• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Profesor Siti Zuhro: Indonesia Perlu Sosok Seperti LaNyalla

Minggu, 10/4/22 | 23:24 WIB
in Berita
0
Prof Siti Zuhro. Peneliti Senor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (Foto : Dok)

JAKARTA, AmanMakmur.com — Di tengah kondisi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja, dibutuhkan sosok pemberani yang konsisten menyuarakan perubahan dan solusi bagi permasalahan bangsa. Sosok tersebut ada pada diri Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Penilaian itu muncul dalam dialog Forum Konstitusi yang dihadiri LaNyalla di Hotel Sultan, Minggu (10/4).

Pernyataan itu salah satunya datang dari Prof Siti Zuhro. Peneliti Senor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu menegaskan, Indonesia memerlukan figur yang berani untuk menyatakan kebenaran.

LihatJuga

Bupati Agam Benni Warlis Hadiri Fun Walk dan Donor Darah HUT DPD Perbarindo

Bupati Agam Benni Warlis Hadiri Fun Walk dan Donor Darah HUT DPD Perbarindo

Minggu, 24/5/26 | 23:04 WIB
8
Kogami Beri Edukasi dan Simulasi Evakuasi Gempa dan Tsunami di SLB (Autis) Harapan Bunda

Kogami Beri Edukasi dan Simulasi Evakuasi Gempa dan Tsunami di SLB (Autis) Harapan Bunda

Minggu, 24/5/26 | 14:17 WIB
54
Pendiri Utama FDSB Nof Hendra Desak Kapolda Sumbar dan Pemda Usut Tuntas PETI, Jangan Ada Pembiaran!

Pendiri Utama FDSB Nof Hendra Desak Kapolda Sumbar dan Pemda Usut Tuntas PETI, Jangan Ada Pembiaran!

Minggu, 24/5/26 | 09:20 WIB
9

“Indonesia sedang tidak baik baik saja. Tentu kita harus merespon dengan melangkah bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Sekarang ini dibutuhkan orang yang berani menyuarakan yang benar. Saya melihat Pak LaNyalla ini orangnya pemberani,” tegas Prof Siti Zuhro.

Siti Zuhro mengaku kagum dengan sosok LaNyalla. Menurutnya, di saat semua pihak banyak yang diam membisu, Senator asal Jawa Timur berani angkat suara melantangkan kebenaran.

“Dalam situasi seperti saat ini Beliau (LaNyalla) berani tampil menyuarakan kebenaran. Mari kita munculkan LaNyalla-LaNyalla yang lain supaya banyak yang bersuara,” ajak Prof Siti Zuhro.

Dikatakannya, salah satu hal mendasar dalam bangsa ini adalah arah perjalanan negara ini yang belum tepat. “Kiblat NKRI keliru dan harus diluruskan. Semua elemen bangsa harus bersinergi tidak boleh mengedepankan ego sektoral,” ulasnya.

Ia menegaskan, harus ada yang berani dan memiliki tanggung jawab moral untuk membawa Indonesia ke negara yang berkemajuan.

Sementara aktivis buruh, Jumhur Hidayat, sependapat dengan Prof. Siti Zuhro. Menurutnya, dibutuhkan orang-orang yang berani yang lantang menyuarakan aspirasi rakyat.

“Dia harus pro rakyat, anti oligarki dan mengedepankan nafas kerakyatan. Di gedung MPR, DPR dan DPD, cuma Pak LaNyalla yang memainkan peran itu,” ucap Jumhur. Ia pun berharap Senator harus diberikan kewenangan membentuk undang-undang.

Di tempat yang sama, mantan anggota DPR RI, Sayuti Asyathri menduga akan terjadi perubahan yang besar dalam waktu dekat ini. “Saya menilai kesimpulan dari pembicaraan sebelumnya seperti akan terjadi satu perubahan besar dalam waktu dekat ini. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi. Perubahan adalah keniscayaan. Pakistan, Sri Lanka adalah negara yang mengalami perubahan,” ucapnya.

Menurutnya, selama ini Indonesia selalu dihadapkan pada permasalahan apakah semangat untuk mengedepankan perubahan sistem terlebih dahulu atau lainnya.

“Saya menilai percuma kalau kita masih menggunakan Konstitusi hasil Amandemen 2002, persoalan bangsa tidak akan selesai. Saya setuju diperlukan tokoh yang kuat, yang hebat, yang punya integritas. Dan hal itu ada pada sosok Pak LaNyalla.

Penyerahan Buku Trilogi Tonggak Tonggak Orde Baru dari Bambang Wiwoho (wartawan senior) kepada Ketua DPD RI dalam acara dialog Forum Konstitusi di Hotel Sultan, Minggu (10/4). (Foto : dpd)

Politisi Ahmad Yani menegaskan jika saat ini bangsa ini kehilangan figur pemimpin. “Bagaimana kita membuat model kepemimpinan untuk saat ini, itu yang terpenting. Karena, kondisi saat ini persoalannya cukup komplek, tidak bisa dengan linier saja,” beber Ahmad Yani.

Yani menaruh harapan besar kepada LaNyalla. Ia optimistis LaNyalla jawaban dari krisis kepemimpinan saat ini. “Bagaimana Pak LaNyalla bisa merespon hari ini, besok dan lusa. Kalau bisa merespon dengan baik, pasti akan berhasil,” ucapnya yakin.

Pegiat konstitusi lainnya, Edwin, menilai saat ini Indonesia dihadapkan pada lemahnya posisi konstitusi. Hal itu terlihat dari betapa mudahnya pemimpin negeri ini memproduksi Undang-Undang yang justru menjauhkan dari kepentingan rakyat secara luas.

“Reformasi gagal total karena hasilnya saat ini tidak ada. Reformasi juga tidak sesuai filosofi bangsa kita yang akhirnya mengarahkan bangsa ini menjadi sangat liberalistik dan kapitalistik sekaligus oportunistik. Problem ini bermuara dari konstitusi,” papar Edwin.

Ia menilai DPD RI di bawah kepemimpinan LaNyalla harus menjadi leader yang berkaitan dengan mengawal konstitusi. “Karena dari 7 lembaga tinggi negara, hanya DPD RI yang jelas posisinya bagi rakyat,” katanya.

Sementara Ketua Gerakan Bela Negara (GBN), Hidayat Poernomo, menegaskan jika saat ini sepertinya rakyat tak pernah memiliki negara ini. “Faktanya demikian. Apakah kita concern dengan negeri ini. Kalau tidak, negara lain akan masuk ke negeri ini. Apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita?” tanyanya.

Ia mengajak semua elemen bersatu padu memperbaiki bangsa ini. “Rekatkan persatuan dan kesatuan. Saatnya kita lakukan bela negara,” ajak dia.

Dosen Universitas Indonesia, Dr Mulyadi menilai persoalan bangsa tidak pernah beranjak karena elit politik saling bertarung.

“Problemnya ada di elit kita yang merusak. Penyakitnya Indonesia ini karena ada sekelompok orang yang tidak punya kapasitas, integritas dan kapabilitas politik, tetapi berambisi kekuasaan untuk dirinya dan kelompoknya, yakni oligarki politik. Basisnya di partai politik. Landasannya memburu jabatan,” tegas Mulyadi.

Dari sisi ekonomi juga ada problematika oligarki ekonomi yang memiliki nafsu besar untuk menguasai Sumber Daya Alam (SDA) dengan rakus.

“Mereka bekerjasama dengan oligarki politik yang membesarkan orang yang tak punya moral, tapi punya pengaruh didukung oleh orang-orang dan sekelompok masyarakat bertindak sebagai operasional atau timses. Inilah yang namanya oligarki sosial. Jadi mereka adalah gabungan dari pengusaha, penguasa dan bandit politik,” tutup dia.

(Rel/dpd)

Post Views: 457
ShareSendShare
Previous Post

Ketua DPD RI LaNyalla: Negara Harus Sejahterakan Rakyat, Bukan Perkaya Oligarki

Next Post

Fernando Sinaga: Percepat Dibukanya Kembali Jalur Perdagangan Indonesia–Malaysia di Kaltara

Next Post
Fernando Sinaga: Percepat Dibukanya Kembali Jalur Perdagangan Indonesia–Malaysia di Kaltara

Fernando Sinaga: Percepat Dibukanya Kembali Jalur Perdagangan Indonesia–Malaysia di Kaltara

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,185)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,383)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,024)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,668)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,649)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,967)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,068)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,500)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,435)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,508)

Berita Lainnya

Bupati Agam Bersama Forkopimda Gelar Rakor Persiapan Nataru 2024/2025

Bupati Agam Bersama Forkopimda Gelar Rakor Persiapan Nataru 2024/2025

Selasa, 17/12/24 | 16:58 WIB
24

Suasana Rakor Bupati Agam bersama Forkopimda bahas persiapan Nataru 2024/2025. (Foto : Kominfo) AGAM, Agam Makmur ---Dalam rangka menyambut perayaan...

Richard Pasaribu Dukung Lomba Speed Boat Kasu Race Jadi Agenda Wisata

Richard Pasaribu Dukung Lomba Speed Boat Kasu Race Jadi Agenda Wisata

Senin, 25/10/21 | 17:11 WIB
3

Anggota DPD RI dari Kepulauan Riau, Richard Pasaribu serahkan hadiah Lomba Speed Boat Kasu Cup 2021. (Foto : dpd) KEPULAUAN...

Komite IV DPD RI Minta BPKP Dan BPS Terus Kawal Akuntabilitas Keuangan Daerah

Komite IV DPD RI Minta BPKP Dan BPS Terus Kawal Akuntabilitas Keuangan Daerah

Selasa, 07/2/23 | 14:09 WIB
13

Komite IV DPD RI menggelar rapat kerja dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)....

Wagub Sumbar Audy Joinaldy Buka Mubes VI PKDP

Wagub Sumbar Audy Joinaldy Buka Mubes VI PKDP

Rabu, 01/3/23 | 22:31 WIB
2

Audy Joinaldy membuka Musyawarah Besar (Mubes) VI Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) di Auditorium Istana Gubernur Sumbar. (Foto : Adr)...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.