
SIJUNJUNG, AmanMakmur.com—Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir berkomitmen akan terus memajukan Kabupaten Sijunjung ke depannya dengan bergandengan tangan bersama ninik mamak, baik itu yang tergabung dalam Kerapatan Adat Nagari (KAN) maupun dalam Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM).
Hal itu diungkapkan Bupati Benny Dwifa pada saat buka puasa bersama dengan ninik mamak dan tokoh masyarakat se Kabupaten Sijunjung di Rumah Dinas Bupati Bukit Berbunga, Rabu (20/4).
“Ini merupakan momen yang luar biasa sekali bisa bersilaturahi bersama ninik mamak dan tokoh masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi kekuatan bagi kami untuk bisa membangun Ranah Lansek Manih,” ujarnya.
Disampaikan Benny, kondisi hari ini Indonesia bahkan dunia dilanda pandemi Covid-19. “Oleh sebab itu, keuangan daerah sangat minim sekali. Sementara, tuntutan semakin tinggi, angka kemiskinan tinggi, pengangguran meningkat. Kita harus bekerja keras untuk menjadikan Sijunjung lebih pesat maju,” tuturnya.

Bupati sebagai kepala daerah akan terus berusaha bagaimana untuk mencapai pembangunan yang baik di Kabupaten Sijunjung.
“Untuk itu, kami perlu dukungan dan supor tokoh masyatakat semua, baik ninik mamak maupun para pemuda,” jelasnya.
Dikatakan bupati, secara pribadi membuka waktu seluas-luasnya bagi tokoh masyarakat yang mau berdiskusi dalam memajukan daerah. “Selagi saya di rumah, kami buka pintu selebar-lebarnya bagi kita yang ingin diskusi. Jangan sungkan untuk datang ke rumah dinas ini, ini juga rumah masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu bupati juga menyampaikan Universitas Negeri Padang (UNP) akan membuka fakultas di Sijunjung. “Kita sudah teken MoU bersama pihak UNP pada Hari Jadi Kabupaten tanggal 18 Februari 2022 yang lalu. Setelah dilakukan diskusi bersama Fakultas tersebut akan dibangun di Stiper, sebab posisi ini merupakan di tengah-tengah pusat ibukota kabupaten,” terang orang nomor satu di Ranah Lansek Manih itu.
Apabila ini tercapai, katanya, tentu bisa meningkatkan sektor ekonomi masyarakat. “Sebab jika ini terwujud, dengan banyaknya mahasiswa pasti mereka tinggal di Sijunjung, pasti rumah kos dibutuhkan. Ini merupakan salah satu contoh kecil saja untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Belum lagi mereka makan di rumah makan atau duduk di cafe-cafe. Ini juga membangkitkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
(Noven/Dicko)











