlunya redesain kelembagaan DPRD agar tidak berubah menjadi arena transaksi politik tertutup.

“Kalau kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka peran DPRD harus direkonstruksi. Jangan sampai DPRD menjadi broker politik atau menjadi ruang karantina elite yang tertutup dari pengawasan publik. Pengawasan diperketat, sanksi hukum lebih tegas,” katanya.

Ia menekankan bahwa mekanisme pemilihan oleh DPRD harus dirancang secara transparan dan akuntabel. Pemungutan suara, menurutnya, tidak boleh dilakukan secara tertutup, melainkan terbuka agar publik mengetahui sikap politik wakil-wakilnya.

Selain itu, lanjutnya, proses penyaringan kandidat juga dapat melibatkan unsur independen seperti perguruan tinggi atau panel ahli.

“Ini bukan kembali ke Orde Baru. Justru ini adalah upaya merancang ulang demokrasi lokal agar selaras dengan tujuan penyelenggaraan pemerintahan modern. Negara harus kuat secara institusional, demokratis secara substansial, dan adaptif terhadap konteks daerah,” pungkas Jose Rizal.

(R/JR)

Post Views: 3
ShareSendShare
Previous Post

Taslim: Kepengurusan DPP IKA Unand Periode 2025-2029 Hampir Selesai Disusun, Tinggal Dilantik

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,057)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,261)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,887)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,560)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,532)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,826)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (6,951)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,379)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,295)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,423)

Berita Lainnya

Walikota Padang Hendri Septa Tutup Bakti Sosial Donor Darah HBT

Walikota Padang Hendri Septa Tutup Bakti Sosial Donor Darah HBT

Rabu, 27/3/24 | 16:56 WIB
4

Walikota Padang Hendri Septa sedang memberikan sambutan. (Foto : ika) PADANG, AmanMakmur---Walikota Padang Hendri Septa menutup secara resmi pelaksanaan acara...

KUA Ranah Batahan Bagikan 100 Eksemplar Al-Qur’an Wakaf dari Calon Pengantin

KUA Ranah Batahan Bagikan 100 Eksemplar Al-Qur’an Wakaf dari Calon Pengantin

Selasa, 07/2/23 | 20:24 WIB
16

Kepala KUA Kecamatan Ranah Batahan menyerahkan 100 eksemplar Al-Qur'an untuk tiga lembaga pendidikan. (Foto : gmz) PASAMAN BARAT, AmanMakmur--- Abdi,...

Dulu dan Kini

Dulu dan Kini

Minggu, 04/6/23 | 14:05 WIB
17

Ahniyus Ahmad, Pengamat Sosial dan Politik. (Foto : Dok) Oleh: Ahniyus Ahmad DULU Iblis mencoba ber-argumen dengan ALLAH saat di-...

Pemkab Hibahkan Tanah, Loka POM Segera Dibangun di Sijunjung

Pemkab Hibahkan Tanah, Loka POM Segera Dibangun di Sijunjung

Rabu, 25/9/24 | 17:48 WIB
6

Bupati Sijunjung serah terima hibah tanah untuk BPOM. (Foto : Alex) SIJUNJUNG, AmanMakmur --Pemerintah Kabupaten Sijunjung lakukan penandatanganan serah terima...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.