JAKARTA, AmanMakmur.com —Puasa sebagai ibadah mahdloh merupakan satu kewajiban yang rutin kita tunaikan. Puasa dalam membentuk pribadi taqwa tentu tidak sekali jadi, maka setiap tahun berpuasa menurut ulama sebagai “olah jiwa tahunan” yang harus membentuk kita semakin baik, semakin bertaqwa.
“Saya mencoba meletakkan puasa sebagai kanopi, sebagai teras rohani kita agar dengan ketaqwaan yang terus kita bangun itu, melahirkan diri kita yang semakin bersih, suci lahir dan batin dalam makna bahwa puasa adalah proses revolusi rohani,” ujar Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah di laman fesbuknya, Rabu (14/4).
Puasa yang bisa membentuk kanopi diri menjadi insan yang bersih lahir batin, menurut Haedar adalah puasa yang terintegrasi, bukan hanya menahan diri dari makan minum dan pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga menjadikan diri menjadi orang yang mempunyai kemampuan memelihara, merawat dan menjaga.
Setiap tahun, sebut Haedar, kita berpuasa tidak cukup hanya sebagai ritual individual semata, tetapi puasa harus memancarkan diri kita yang menjadi uswah khasanah (teladan yang baik) dalam kehidupan.
Ketika puasa diproyeksikan La’allakum Tattaquun (agar kamu menjadi orang yang bertaqwa), bagaimana sifat taqwa itu kita praktekkan.
“Contoh apakah setelah puasa kita menjadi orang yang semakin dermawan, yang kedua apakah kita menjadi orang yang sabar tidak pemarah, kemudian pemaaf terhadap orang,” tanyanya.
Lalu bagaimana dampaknya dalam kehidupan? Apakah puasa itu dan segala macam ibadah yang kita jalani berdampak pada kesalehan sosial kita? Tanya Haedar lebih lanjut.
(Ika)











