• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua DPD RI Minta PTM Ditunda

Rabu, 23/6/21 | 14:02 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com —Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah menunda rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru, Juli mendatang. Pasalnya, terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi. Bahkan, jumlah anak-anak yang terinfeksi virus tersebut sangat tinggi.

Berdasarkan catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), persentase anak-anak yang terinfeksi Covid-19 mencapai 12,5 persen. KPAI juga menyebut ketiadaan ruang ICU pasien usia anak mengakibatkan banyak anak meninggal akibat Covid-19. Akibatnya, angka kematian anak karena Covid-19 di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia.

“Melihat dari data tersebut, saya sebagai Ketua DPD RI meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek (Kemendikbud Ristek), untuk menunda rencana sekolah tatap muka,” tutur LaNyalla, Rabu (23/6).

LihatJuga

Bupati Tanah Datar Sahur Bersama Penghuni Huntara di Guguak Malalo

Bupati Tanah Datar Sahur Bersama Penghuni Huntara di Guguak Malalo

Kamis, 12/3/26 | 19:48 WIB
4
Wakil Bupati Mentawai Serahkan Bantuan Saat Safari Ramadan di Desa Malancan Siberut Utara

Wakil Bupati Mentawai Serahkan Bantuan Saat Safari Ramadan di Desa Malancan Siberut Utara

Kamis, 12/3/26 | 18:39 WIB
7
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Kunjungi Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Kunjungi Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan

Kamis, 12/3/26 | 18:28 WIB
9

Senator asal Jawa Timur itu juga meminta pemerintah mempertimbangkan rencana sekolah tatap muka yang akan dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan. Karena, risiko terpaparnya anak dari Covid-19 masih sangat besar. Apalagi, anak-anak masih sulit menerapkan protokol kesehatan seperti orang dewasa.

“Satgas Covid-19 menyatakan data per 10 Juni 2021, tren kasus pada anak cukup tinggi. Padahal kita tahu saat ini sebagian besar anak masih melakukan sekolah jarak jauh dari rumah tetapi ternyata kasus pada anak juga cukup tinggi,” tuturnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 itu, terdapat 64.690 kasus positif pada anak dengan rentang usia 7-12 tahun. Sebanyak 60.642 sembuh, sementara ada 120 kasus kematian.

Kemudian pada anak usia 16-18 tahun yang positif Covid-19 sebanyak 58.858 sedangkan yang sembuh 55.159 dengan jumlah kematian 130. Lalu 46.706 kasus untuk usia 13-15 tahun dengan jumlah anak meninggal dunia 68 orang.

“Ini menunjukkan angka kasus Covid-19 untuk anak usia sekolah sangat tinggi. Untuk kategori SD dan SMA ini termasuk kelompok yang terpapar kasusnya tinggi dan harus jadi perhatian bersama. Dari data ini dapat disimpulkan peta risiko penularan Covid di satuan pendidikan cukup besar,” kata LaNyalla.

Hingga saat ini, sudah sekitar 32,19 persen sekolah yang melakukan PTM terbatas per 17 Juni. Namun LaNyalla menyoroti data dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan kesiapan sekolah dalam pencegahan Covid-19 saat ini masih rendah.

“Masih kurangnya kesiapan sekolah dari segi ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih, sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan, dan disinfektan, ini juga harus jadi pertimbangan penundaan sekolah tatap muka meski dilakukan hanya seminggu 2 kali dengan kapasitas kelas 50 persen,” paparnya.

Menurut LaNyalla, Kemenkes juga sudah mencatat rendahnya kemampuan sekolah mengakses fasilitas kesehatan layanan kesehatan seperti Puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Kemudian juga terkait kesiapan menerapkan area wajib masker kain atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta disabilitas rungu.

Selain itu kesiapan berupa ketersediaan thermogun dan pemetaan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan dari satuan pendidikan seperti memiliki komorbid. Vaksinasi Covid-19 kepada tenaga pendidik juga masih belum sempurna.

“Sementara saat ini beban Puskesmas sangat besar. Apalagi banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 saat menjalankan tugasnya sehingga harus menjalani isolasi mandiri,” terang LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI itu juga menyoroti keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang saat ini kritis. LaNyalla pun meminta pemerintah untuk menambah lagi kapasitas ruang perawatan untuk pasien anak.

“Pemerintah harus menyediakan fasilitas ruang NICU dan ICU khusus Covid bagi pasien usia anak. Karena kritisnya ruang ICU dan NICU di berbagai daerah di Indonesia mengakibatkan pasien usia anak yang positif Corona sulit diselamatkan saat kondisi mereka kritis,” tegasnya.

Sebagai ganti penundaan sekolah tatap muka, LaNyalla meminta agar pemerintah memaksimalkan sistem pembelajaran jarak jauh. Meski kurang ideal, kondisi Covid-19 yang sudah mengkhawatirkan menjadikan sekolah jarak jauh sebagai solusi terbaik.

“Maksimalkan pembelajaran jarak jauh dengan melibatkan pihak-pihak yang memiliki korelasi dengan pendidikan dan anak, seperti NGO dan relawan-relawan pemerhati anak yang fokus terhadap kegiatan mengajar agar pembelajaran lebih intensif,” ucap LaNyalla.

DPD RI melakui Komite III yang membidangi pendidikan dipastikan akan ikut memantau perkembangan mengenai rencana sekolah tatap muka. LaNyalla juga mengimbau agar percobaan sekolah tatap muka untuk sementara disetop dahulu, kecuali bagi daerah yang berstatus zona hijau.

“Saya pun berharap kepada orang tua murid untuk lebih memperhatikan anak-anaknya. Dampingi selalu anak-anak saat belajar dari rumah, dan hindari dulu beraktivitas di luar karena penyebaran virus Corona baru sangat cepat,” tutupnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 279
ShareSendShare
Previous Post

Faperta Unand Gelar Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa

Next Post

DPD RI dan KPU RI Sepakat Jadwal Pemilu 2024 Digelar 28 Februari dan 27 November

Next Post
DPD RI dan KPU RI Sepakat Jadwal Pemilu 2024 Digelar 28 Februari dan 27 November

DPD RI dan KPU RI Sepakat Jadwal Pemilu 2024 Digelar 28 Februari dan 27 November

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,111)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,313)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,941)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,601)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,581)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,883)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (6,995)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,421)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,345)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,456)

Berita Lainnya

“Mengenang Sang Legenda Chairul Harun”: Wagub Audy Joinaldy Bakal Orasi Budaya

“Mengenang Sang Legenda Chairul Harun”: Wagub Audy Joinaldy Bakal Orasi Budaya

Minggu, 04/8/24 | 13:38 WIB
6

Informasi mengenai acara. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur ---Kalau tidak ada aral melintang, rencananya Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy akan...

RI Bersiap Hidup Berdampingan dengan Covid, LaNyalla: Vaksinasi Harus Maksimal

RI Bersiap Hidup Berdampingan dengan Covid, LaNyalla: Vaksinasi Harus Maksimal

Rabu, 11/8/21 | 08:44 WIB
17

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAWA TIMUR, AmanMakmur.com---Pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan akan berakhir dalam...

Pelayanan Kesehatan Satgas Yonif 323 Kostrad untuk Papua Sehat

Pelayanan Kesehatan Satgas Yonif 323 Kostrad untuk Papua Sehat

Rabu, 08/1/25 | 17:24 WIB
5

Satgas Mobile Yonif 323/Buaya Putih Kostrad sedang memeriksa kesehatan. (Foto : Kostrad) PAPUA, AmanMakmur ---Satgas Mobile Yonif 323/Buaya Putih Kostrad...

Bersama Dubes Rusia, Sultan Sepakati Pelaksanaan Forum Parlemen BRICS+

Bersama Dubes Rusia, Sultan Sepakati Pelaksanaan Forum Parlemen BRICS+

Jumat, 31/1/25 | 20:43 WIB
9

Ketua DPD RI Sultan menerima Dubes Rusia. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Indonesia telah secara resmi masuk dalam anggota kerjasama...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.