• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Prof Wahyu Wibowo: Menelusuri Imaji Liar dalam Puisi Memukau Karya Pulo Lasman Simanjuntak

Kamis, 09/1/25 | 12:39 WIB
in Sastra
0
Prof Dr Wahyu Wibowo, Dosen Mata Kuliah Bahasa Filsafat di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional (UNAS) Jakarta. (Foto : Lasman Simanjuntak)

JAKARTA, AmanMakmur —–Pulo Lasman Simanjuntak, seorang penyair yang telah lama menggeluti dunia sastra, kembali mencuri perhatian para pecinta puisi.

Prof Dr Wahyu Wibowo, Dosen Mata Kuliah Bahasa Filsafat di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, mengungkapkan bahwa karya-karya puisi Pulo Lasman Simanjuntak penuh dengan teknik pembentukan imaji liar.

“Maksud ‘liar’ di sini merujuk pada penggunaan diksi yang dianggap tidak umum. Sebagai contoh, pemilihan kata ‘janin’ untuk menggambarkan bahwa janin tersebut lahir dari pecahan rahim rembulan menciptakan imaji liar yang unik,” ungkap Prof Wahyu Wibowo di Jakarta, Selasa (7/1/2025).

LihatJuga

“Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”, Novel Horor Penulis Muda Faaiz yang Mulai Jadi Perbincangan

“Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”, Novel Horor Penulis Muda Faaiz yang Mulai Jadi Perbincangan

Minggu, 24/5/26 | 13:46 WIB
34
Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sabtu, 09/5/26 | 23:39 WIB
6
Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sabtu, 09/5/26 | 23:12 WIB
19

Menurutnya, penggunaan kata-kata yang menciptakan imaji liar membuat makna puisi menjadi ambigu, memaksa pembaca untuk merenungi dan menemukan makna yang sebenarnya.

Puisi karya Pulo Lasman Simanjuntak kaya dengan berbagai bentuk dan warna. Sepanjang kariernya, telah tekun mengusung gaya ini dalam setiap karyanya.

Salah satu bait puisinya, “kuburan berbatu-batu disinari matahari murtad”, menjadi contoh nyata dari pendekatan imaji liar yang diusungnya.

Sebelumnya ketika dihubungi di kediamannya pada Minggu malam (5/1/2025), Prof Wahyu Wibowo mengatakan dalam proses kreativitasnya, Pulo Lasman Simanjuntak cenderung bergulat dalam sepinya.

“Manusia sepi yang tak hentinya berefleksi tentang hidupnya,” ujar penyair yang telah menulis 50 judul buku ini.

“Yang mesti dibaca dalam rangka menonjolkan refleksinya dari ihwal yang ditangkap oleh pancainderanya,” katanya lagi.

Itu sebabnya-lanjut Prof Wahyu Wibowo- Penyair Pulo Lasman Simanjuntak bisa amat produktif menulis puisi sampai sekarang ini.

“Tanpa peduli apakah pembacanya bisa mencernanya dengan mudah,” ucap pria kelahiran Kampung Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, 8 Maret 1957 ini.

Ketidakpeduliannya itu mohon dibaca tidak dalam rangka meraih “litentia poetica”, sebagaimana kerap dituduhkan orang jika hendak membela seorang penyair yang puisinyanya “tidak berbicara apa-apa”.

“Pada puisi Pulo Lasman Simanjuntak tetap saja terlihat dengan jelas betapa ia hendak mengatakan sesuatu, betapapun ia harus terengah-engah mengatakannya,” kilahnya.

Pada puisinya berjudul, “Ulang Tahun Membaca Suara Tuhan”, sebagai contoh, Pulo Lasman Simanjuntak kentara menegaskan bahwa lelah hidupnya ternyata tidak membuatnya diundang pada “mimpi purbanya” tentang eksistensi Tuhan.

Ia selalu merasa “terjebak dalam sebuah permukiman liar”, yang selalu dibanjiri air mata. Ia selalu berharap bahwa ia memang mesti selalu bergerak dalam kesakitan panjang, sementara usia terus saja beranjak.

“Pilu memang membaca puisi karya Pulo Lasman Simanjuntak. Dan, kepiluan itu melalui daya perlokutif tertentu mampu bersifat universal. Lasman Simanjuntak memang manusia sepi yang tak hentinya berefleksi tentang hidupnya,” pungkasnya.

Ibarat Berada di Kebun Apel

“Ibarat berada di kebun apel, Pulo Lasman Simanjuntak memetik apel-apel dengan bahagia dan riang, lalu memasukkannya ke dalam keranjang. Begitu apel-apel itu berada di keranjangnya, semua orang akan sepakat bahwa itu adalah apel hasil petikan Pulo Lasman Simanjuntak,” kata penyair dan sastrawan, Herman Syahara di Jakarta, belum lama ini

Dalam pandangan Herman, setiap puisi Pulo Lasman Simanjuntak seperti berbagai macam apel dengan berbagai warna, ukuran, dan bentuk. Perlakuan unik terhadap diksi menciptakan puisi yang sarat dengan majas-majas rapat dan rimbun.

Namun, perlu dicatat bahwa Pulo Lasman Simanjuntak- selain sebagai seorang rohaniawan yang mengenal podium dan jemaat- juga merupakan seorang jurnalis berpengalaman.

Kombinasi antara keahlian jurnalistik dan pengkhotbahannya terlihat jelas dalam setiap puisi yang dihasilkannya.

Penyair Nanang R Supriyatin juga memberikan apresiasi terhadap karya Pulo Lasman Simanjuntak.

Menurutnya, diksi dan tema yang diusung menciptakan inspirasi bagi pembaca.

“Narasinya dan estetika harus dibangun terus. Diksi dan tema dalam puisi Pulo Lasman Simanjuntak sudah terbangun sangat kuat,” ujar Nanang R Supriyatin.

Dengan keunikan gaya dan imaji liar dalam puisinya, terus mengukir jejaknya di dunia sastra Indonesia.

“Karya-karyanya menjadi sumber inspirasi bagi pembaca yang ingin menikmati keindahan kata-kata yang tak terduga,” pungkasnya.

“Puisi karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak dengan imaji-imaji dan kelebat yang liar ini perlu kita kaji dan teliti bersama,” ucap Penyair dan Sastrawan D Zawawi Imron yang ditulisnya dalam WhatsApp Group Sastra Semesta (SS) di Jakarta, belum lama ini.

“Karya puisinya kental bernada surrealis ini bisa (mungkin) menjadi penyegar. Eksprimen-eksprimen kreatif perlu dilakukan, karena zaman makin melaju ke masa depan,” ujar Penyair dan Sastrawan D Zawawi Imron, kelahiran 1 Januari 1945, mulai terkenal dalam percaturan sastra Indonesia sejak TEMU PENYAIR 10 KOTA di Taman Ismail Marzuki tahun 1982.

Sementara Penyair, dan Sastrawan dari Kota Palembang , Sumatera Selatan, Anto Narasoma, berkomentar terhadap beberapa karya puisi Pulo Lasman Simanjuntak.

“Wah, secara estetik, puisimu begitu kuat Bang Lasman Simanjuntak. Secara semiotik, pemaparan nilai di dalamnya begitu matang,” katanya.

“Iya. Itulah kandungan jiwa yang sarat estetika sastra. Apabila melihat fokus ide yang ditangkap, ia akan menjadi karya yang bernas dan kaya estetik,” katanya lagi.

Sedangkan Penyair dan Cerpenis Humam D Chudori berkomentar singkat pemilihan diksi oleh Penyair Pulo Lasman Simanjuntak dalam karya puisi-nya sungguh luar biasa.

“Menggunakan metafora yang tepat,” selanya.

“Puisi-puisi Bang Lasman Simanjuntak memiliki kekhasan pilihan frase dan diksi yang unik, otonom, membuat puisinya berkarakter,” pungkas Doddi Ahmad Fauzi, Penyair yang juga mantan Redaktur Sastra Harian Umum Media Indonesia.

Berikut dua puisi terbaik yang merupakan pilihan terbaru karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak :

RUMAH DUKA, SAJAKKU MENGALIRKAN GENANGAN AIR MATA

rumah duka
di sini
sajakku
mengalirkan
genangan air mata

sepi terkunci rapi
di sudut ruangan
bunga mawar putih
berbaris tegak
semerbak
bau kematian

jasadnya perkasa
terbaring dingin
wangi peti mati
diawetkan
untuk satu abad

tanpa suara koor gereja
terjebak
pada kesaksian
memanjang
kadang menjemukan

ia lelaki pekerja keras, katamu
punya karakter bipolar
menggenapi
perkawinan ganjil

masa lalunya
membentur
ribuan cerita
keluh kesah
persungutan padang pasir
untuk dikremasi

kemana gerangan khotbah pandita, tanyamu lagi
ditebar sejak sianghari
menyanyikan penghiburan
bertubi-tubi
sampai menembus
tubuh penyakitan
sudah dibakar iman
yang tak bertumbuh dan berakar

konon kata penyanyi berjanggut putih;
ia mati semalam
kurang air garam
kurang asupan vitamin
kurang suntikan protein

oi, rumah duka
di sini
sajakku
mengalirkan
genangan air mata
agar kami semua
para pelayat
ingat giliran siapa
turun perlahan (pasti!)
ke dunia orang mati

sunyi abadi
terasing
sampai kami dibangkitkan
menjemput Tuhan
kekal di awan

Rumah Duka RS Fatmawati
Jakarta Selatan, Sabtu malam 28 Desember 2024

MENUJU KUBURAN TANPA KEMATIAN

menuju kuburan
pinggir jalan
tanpa kematian
hanya gelisah
berputar pada otak belakang

amarahku
mengeluarkan darah

di atas ranjang
terdengar suara
para dewa kejijikan

bertengkar keras
ataukah tanpa membawa
pisau belati
sejak pagihari

perkawinan ini
hanya persungutan
sekian tahun
jadi sunyi menahun

ayo, kita bergegas
berangkat tancap gas
berdiri di atas tanah merah
mengangkat matahari
lembut sekali

sehingga kita mengerti
maut dan karakter diri
dapat diselesaikan
dengan rukun persaudaraan

terpisah antar benua
terbang mengerikan
sakit dan penderitaan
diselesaikan
dengan mata uang

TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2025

(Lasman Simanjuntak)

Post Views: 143
ShareSendShare
Previous Post

Inyiak Rajo: JKA-Rahmat Ingatkan Jangan Tetipu!

Next Post

Penemuan Bayi di Koto VII Sijunjung, Dinsos Lakukan Imbauan Kehilangan

Next Post
Penemuan Bayi di Koto VII Sijunjung, Dinsos Lakukan Imbauan Kehilangan

Penemuan Bayi di Koto VII Sijunjung, Dinsos Lakukan Imbauan Kehilangan

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,184)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,382)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,023)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,666)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,648)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,965)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,067)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,499)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,434)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,507)

Berita Lainnya

Di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Asal Aceh Haji Uma Sampaikan Beberapa Permasalahan Daerah

Di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Asal Aceh Haji Uma Sampaikan Beberapa Permasalahan Daerah

Kamis, 16/1/25 | 09:57 WIB
5

Anggota Komite I DPD RI asal Aceh Sudirman, yang akrab disapa Haji Uma. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Anggota Komite...

Festival Nan Jombang Tgl3 Tampilkan Seni Tradisi dan Baca Puisi

Festival Nan Jombang Tgl3 Tampilkan Seni Tradisi dan Baca Puisi

Senin, 04/11/24 | 17:29 WIB
30

Penampilan Sanggar Tari Alang Babega dengan judul "Garak Garik Padusi". (Foto : Ika) PADANG, AmanMakmur ---Penampilan penyair Octavianus Masheka membacakan...

Apresiasi Pendidikan Jadi Prioritas APBN, Senator Filep Wamafma Beri Sejumlah Catatan

Apresiasi Pendidikan Jadi Prioritas APBN, Senator Filep Wamafma Beri Sejumlah Catatan

Jumat, 29/11/24 | 22:33 WIB
19

Peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Velodrome Rawamangun, Jakarta. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Senator Filep Wamafma mengapresiasi kebijakan pemerintah...

Pertamina Sumbar Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa Pasbar

Pertamina Sumbar Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa Pasbar

Sabtu, 26/2/22 | 06:38 WIB
11

Tim Pertamina Sumbar membawa bantuan untuk korban gempa Paaaman Barat dan Pasaman. (Foto : Nov) PADANG, AmanMakmur.com --Gerak cepat Pertamina...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.