• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik Memiliki Imajinasi yang Tajam dalam Karyanya

Selasa, 04/3/25 | 16:12 WIB
in Berita
0
Makmur Hendrik, aktivis, wartawan dan penulis Indonesia. (Foto : Dok)

PADANG, AmanMakmur —Makmur Hendrik merupakan seorang maestro penulis cerita dan wartawan Indonesia yang memiliki imajinasi yang tajam dalam setiap karya yang dibuatnya. Mulai dari novel sampai cerpen, karyanya selalu enak dibaca dan membawa pembaca hanyut di dalam ceritanya.

Pokoknya cerita Makmur Hendrik di dalam novel maupun cerpennya memiliki daya tarik tersendiri bagi pembacanya.

Makmur Hendrik yang kelahiran Buluh Cina, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, pada 7 Juni 1947 itu, telah menghasilkan karya-karya yang fenomenal dan melegenda. Di antaranya; “Tikam Samurai” (Si Bungsu) dan “Giring-giring Perak”.

LihatJuga

Konflik Perbatasan Memanas dengan Kabupaten Solok, Bupati Tanah Datar Datangi Kemendagri

Konflik Perbatasan Memanas dengan Kabupaten Solok, Bupati Tanah Datar Datangi Kemendagri

Senin, 08/6/26 | 21:43 WIB
3
Macab Laskar Merah Putih (LMP) Padang dan Padang Pariaman Dukung Pelaksanaan Rapimnas LMP 2026

Macab Laskar Merah Putih (LMP) Padang dan Padang Pariaman Dukung Pelaksanaan Rapimnas LMP 2026

Senin, 08/6/26 | 21:33 WIB
9
Raker DMI Ranting Kelurahan Surang Gadang Dibuka oleh Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan

Raker DMI Ranting Kelurahan Surang Gadang Dibuka oleh Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan

Minggu, 31/5/26 | 19:53 WIB
10

Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, ia memenangkan beberapa kali sayembara novel dan penulisan cerpen tingkat nasional. Di antaranya berjudul “Melintas Badai” dan “Siul” (1984).

Dari karyanya yang menang sayembara di tingkat nasional tersebut, di antaranya sudah diangkatkan ke layar lebar/film, seperti; “Buah Hati Mama”, “Melintas Badai”, “Luka di Atas Luka” dan “Yang Kukuh yang Runtuh”.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah pertama di Pekanbaru, Makmur Hendrik melanjutkan studinya di STM Negeri Bukittinggi. Kemudian ia meneruskan pendidikannya ke IKIP Padang (sekarang Universitas Negeri Padang/UNP).

Sewaktu menjadi pelajar, ia rajin menulis cerita. Dan tahun 1965 dia memenangkan sayembara menulis yang diadakan oleh Korem Sumbarut di Bukittinggi, dengan judul seragam: Pahlawan Pembangunan.

Jika peserta lain mengurai apa itu pahlawan dan apa pula pembangunan, ia justru menulis cerita yang menyebabkan tokohnya mati akibat menyelamatkan dam yang sedang dibangun dari terjangan banjir. Meski begitu, ceritanya justru menjadi juara.

Aktivis Angkatan 66

Tahun 1966, ketika di bangku kelas 2 STM Negeri Bukittinggi, Makmur Hendrik merupakan Ketua KAPPI Bukittinggi, dan memimpin belasan kali aksi demonstrasi melawan dan menuntut PKI Sumatera Barat dibubarkan. Saat itu PKI berpusat di Baso, sekitar 12 Km dari Bukittinggi.

Kemudian ia menjadi Ketua Dewan Mahasiswa saat kuliah di IKIP Padang (1971-1974).

Bersama 4 rekan Pengurus Dewan Mahasiswa, dia melakukan protes kepada Rektor IKIP Prof Isrin Nurdin, yang otoriter. Makmur dan rekan-rekannya memprotes dengan duduk di depan Rektorat selama 3 hari, dengan spanduk hitam dengan tulisan putih: ‘Kepada Dunia, di sini Mahaguru kami mau benar sendiri. Kami protes hari ini!”

Protes itu menjadi liputan nasional dan internasional. Betapa para mahasiswa memprotes mahagurunya yang otoriter di sebuah kampus.

Adapun protes itu berakhir di hari ketiga, saat Rektor Prof Isrin Nurdin, bersedia berdialog dan menyetujui usul Dewan Mahasiswa agar tidak bertindak otoriter. Isrin “menyerah” akibat gencarnya tekanan perguruan tinggi se Indonesia.

“Tekanan” itu didukung dan disiarkan secara nasional oleh pers di Jakarta, seperti Kompas dan Media Indonesia. Juga dan dukung pers Sumatera Barat seperti Singgalang, Semangat dan Duta Masyarakat.

Pada tahun 2019, saat HUT ke-53 Tritura yang dilaksanakan di Gubernuran Sumbar, ia menginisiasi berdirinya Museum Angkatan 66. Atas usulnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, menyetujui Museum itu menempati eks Gedung BAPERKI Bukittinggi di Jalan Ahmad Karim No.12 (sebelumnya bernama Jalan Luruih).

SebagaiI Ketua KAPPI Bukittinggi pada tahun 1966, dia menginisiasi 3 hal fenomenal dan simbolik bagi Angkatan 66 di Indonesia: Pertama, mendirikan Monumen Angkatan 66 (Dana: Pemko Bukittinggi saat Wako Ismet Amziz).

Kedua, membuat Museum Angkatan 66 (atas izin Gubernur Irwan Prayitno menempati eks Gedung BAPPERKI di Bukittinggi).

Dan, ketiga, menerbitkan buku Pelaku dan Saksi Sejarah Angkatan 66 Sumatera Barat Bertutur Tentang Tritura.

Wartawan Senior, Guru Besar Silat dan Komisioner KPU

Di dunia kewartawanan, ia pernah menjadi wartawan/redaktur surat kabar Singgalang (Padang), Kompas (Padang), Semangat (Padang), Media Indonesia (Jakarta), Sumatra Express (Palembang), dan Genta Pekanbaru (Pekanbaru).

Makmur Hendrik juga seorang guru besar silat Patbanbu (Empat Banding Budi) dan aktif di organisasi Pencak Silat IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Sumatera Barat, serta merupakan salah seorang tokoh silat yang terlibat dalam mengangkat festival silat tradisional di Sumatera Barat, yang dinamakan Galanggang Siliah Baganti.

Makmur juga pernah menjadi dosen Akademi Publisistik Padang, Anggota KPU Riau, dan Ketua KPU Pekanbaru.

Keluarga dan Karya

Makmur Hendrik bersama istrinya Yurni Hatta (pernah bekerja di BPD Sumbar/Bank Nagari) memiliki 4 orang anak perempuan, Eka, Eva, Evi dan Esi, serta 7 orang cucu.

Makmur Hendrik saat ini menetap di Pekanbaru, dimana sebelumnya lama tinggal di Wisma Warta Ulak Karang Padang.

Adapun karya-karya Makmur Hendrik sebagai berikut;

“Melintas Badai” (1983)
“Terjebak di Perut Bumi” (1984)
“Di Langit Ada Saksi” (1986)
“Tikam Samurai” (Si Bungsu) – 12 jilid
“Si Giring-giring Perak” – 7 jilid
“Jangan Menangis Mama”
“Palimo Agam”
“Intan Suri”
“Romusa”
“Sakai: (2010)
“50 Tahun Fauzi Bahar Mengabdi dalam Guncangan Bencana” (Biografi) (2013)
“PDAM Padang Bangkit dari Keruntuhan” (2013)
“Mata Rantai yang Hilang” (60 Tahun Provinsi Riau).

(Isa Kurniawan)

Source: Dari berbagai sumber

 

Isa Kurniawan. (Foto : Fok)
Post Views: 561
ShareSendShare
Previous Post

Wamen PU Diana Tinjau Lokasi Banjir di Cisarua Bogor

Next Post

Ketua DPD RI Sultan Apresiasi Pemerintah Intervensi Penurunan Harga Tiket Pesawat

Next Post
Ketua DPD RI Sultan Apresiasi Pemerintah Intervensi Penurunan Harga Tiket Pesawat

Ketua DPD RI Sultan Apresiasi Pemerintah Intervensi Penurunan Harga Tiket Pesawat

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,205)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,398)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,042)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,686)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,667)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,986)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,080)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,523)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,452)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,522)

Berita Lainnya

Nevi Zuairina Raih Penghargaan Calon Legislatif Populer 2024-2029

Nevi Zuairina Raih Penghargaan Calon Legislatif Populer 2024-2029

Senin, 25/12/23 | 18:03 WIB
8

Hj Nevi Zuairina mendapatkan mendapatkan penghargaan bergengsi sebagai Calon Legislatif Paling Populer dalam 'Apresiasi Calon Legislatif Populer periode 2024-2029'. (Foto...

Muhammad Rakhman Minta Kemenag dan Penyelenggara Umrah Samakan Persepsi

Muhammad Rakhman Minta Kemenag dan Penyelenggara Umrah Samakan Persepsi

Minggu, 09/1/22 | 09:27 WIB
23

Wakil Ketua Komite III DPD RI Muhammad Rakhman. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Wakil Ketua Komite III DPD RI Muhammad...

Ketua DPD RI Dianugerahi Gelar Mia Ogena Yi Saragau oleh Kesultanan Buton

Ketua DPD RI Dianugerahi Gelar Mia Ogena Yi Saragau oleh Kesultanan Buton

Kamis, 17/6/21 | 14:15 WIB
35

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dianugerahi gelar kehormatan adat dan budaya, Mia Ogena Yi Saragau, oleh Sultan Buton....

Komite IV DPD RI Dorong BPK Sumbar Kawal Tindak Lanjut Rekomendasi Pemeriksaan

Komite IV DPD RI Dorong BPK Sumbar Kawal Tindak Lanjut Rekomendasi Pemeriksaan

Selasa, 08/11/22 | 04:11 WIB
10

Komite IV DPD RI melakukan Kunker dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.