• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

LaNyalla Ajak Kader PBB Koreksi Arah Perjalanan Bangsa Lewat Amandemen

Selasa, 07/12/21 | 15:34 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sedang memberikan sambutan di acara Partai Bulan Bintang (PBB). (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com — Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak kader Partai Bulan Bintang (PBB) untuk terlibat aktif mengoreksi arah perjalanan bangsa. Salah satunya, melalui Amandemen ke-5 Konstitusi yang saat ini sedang bergulir.

“Koreksi arah perjalanan bangsa harus dilakukan untuk Indonesia yang lebih berdaulat dan berdikari, serta mampu mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia,” kata LaNyalla saat menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis ‘Pendalaman Tugas Pimpinan dan Anggota DPRD Partai Bulan Bintang seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa (7/12) malam.

Koreksi yang dimaksud LaNyalla, adalah sistem tata negara dan sistem ekonomi negara. Karena hasil Amandemen Konstitusi tahun 1999 hingga 2002 silam membuat sistem demokrasi dan ekonomi Pancasila hilang, digantikan dengan demokrasi liberal dan ekonomi kapitalistik.

LihatJuga

Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Mitra dari Qatar

Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Mitra dari Qatar

Selasa, 23/6/26 | 21:26 WIB
2
Baznas Agam Salurkan Zakat Melalui Lima Program Unggulan

Baznas Agam Salurkan Zakat Melalui Lima Program Unggulan

Selasa, 23/6/26 | 21:05 WIB
7
Kerja Sama dengan Kota Jinju, DPD RI Dorong Modernisasi Pertanian Daerah

Kerja Sama dengan Kota Jinju, DPD RI Dorong Modernisasi Pertanian Daerah

Selasa, 23/6/26 | 21:01 WIB
5

Sejak Amandemen Konstitusi perubahan 4 tahap Indonesia seolah lepas dari DNA sejarah lahirnya bangsa ini. Juga semakin menjauh dari cita-cita luhur para pendiri bangsa.

“Wajah dan arah perjalanan bangsa diserahkan kepada penentu tunggal yaitu partai politik, melalui fraksi di DPR RI. Celakanya, suara atau pendapat hanya dihitung sebagai angka melalui voting di Parlemen. Sehingga yang terjadi adalah tirani mayoritas. Partai politik kecil tidak akan pernah mampu menghadapi partai politik besar,” tegas dia.

Begitu pula haluan ekonomi nasional yang telah bergeser dari ekonomi kekeluargaan dan gotong royong dengan soko guru koperasi menjadi ekonomi pasar bebas yang didominasi swasta nasional dan asing, yang sebagian sahamnya bisa dimiliki siapapun dan dimanapun melalui lantai bursa saham.

“Sumber daya alam dan cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak, perlahan tapi pasti kita serahkan kepada mekanisme pasar. Impor menjadi jalan keluar termurah, dengan dalih efisiensi. Inilah wajah konstitusi dan produk undang-undang negara kita hari ini,” papar dia.

Menurut LaNyalla, mahasiswa yang menjadi penggerak Reformasi 1998 banyak tidak sadar bahwa perubahan konstitusi empat tahap telah menyebabkan kondisi saat ini.

“Oleh karena itu, dalam beberapa kesempatan saya selalu menekankan pentingnya membahas persoalan-persoalan di sektor hulu, bukan di hilir. Karena muara dari kelemahan sebagai bangsa ada di sektor hulu, yaitu persoalan fundamental bangsa ini yang menyebabkan Indonesia tak kunjung mampu mewujudkan tujuan hakiki dari lahirnya bangsa ini, yaitu; keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” papar Senator asal Jawa Timur itu.

Ketidakadilan sosial itu, menurut LaNyalla, dilihat dan didengarnya langsung dari stakeholder di daerah dalam kunjungan kerjanya di 34 provinsi.

“Kesimpulannya permasalahan di daerah sama, yaitu ketidakadilan sosial. Mengapa keadilan sosial sulit terwujud? Karena adanya modal dan kapital dari segelintir orang untuk mengontrol dan menguasai kekayaan dan kekuasaan atau oligarki,” ucapnya.

Oligarki dibangun atas dasar kekuatan modal kapital yang tidak terbatas, sehingga mampu menguasai dan mendominasi simpul-simpul kekuasaan. Oligarki juga beroperasi dalam kerangka kekuasaan yang menggurita.

Mengapa ini bisa terjadi? Sebab, kata LaNyalla, memang dibuka peluang untuk terjadinya dominasi segelintir orang yang memiliki modal untuk menguasai dan menguras kekayaan negara ini.

“Padahal para pendiri bangsa sejatinya melahirkan sistem ekonomi yang dikelola dengan azas kekeluargaan atau sistem ekonomi Pancasila, yang kemudian dituangkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 naskah asli yang terdiri dari 3 ayat. Di mana kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) negeri ini harus dikelola dengan prinsip kekeluargaan dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” papar dia lagi.

Oleh karena itu, LaNyalla terus menyampaikan pikiran-pikiran tersebut untuk menggugah kesadaran publik, memantik pemikiran seluruh elemen bangsa, sehingga terbangun dalam suasana kebatinan yang sama, yaitu untuk memikirkan bagaimana Indonesia ke depan lebih baik.

“Dengan begitu Indonesia akan menjadi negara seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini, bukan negara dengan mazhab kapitalisme liberal,” tuturnya.

Acara Bimtek dihadiri oleh Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (secara virtual), Sekjen PBB Afriansyah Noor, Ketua Majelis Syuro PBB KH Masrur Anhar, Bupati Konawe Utara Ruksamin (Ketua DPW PBB Sulawesi Tenggara) serta Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Fraksi Bulan Bintang se-Indonesia.

(Rel/dpd)

Post Views: 296
ShareSendShare
Previous Post

BKSP DPD RI Antusias Indonesia Jadi Presidensi G20

Next Post

LaNyalla Sebut Presidential Threshold Perusak Persatuan Bangsa

Next Post
LaNyalla Sebut Presidential Threshold Perusak Persatuan Bangsa

LaNyalla Sebut Presidential Threshold Perusak Persatuan Bangsa

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,236)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,422)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,063)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,718)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,688)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,017)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,103)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,544)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,492)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,548)

Berita Lainnya

Harga Ikan di Jatim Anjlok, Ketua DPD RI Minta Genjot Peluang Ekspor Produk Olahan Ikan

Harga Ikan di Jatim Anjlok, Ketua DPD RI Minta Genjot Peluang Ekspor Produk Olahan Ikan

Kamis, 11/1/24 | 18:14 WIB
10

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang sedang kunjungan kerja ke Banyuwangi Jatim. (Foto : dpd) JAWA TIMUR, AmanMakmur...

LaNyalla Dorong Pemerintah Akui Kerajaan Nusantara Sebagai Fondasi NKRI

LaNyalla Dorong Pemerintah Akui Kerajaan Nusantara Sebagai Fondasi NKRI

Sabtu, 28/8/21 | 09:47 WIB
15

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kunjungan kerja di NTT. (Foto : dpd) NUSA TENGGARA TIMUR, AmabMakmur.com---Ketua DPD RI,...

Bappeda Sumbar Gelar Forum Konsultasi Publik Bahas RPJMD

Bappeda Sumbar Gelar Forum Konsultasi Publik Bahas RPJMD

Selasa, 23/3/21 | 14:49 WIB
27

PADANG, AmanMakmur.com---Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Provinsi Sumbar Tahun 2021-2026 dengan visi...

DPD RI dan TNI Bersinergis dalam Memperkuat Ketahanan Nasional

DPD RI dan TNI Bersinergis dalam Memperkuat Ketahanan Nasional

Kamis, 25/11/21 | 02:44 WIB
18

JAKARTA, AmanMakmur.com --- DPD RI dan TNI Bersinergis dalam memperkuat Ketahanan Nasional di 34 provinsi serta saling memberikan informasi terkait...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.