
Oleh: Isa Kurniawan
(Koordinator Kapas / Komunitas Pemerhati Sumbar)
DALAM sejarahnya, Gubernur Sumbar itu pernah berasal dari Tanah Datar/Luhak Nan Tuo, yakni Hasan Basri Durin Dt Rangkayo Mulie Nan Kuniang.
Hasan Basri Durin pernah menjadi Walikota Jambi tahun 1966 – 1968. Kemudian, menjadi Walikota Padang periode 1972 – 1983 dan Gubernur Sumbar dua periode dari 1987 – 1997.
Pada masa Orde Baru, pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Kemudian hasil pemilihan dikirimkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Keputusan siapa yang dipilih berada di tangan Presiden Soeharto.
Meskipun jadi pemenang saat pemilihan di DPRD, kadang tidak menjamin itu akan dipilih/ditetapkan oleh Presiden Soeharto.
Hasan Basri Durin lahir 15 Januari 1935 di Nagari Jaho, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Dimana Nagari Jaho ini berbatasan langsung dengan Kota Padang Panjang dan terkenal sebagai basis pendidikan Islam tradisional serta tempat lahirnya sejumlah tokoh penting daerah dan nasional.
Setelah jadi Gubernur Sumbar, pada tahun 1998 menjadi Ketua Utusan Daerah MPR (FUD MPR) dan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada periode 1998 – 1999. Hasan Basri Durin wafat pada 9 Juli 2016, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.
Kandidat Kuat Gubernur Sumbar
Pada tahun 2030 mendatang, katanya, akan diadakan Pilkada Sumbar. Dan salah satu kandidat kuat Gubernur Sumbar ke depan itu digadang-gadang adalah Fadly Amran Dt Paduko Malano, Walikota Padang sekarang.
Fadly Amran kelahiran 9 Februari 1988 (38 th) merupakan anak ke 2 dari 7 bersaudara dari pasangan H Amran Sutan Sidi Sulaiman dan Hj Maizarnis yang dikenal sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Baiturrahmah yang mempunyai sekolah mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi, dan juga rumah sakit (RS Siti Rahmah).
Sebelum menjadi Walikota Padang, alumni SMAN 1 Padang ini pernah menjabat Walikota Padang Panjang periode 2018 – 2023. Kemudian, Ketua HIPMI Padang, Ketua KNPI Padang dan Ketua KNPI Sumbar.
Saat ini Fadly menjabat Ketua DPW Partai Nasdem Sumbar, Ketua IKTD (Ikatan Keluarga Tanah Datar) Sumbar, Ketua Gebu Minang Sumbar, dan terlibat di banyak organisasi lainnya.
Menikam Jejak
Meskipun belum 2 tahun Fadly Amran memimpin Kota Padang, sepak terjangnya telah mendapat dukungan luas dari masyarakat Kota Padang. Terutama dalam soal kebersihan, pembenahan Pasar Raya Padang, penataan pedagang K5, dan 9 progulnya.
Tampak bahwa Fadly Amran itu serius di dalam mengurus Kota Padang.
Dalam kontestasi Pilkada Sumbar, dengan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak kurang lebih 666.178 pemilih (2024), Kota Padang merupakan ceruk suara yang amat potensial. Terbesar di antara kabupaten / kota yang ada.
Siapa yang menguasai Padang, umpama sudah separoh kemenangan di tangan.
Bagi Fadly Amran, Luhak Nan Tuo ikut menjadi basis suara. DPT tahun 2024, Kabupaten Tanah Datar 280.236 dan Kota Padang Panjang 44.332.
Melihat perjalanan karir Hasan Basri Durin yang berasal dari Tanah Datar/Luhak Nan Tuo, kemudian jadi Walikota Padang dan Gubernur Sumbar. Sepertinya Walikota Padang Fadly Amran akan menikam jejak pendahulunya tersebut.
Usia Fadly masih 38 tahun. Tikaman jejak itu bisa jadi sampai menjadi Menteri, sama halnya dengan Hasan Basri Durin. *)












