• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Senator Al Hidayat Samsu Persoalkan Alih Fungsi 20 Juta Hektar Hutan untuk Swasembada Pangan dan Energi

Selasa, 07/1/25 | 19:39 WIB
in Berita
0
Al Hidayat Samsu, Senator asal Sulawesi Selatan. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur —Rencana Menteri Kehutanan untuk mengubah 20 juta hektare hutan menjadi lahan pertanian dan energi adalah kado mengkhawatirkan di awal tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Rencana kebijakan ini mengancam keberlanjutan lingkungan, merusak ekosistem yang sudah kritis, dan memarjinalisasi masyarakat adat dari wilayah nenek moyang mereka.

“Visi ini tidak hanya mempercepat penggundulan hutan yang telah menjadi isu serius di Indonesia, tetapi juga menyingkirkan data empiris yang menunjukkan keadaan hutan yang semakin memburuk,” ujar Al Hidayat Samsu, Senator asal Sulawesi Selatan, melalui keterangan persnya, Selasa (7/1/2025),

LihatJuga

Beri Kuliah Umum di PAMU, LaNyalla Singgung Ancaman Hedonisme

Beri Kuliah Umum di PAMU, LaNyalla Singgung Ancaman Hedonisme

Jumat, 08/5/26 | 21:06 WIB
3
BPBD Agam Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Sungai Landia

BPBD Agam Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Sungai Landia

Jumat, 08/5/26 | 20:57 WIB
3
Diskominfo Agam Perkuat Implementasi SPMB Online 2026/2027 Melalui Sosialisasi dan Bimtek

Diskominfo Agam Perkuat Implementasi SPMB Online 2026/2027 Melalui Sosialisasi dan Bimtek

Rabu, 06/5/26 | 17:37 WIB
8

Disampaikannya, data Forest Watch Indonesia (2021) menunjukkan bahwa area hutan alami di Indonesia terus menurun: dari 106 juta hektar di tahun 2000 menjadi hanya 82 juta hektar pada 2017.

Deforestasi bukan sekadar angka, melainkan bahaya nyata bagi kehidupan masyarakat terutama masyarakat adat yang menggantungkan hidupnya dari hutan yang lestari. Banjir dan kekeringan yang salah satunya disebabkan deforestasi yang massif mengakibat jutaan orang menderita.

Menurut data BNPB, kata Al Hidayat Samsu, sejak tahun 2000, banjir telah terjadi sebanyak 14.545 kali, berdampak pada 33,3 juta jiwa, mengakibatkan lebih dari 23 ribu orang meninggal, dan menyebabkan ribuan lainnya hilang.

Di sisi lain, kekeringan telah memengaruhi 17,3 juta orang, termasuk petani yang kehilangan sumber penghidupan mereka. Berdasarkan survei BPS, jumlah petani gurem (petani yang memiliki tanah di bawah 0,5 hektar hingga tidak memiliki tanah) terus mengalami kenaikan dari 14 juta orang pada 2013 menjadi 16,89 juta jiwa pada 2023.

“Ironisnya, penebangan hutan juga berlangsung di wilayah yang seharusnya dilestarikan. Sebanyak 31 taman nasional, 45 cagar alam, dan 26 suaka satwa dilaporkan telah mengalami deforestasi selama tahun 2023. Kondisi ini menggambarkan kurangnya pengawasan dan ketidakseriusan pemerintah dalam merawat area konservasi,” terangnya.

Kebijakan ini, lanjutnya, terlihat lebih memprioritaskan kepentingan pengusaha besar dan investasi besar, tanpa melibatkan masyarakat lokal, petani dan Masyarakat adat yang kehidupannya bergantung pada hutan. Pendekatan ini mencerminkan kecenderungan kebijakan yang lebih memprioritaskan keuntungan ekonomi jangka pendek ketimbang keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Keputusan yang kontroversial ini menunjukkan ketidakpahaman Menteri Kehutanan mengenai isu-isu ilmiah dan ekologi yang mendasar. Sebagai seorang pemimpin, Menteri Kehutanan seharusnya dapat mengutamakan kepentingan lingkungan dan masyarakat di atas segalanya,” tegasnya.

Sayangnya, kebijakan ini menunjukkan hal yang berlawanan. Sudah sepantasnya kita menegur, dan mengutuk rencana Menteri Kehutanan dan meminta pertanggungjawaban mengenai kebijakan yang berpotensi merusak masa depan lingkungan di Indonesia.

Wacana yang disampaikan oleh Menteri Kehutanan tidak sesuai dengan semangat Presiden Prabowo yang menaruh perhatian besar terhadap perubahan iklim dan komitmen Presiden untuk melindungi hutan kita bagi generasi selanjutnya.

“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghentikan wacana rencana alih fungsi 20 juta hektar hutan ini dan mengevaluasi kembali kebijakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan,” tukasnya.

“Pemerintah perlu berkomitmen untuk melindungi hutan di Indonesia, mengutamakan suara masyarakat adat dan lokal, dan memastikan bahwa kebijakan pembangunan tidak merusak lingkungan,” tambahnya.

“Hutan merupakan masa depan kita, jangan korbankan demi keuntungan sekelompok elit kecil!,” pungkas Al Hidayat Samsu.

(Rel/dpd)

Post Views: 145
ShareSendShare
Previous Post

Sambut Baik Kabar Indonesia Resmi Diterima BRICS, Sultan Apresiasi Kinerja Diplomatik Presiden Prabowo

Next Post

Senator Filep Respons Problematika Dosen, Soal Tukin Hingga Beban Administrasi

Next Post
Senator Filep Respons Problematika Dosen, Soal Tukin Hingga Beban Administrasi

Senator Filep Respons Problematika Dosen, Soal Tukin Hingga Beban Administrasi

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,169)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,371)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,003)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,650)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,640)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,947)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,055)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,479)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,420)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,495)

Berita Lainnya

Sultan B Najamudin: Belajar dari CPO dan Migor, Pasal-pasal Terkait UU Perkebunan dalam RUU Cipta Kerja Harus Dievaluasi!

Sultan B Najamudin: Belajar dari CPO dan Migor, Pasal-pasal Terkait UU Perkebunan dalam RUU Cipta Kerja Harus Dievaluasi!

Rabu, 27/4/22 | 10:54 WIB
40

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin (pakai kopiah), dalam sehuah acara. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --Wakil Ketua DPD...

Sekretaris Itjen Kemendagri Tinjau Pemanfaatan TKD Rp165 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Agam

Sekretaris Itjen Kemendagri Tinjau Pemanfaatan TKD Rp165 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Agam

Senin, 30/3/26 | 17:36 WIB
11

Sekretaris Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri Bachril Bakri kunjungi Agam. (Foto : Kominfo) AGAM, AmanMakmur---Sekretaris Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian...

Jadi Keynote Speech di Seminar Nasional Jejak Peradaban, GKR Hemas: Perempuan Punya Kuasa dan Berdaulat Menentukan Langkahnya

Jadi Keynote Speech di Seminar Nasional Jejak Peradaban, GKR Hemas: Perempuan Punya Kuasa dan Berdaulat Menentukan Langkahnya

Senin, 16/12/24 | 21:56 WIB
10

Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas sedang memberikan sambutan. (Foto : dpd) YOGYAKARTA, AmanMakmur ---Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng...

Untuk ke-15 Kalinya, Padang Panjang Raih Penghargaan Adipura

Untuk ke-15 Kalinya, Padang Panjang Raih Penghargaan Adipura

Selasa, 28/2/23 | 22:17 WIB
3

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, serahkan Piala Adipura kepada Walikota Padang Panjang Fadly Amran Datuak Paduko...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.