• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Hadapi Ekonomi Digital, LaNyalla Sampaikan 3 Hal Penting

Selasa, 28/9/21 | 14:35 WIB
in Uncategorized
0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd)

ACEH, AmanMakmur.com —Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan ada 3 hal penting yang harus diperhatikan untuk memperkuat daya saing menghadapi ekonomi digital, yang memiliki prospek luar biasa besar.

Hal itu disampaikan LaNyala secara virtual saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk ‘Bisnis Kreatif di Era Digital, Mendukung Ekonomi Indonesia Tangguh dan Tumbuh’ yang diselenggarakan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (28/9).

Pertama, yang harus dibenahi adalah kesiapan Sumber Daya Manusia. Karena SDM adalah pilar dasar dalam ekosistem inovasi digital. Senator asal Jawa Timur itu menjelaskan, digital hanyalah alat, sedangkan skema, inovasi, terobosannya, peruntukannya, berdasarkan perencanaan dari manusia.

LihatJuga

Nevi Zuairina Minta Bio Farma Serius Kembangkan Obat Herbal

Nevi Zuairina Minta Bio Farma Serius Kembangkan Obat Herbal

Rabu, 25/5/22 | 16:47 WIB
10
Angkat Nilai Kearifan Lokal, Inilah Pemenang Lomba Video Kreatif Gus Hilmy

Angkat Nilai Kearifan Lokal, Inilah Pemenang Lomba Video Kreatif Gus Hilmy

Kamis, 28/4/22 | 08:17 WIB
30
Bupati Sijunjung Sahur Bersama Masyarakat di Nagari Tanjung Gadang

Bupati Sijunjung Sahur Bersama Masyarakat di Nagari Tanjung Gadang

Minggu, 24/4/22 | 06:43 WIB
62

“DPD RI akan terus mendorong pengembangan SDM dengan kompetensi digital. Dan kami ingin mendorongnya bukan hanya terpusat di kota besar, tapi di seluruh pelosok Tanah Air, melalui sistem pendidikan yang baik, termasuk melalui dunia vokasi,” ujarnya.

Kedua, kesiapan infrastruktur. Saat ini, fasilitas infrastruktur telekomunikasi memang belum merata. Hanya di kawasan barat Indonesia yang pembangunannya tampak masif. Sedangkan di kawasan timur Indonesia relatif belum memadai. Akibatnya, terjadi kesenjangan digital. Mayoritas pengguna internet pun hanya berpusat di Jawa, Sumatera, dan Bali.

“Tanpa pemerataan infrastruktur telekomunikasi, tentu akan sulit untuk menciptakan pengusaha-pengusaha kreatif dengan sentuhan digital di pelosok-pelosok negeri. Oleh karena itu, DPD RI terus mendorong kementerian terkait, agar mewujudkan akses digital yang merata di seluruh Tanai Air,” lanjutnya.

Ketiga, perlunya kesiapan regulasi. Karena dunia digital adalah dunia yang begitu dinamis. Perubahannya sangat cepat. Bukan dalam hitungan tahun, tapi perubahannya dalam hitungan hari, bahkan jam.

“Maka pemerintah harus menyiapkan regulasi yang tidak kuno, yang mengakomodasi perkembangan zaman, namun tetap dalam koridor aturan yang baik dan memihak bangsa.

Termasuk di dalamnya, misalnya, aturan perpajakan yang harus win-win solution untuk kepentingan pengembangan ekonomi digital, sekaligus meningkatkan pendapatan negara yang akan digunakan untuk pembangunan bangsa,” tutur LaNyalla lagi.

Ketiga catatan yang disampaikan olehnya itu, menurut LaNyalla harus segera diwujudkan oleh pemerintah. Agar pengusaha dan produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sebab sejauh ini masih marak produk impor di berbagai marketplace Indonesia.

Dimana 90 persen bahkan 95 persen, penjual di marketplace adalah orang lokal. Tetapi produk yang dijual justru kebalikannya, sekitar 90 persen adalah impor.

“Nilai transaksi belanja online kita dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2020 lalu mencapai Rp 266 triliun. Ini harus menjadi perhatian bersama karena begitu besarnya nilai transaksi belanja online kita yang sampai ratusan triliun itu mayoritas dibelanjakan untuk produk impor. Penjual di marketplace hanya ambil marjin, nilai tambah utama ada pada produsen di luar negeri. Hal tersebut menunjukkan belum kompetitifnya dunia usaha kita, sehingga masih kalah bersaing dengan produk impor yang jauh lebih murah,” jelasnya.

Banyak riset menunjukkan, ekonomi digital Indonesia akan tumbuh delapan kali lipat pada tahun 2030. Nilainya diprediksi mencapai Rp 4.500 triliun, dengan Rp 1.900 triliun atau 34 persennya dari belanja elektronik.

Luar biasa besar, mengingat populasi bangsa Indonesia yang juga besar. Sehingga menjadikannnya sebagai pasar prospektif dari ekonomi digital.

“Yang ingin saya tekankan dalam hal ini adalah ayo bersiap. Tidak ada kata terlambat. Semua anak muda harus bersiap, dari Sabang sampai Merauke. Jangan sampai besarnya pasar ekonomi digital itu justru dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar dari luar negeri,” ajaknya.

Ditambahkan oleh LaNyalla, ekonomi digital juga bukan hanya bicara soal belanja online. Di dalamnya ada berbagai segmen bisnis. Ada game, ada aplikasi, ada software, ada teknologi bidang kesehatan, dan sebagainya. Termasuk juga perkembangan teknologi gelombang baru atau gelombang kedua dunia digital, seperti teknologi 5G, Internet of Things, blockchain, artificial intelligence, dan cloud computing.

“Semuanya itu jika kita tangkap dengan baik peluangnya, tentu akan sangat memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi bangsa kita,” ucap dia.

(Rel/dpd)

Post Views: 229
ShareSendShare
Previous Post

Ketua DPD RI Bertemu Raja Keraton Sumedang Larang, Festival Adat Kerajaan Nusantara I Siap Digelar

Next Post

IKA Unand Kisruh, 5 Formatur Teken Maklumat

Next Post
IKA Unand Kisruh, 5 Formatur Teken Maklumat

IKA Unand Kisruh, 5 Formatur Teken Maklumat

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,114)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,317)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,945)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,603)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,584)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,886)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (6,998)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,421)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,347)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,457)

Berita Lainnya

Sylviana Murni: Komite I DPD RI Bakal Awasi Pelaksanaan Pemilu 2024

Sylviana Murni: Komite I DPD RI Bakal Awasi Pelaksanaan Pemilu 2024

Sabtu, 03/2/24 | 00:14 WIB
9

Sylviana Murni, Wakil Ketua II Komite I DPD RI. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur--- Sebagai lembaga negara yang mewakili daerah,...

Senator NTT: Tinjau Kembali MoU Pulau Pasir dengan Australia

Senator NTT: Tinjau Kembali MoU Pulau Pasir dengan Australia

Senin, 07/11/22 | 10:22 WIB
17

Anggota DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Liyanto. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Anggota DPD RI...

Tingkatkan Kapasitas, 235 Pemuda Pasaman Barat Diberikan Pelatihan

Tingkatkan Kapasitas, 235 Pemuda Pasaman Barat Diberikan Pelatihan

Sabtu, 24/12/22 | 09:15 WIB
12

Bupati Hamsuardi berfoto bersama dengan peserta pelatihan pemuda. (Foto : gmz) PASAMAN BARAT, AmanMakmur.com ---Sebanyak 235 pemuda se Kabupaten Pasaman...

Abdullah Puteh Minta Kementan Peduli Terhadap Kelangkaan Pupuk Subsidi di Aceh

Abdullah Puteh Minta Kementan Peduli Terhadap Kelangkaan Pupuk Subsidi di Aceh

Senin, 09/10/23 | 11:46 WIB
16

Anggota DPD RI dari Provinsi Aceh Prof Abdullah Puteh sedang memberikan sambutan. (Foto : dpd) ACEH, AmanMakmur ---Anggota Dewan Perwakilan...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.