
PADANG, AmanMakmur.com — Alumni Fakultas Farmasi Universitas Andalas (Unand) menggelar seminar ilmiah dan sekaligus Musyawarah Besar (Mubes) V IKA Farmasi Unand, Sabtu (23/7/2022), di Hotel Pangeran Beach Jl Juanda Padang.
Kegiatan tersebut diawali dengan seminar ilmiah bertemakan “Yukk … Jadi Pharmapreneur Hebat Melalui Dukungan Komunitas” dengan penyampaian keynote speech dari Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, kemudian narasumber, apt Drs Victor S Ringoringo, SE, MSc; dr Elsa Novelia, MKM; apt Hj Widyastuti, SSi, MFarm, dan apt Rini Asri, SSi.
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi tema mengenai Pharmapreneur, yang dikatakannya selaras dengan program unggulan Pemprov Sumbar untuk mencetak 100.000 orang entrepreneur. “Semakin banyak entrepreneur, maka semakin maju daerah tersebut. Untuk itu kita mengapresiasi apa yang menjadi bahasan alumni Farmasi Unand ini,” ujar Mahyeldi.
Peran alumni Farmasi Unand, lanjut Mahyeldi, sangatlah penting untuk pengembangan produk-produk yang berhubungan dengan obat-obatan dan kosmetik di Sumbar. Dicontohkan Mahyeldi, gambir yang menjadi komoditi andalan Sumbar sudah tahunan persoalannya itu ke itu saja sejak dulu.
“Penting untuk memikirkan hilirisasi dari gambir, karena bisa dijadikan obat, kosmetik, tinta stempel, penyamak kulit, dan lainnya. Ini membutuhkan pemikiran alumni Farmasi untuk mengkonkretkannya,” imbuhnya.

Pemprov Sumbar, lanjutnya, siap membangun sinergi dengan alumni Farmasi, maupun Fakultas Farmasi Unand, untuk mengembangkan potensi-potensi ekonomi di Sumbar yang berhubungan dengan kefarmasian. Menurut Mahyeldi membangun Sumbar itu tidak bisa bekerja sendiri, harus dibangun sinergi dan kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk dengan alumni Farmasi Unand.
Sebelumnya dilaporkan apt Yadi, SSi, Ketua Panitia Mubes V IKA Farmasi Unand, acara tersebut di samping melakukan penyegaran pengurus, juga sekaligus memperkuat silaturahmi, meningkatkan jejaring dan berbagi pengalaman, serta pengetahuan alumni di bidang kefarmasian.
“Ini merupakan acara puncak, dimana sebelumnya sudah dilaksanakan pula rangkaian acara di antaranya Bakti Farmasi untuk Gempa Pasaman, Kajian Ramadan dengan Prof Irwan Prayitno, serta Sharing Session bertemakan kefarmasian,” ujar Yadi.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi Unand Prof apt Sri Wahyuni, PhD menyampaikan bahwa kontribusi alumni untuk almamater sangat penting. “Saat ini ada 6187 alumni, dan sangat dibutuhkan sinergi agar Fakultas Farmasi Unand bisa mencapai akreditasi internasional di tahun 2028,” ujarnya.
Disampaikan juga Dekan Sri Wahyuni bahwa pada tahun 2022 ini Fakultas Farmasi sudah berusia 58 tahun, dimana berdiri pada tahun 1964 dengan nama Jurusan Farmasi yang menjadi bagian dari FIPIA/FMIPA Unand. Kemudian baru pada tahun 2008 menjadi fakultas.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP IKA Farmasi Unand Dr apt Rustian, MM menyambut baik rencana yang disampaikan dekan, dan akan menggalang kekuatan alumni untuk mewujudkan cita-cita go internasional.
“Mendukung program dekan itu, sebagai kontribusi alumni, kita sudah membangun sebuah masjid di kampus Fakultas Farmasi Unand yang dinamakan Adz Zikra, dengan nilai pembangunan sekitar Rp2,5 miliar,” ujar Rustian, yang juga merupakan Ketua Umum DPP IKA Unand.
Turut hadir juga di acara Mubes V IKA Farmasi Unand ini, Drs apt Martin Suhendri(Kepala BPOM Sumut), Drs apt Nurfirmanwansyah, MM (Anggota DPRD Sumbar), apt Rahmat Saleh, SSi (Anggota DPRD Sumbar), Kadinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar, Mars, dan apt Rudy Hariyansyah, SSi (Wakil Bupati Pesisir Selatan).
Kemudian Prof Dr apt Dachrianus (mantan Wakil Rektor I Unand), Drs apt Welly Bend (PT Rajawali Nusindo), Boy Martin (Ketua IKA Farmasi Unand Jabodetabek), serta ratusan alumni Farmasi Unand dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
Selepas seminar ilmiah, acara dilanjutkan dengan Mubes untuk memilih Ketua Umum DPP IKA Farmasi Unand yang baru. Sudah mengapung beberapa nama alumni, di antaranya ; Martin Suhendri, Boy Martin, dan Rahmat Saleh.
(Ika)











