• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Penrad Siagian: Sindikat Perdagangan Manusia Raup Ratusan Miliar Tiap Hari

Kamis, 05/12/24 | 16:15 WIB
in Berita
0
Anggota Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, Pdt Penrad Siagian. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur —Anggota Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, Pdt Penrad Siagian, menyampaikan keprihatinannya terkait kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mengorbankan anak-anak bangsa.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Ruang Rapat BAP di Kompleks DPD RI, Jakarta, Rabu (4/12/2024)

Ia menyoroti perbedaan signifikan antara data pekerja migran yang dirilis oleh World Bank dan BP2MI, yang menunjukkan potensi banyaknya pekerja ilegal menjadi korban perdagangan manusia.

LihatJuga

GKR Hemas Tegaskan Penguatan Peran DPD RI dalam Legislasi dan Kebijakan Daerah

GKR Hemas Tegaskan Penguatan Peran DPD RI dalam Legislasi dan Kebijakan Daerah

Selasa, 13/1/26 | 15:33 WIB
3
Wabup Tanah Datar Ikut Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri

Wabup Tanah Datar Ikut Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri

Senin, 12/1/26 | 15:50 WIB
8
PT Brantas Abipraya Perkuat Sinergi dengan Pemkab Agam dalam Percepatan Rehab-Rekon

PT Brantas Abipraya Perkuat Sinergi dengan Pemkab Agam dalam Percepatan Rehab-Rekon

Senin, 12/1/26 | 15:45 WIB
5

Menurut yang disampaikan BP2MI, data World Bank tahun 2017 mencatat 9 juta warga negara Indonesia bekerja di luar negeri, sementara data BP2MI hanya mencatat 3,6 juta pekerja migran resmi.

Selisih 5,4 juta pekerja tersebut diindikasikan sebagai pekerja ilegal yang rentan menjadi korban perdagangan manusia dan tidak mendapat perlindungan negara.

“Sebanyak 5,4 juta anak bangsa kita ini tidak masuk dalam rekap perlindungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017. Mereka adalah korban karena tidak tercatat sebagai pekerja migran resmi,” ungkap Penrad.

Ia menilai, ketidaksesuaian data ini menjadi indikasi lemahnya sistem perlindungan dan pengawasan terhadap pekerja migran Indonesia, khususnya di sektor informal.

Penrad juga menyoroti celah dalam UU Nomor 18 Tahun 2017 yang belum mencakup perlindungan bagi pekerja informal.

Ia mencontohkan banyaknya kasus pekerja informal yang meninggal dunia, tidak digaji, atau menjadi korban penyiksaan.

“Pekerja migran informal sering kali menjadi korban eksploitasi. Undang-undang harus direvisi agar mereka juga mendapat perlindungan, karena bagaimanapun mereka adalah bagian dari anak bangsa,” tegasnya.

Penrad mengungkapkan bahwa sindikat perdagangan manusia melibatkan agen pengiriman pekerja migran atau P3MI (dulu dikenal sebagai PJTKI), yang berperan besar dalam pengiriman tenaga kerja ilegal ke luar negeri.

Ia menyebut laporan khusus sebuah media yang mengungkapkan bahwa sindikat ini mengeruk keuntungan hingga ratusan miliar rupiah setiap harinya.

“Ini adalah sindikat kelas mafia yang beroperasi secara internasional. Perlu ada revisi regulasi terkait P3MI, dan jika ditemukan pelanggaran, agen-agen ini harus ditutup tanpa kompromi,” tegasnya.

Penrad mencontohkan kasus terbaru seorang yang diduga korban perdagangan manusia bernama Zidan Dzil Ikram (18) dari Kamboja, yang berhasil dipulangkan dari Kamboja melalui inisiatif pribadi.

Zidan merupakan warga Jalan Sei Padang, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Tebingtinggi, Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

Ia berhasil dipulangkan setelah Penrad melakukan koordinasi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto.

Ia menyoroti lambannya prosedur resmi dalam menangani korban, yang sering kali menyulitkan upaya penyelamatan.

Penrad juga menyoroti lemahnya pemahaman pemerintah daerah terkait proses pengiriman tenaga kerja resmi ke luar negeri.

Ia menekankan perlunya strategi pencegahan di tingkat daerah untuk memutus rantai perdagangan manusia.

“Korban perdagangan manusia ini banyak berasal dari daerah. Pemerintah daerah harus dilibatkan dalam strategi pencegahan, sehingga anak-anak bangsa ini tidak mudah terjerat oleh sindikat,” ujarnya.

Penrad mendesak BP2MI dan pemerintah untuk menyederhanakan prosedur penanganan korban TPPO dan memberikan perlindungan bagi semua pekerja migran, baik formal maupun informal.
Ia juga meminta revisi regulasi terkait P3MI agar sindikat perdagangan manusia dapat diberantas hingga ke akar-akarnya.

“Anak bangsa kita harus dilindungi. Jangan ada kompromi dalam menangani mafia perdagangan manusia. Dosa mereka tetap dosa,” tutupnya.

(Rel/dpd)

ShareSendShare
Previous Post

Pimpin Pemakaman Menteri PU Periode 1998-1999, Menteri Dody: Almarhum Sosok Pekerja yang Tekun dan Gigih

Next Post

Raker dengan Menpan RB dan BKN, Haji Uma minta Pemutihan untuk Honorer Masa Bakti di Atas 5 Tahun

Next Post
Raker dengan Menpan RB dan BKN, Haji Uma minta Pemutihan untuk Honorer Masa Bakti di Atas 5 Tahun

Raker dengan Menpan RB dan BKN, Haji Uma minta Pemutihan untuk Honorer Masa Bakti di Atas 5 Tahun

Berita Lainnya

Adakan Fun Shooting Bersama Anggota Terpilih, Sultan: DPD Harus Fokus pada Visi Penguatan Lembaga

Adakan Fun Shooting Bersama Anggota Terpilih, Sultan: DPD Harus Fokus pada Visi Penguatan Lembaga

Kamis, 26/9/24 | 21:23 WIB
7

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin menggelar acara Fun Shooting Bersama Sultan. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Wakil Ketua...

LaNyalla Sampaikan Kunci Jadi Orang Sukses pada Santri Ponpes Tazakka

LaNyalla Sampaikan Kunci Jadi Orang Sukses pada Santri Ponpes Tazakka

Senin, 18/10/21 | 09:47 WIB
14

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berfoto bersama dengan pengasuh Pondok Pesantren Modern Tazakka di Batang, Jawa Tengah. (Foto...

Gubernur Sumbar Ajak Sukseskan AKIP Sumbar 2021

Gubernur Sumbar Ajak Sukseskan AKIP Sumbar 2021

Jumat, 26/11/21 | 03:11 WIB
13

Usai menerima KISB, Gubernur Mahyeldi menerima buka Sok Paten berisikan kumpulan bulir pikir warga WAG TOP100 dari Adrian Toaik, di...

Kunker ke Maluku, Nevi Zuairina Minta Pemerintah Fokus Tingkatkan Ekspor dari Kekayaan Laut Indonesia

Kunker ke Maluku, Nevi Zuairina Minta Pemerintah Fokus Tingkatkan Ekspor dari Kekayaan Laut Indonesia

Kamis, 03/11/22 | 03:27 WIB
3

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS Hj Nevi Zuairina pada kesempatan kunjungan kerja (kunker) Komisi VI DPR RI...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.