• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Gus Hilmy: Perempuan Harus Bersedia Terlibat dalam Gerakan Sosial

Minggu, 20/3/22 | 03:01 WIB
in Berita
0
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr H Hilmy Muhammad, MA, membuka acara peluncuran dan bedah buku Gerakan Perempuan Islam Moderat: Sejarah Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto : dpd)

YOGYAKARTA, AmanMakmur.com — Landasan gerakan perempuan muslim sudah dicontohkan oleh Sayyidah Khadijah Radhiyallahu Anha dalam mendukung perjuangan penyebaran Islam Nabi Muhammad Shollahu Alayh Wasallam, yaitu keimanan, integritas, kerja sama dengan banyak pihak, dan tidak melupakan fitrah sebagai perempuan. Landasan inilah yang menjadi dasar kesuksesan gerakan perempuan muslim di Indonesia, khususnya yang ada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr H Hilmy Muhammad, MA, saat membuka acara peluncuran dan bedah buku Gerakan Perempuan Islam Moderat: Sejarah Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilaksanakan di Aula G, Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, Sabtu (19/3)

“Hari ini PBNU memberikan ruang yang besar pada perempuan, baik di kepengurusan Syuriah, Tanfidziyah, hingga di Banom. Hal itu karena PBNU tidak menafikan peran gerakan perempuan. Pelibatan perempuan ini mendorong kita untuk semakin melek dan tercerahkan, bahwa kaum perempuan tidak boleh ketinggalan dalam gerakan keilmuan, sosial, dan keagamaan. Oleh sebab itu, perempuan di mana pun berada, harus bersedia terlibat dalam gerakan kemasyarakatan,” tegas pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut.

LihatJuga

Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Agam Komit Kendalikan Alih Fungsi Lahan Pertanian

Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Agam Komit Kendalikan Alih Fungsi Lahan Pertanian

Kamis, 09/7/26 | 22:00 WIB
6
Bupati Eka Putra Kunjungi Kementerian PU, Bahas Soal Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat

Bupati Eka Putra Kunjungi Kementerian PU, Bahas Soal Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat

Kamis, 09/7/26 | 21:47 WIB
3
Menteri PU Dody Hanggodo Kunjungi Jembatan Enang-Enang yang Dibangun Masyarakat Bener Meriah Aceh Secara Swadaya

Menteri PU Dody Hanggodo Kunjungi Jembatan Enang-Enang yang Dibangun Masyarakat Bener Meriah Aceh Secara Swadaya

Kamis, 09/7/26 | 21:32 WIB
9

Atas terbitnya buku tersebut, pria yang juga Katib Syuriah PBNU itu menyampaikan apresiasi yang tinggi. Hadir pula untuk memberikan apresiasi adalah Drs KH Imam Aziz (Staf Khusus Wakil Presiden RI), Dr KH A Zuhdi Muhdlor, MHum (Ketua PWNU DIY), KH Muhtarom Busyro (Pengasuh PP Al Munawwir, Krapyak), serta Hj Habibah Mustofa dan Dra Lusi Margiyani (Senior Fatayat NU).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PW Fatayat NU DIY menyampaikan bahwa buku ini disusun selama dua tahun lebih. Banyaknya sumber dan dokumen yang tersebar parsial, cukup menjadi kendala hingga dapat diterbitkan hari ini.

“Agar tidak terputus dengan generasi senior, penulisan ini dilakukan. Selain itu, juga agar dapat mengambil pelajaran atas apa yang sudah pernah diprogramkan dan sukses di masa lalu sehingga bisa dilanjutkan pengurus hari ini. Di antaranya adalah Fatayat dulu pernah punya program Yayasan Kesejahteraan Fatayat (YKF). Ini penting untuk dilanjutkan. Selain itu, kita akan tahu bagaimana kontribusi Fatayat di tingkat lokal, nasional, dan internasional,” papar Rindang Farihah, MPsi.

Lebih lanjut, Rindang menjelaskan bahwa buku tersebut merangkum peran PW Fatayat NU DIY sejak pendiriannya pada 1961. Di antaranya dalam mengembangkan moderasi Islam, khususnya isu keadilan dan kesetaraan gender di DIY. Isu pemberdayaan perempuan yang kemudian diperluas cakupannya dengan isu perlindungan anak, menjadi fokus dan prioritas program Fatayat NU.

“Buku ini diharapkan bisa menjadi literatur yang berguna bagi pegiat sosial, akademis, aktivis perempuan, dan masyarakat, khususnya bagi generasi NU dan kader Fatayat NU untuk berjuang di masa depan,” ujar Rindang.

Buku setebal 224 ini dikerjakan oleh delapan penulis perempuan, yaitu Akhiriyati Sundari, Ashilly Achidsti, Kiromim Baroroh, Lindra Darnela, Maria Fauzi, Maryam Fithriati, Wiwin Siti Aminah Rohmawati, dan Zunly Nadia.

(Rel/dpd)

Post Views: 609
ShareSendShare
Previous Post

Ada Puteri Minang di Tengah Anies-AHY

Next Post

Sultan Apresiasi Jokowi Mampu Tarik Perhatian Dunia dengan MotoGP

Next Post
Sultan Apresiasi Jokowi Mampu Tarik Perhatian Dunia dengan MotoGP

Sultan Apresiasi Jokowi Mampu Tarik Perhatian Dunia dengan MotoGP

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,263)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,451)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,090)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,739)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,712)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,051)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,120)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,563)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,514)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,567)

Berita Lainnya

Novel Perempuan Berkerudung Langit Dibedah RPI

Novel Perempuan Berkerudung Langit Dibedah RPI

Selasa, 22/2/22 | 07:13 WIB
26

Leaglet bedah novel Perempuan Berkalung Langit. (Foto : Fir) PADANG, AmanMakmur.com ---Sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata, dengan judul;...

Atasi Covid-19, Ketua DPD RI: Pendapat Ahli Epidemiologi Perlu Didengar

Atasi Covid-19, Ketua DPD RI: Pendapat Ahli Epidemiologi Perlu Didengar

Minggu, 11/4/21 | 10:24 WIB
2

JAKARTA, AmanMakmur.com ---Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa pemerintah perlu mendengarkan pendapat alternatif para ahli epidemiologi tentang...

Jokowi Singgung Pasal 33 UUD 1945, LaNyalla: Saatnya Koperasi Rakyat Bangkit

Jokowi Singgung Pasal 33 UUD 1945, LaNyalla: Saatnya Koperasi Rakyat Bangkit

Jumat, 07/1/22 | 12:32 WIB
15

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ----Pernyataan Presiden Joko Widodo tentang amanat Pasal 33...

Melihat Potensi Investasi, Konjen India di Medan Kunjungi DPRD Sumbar

Melihat Potensi Investasi, Konjen India di Medan Kunjungi DPRD Sumbar

Jumat, 18/2/22 | 07:39 WIB
25

Konsulat Jenderal (Konjen) India Kota Medan, Subham Singh datangi DPRD Sumhar (Foto : Nov) PADANG, AmanMakmur.com--- Melihat potensi investasi di...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.