
PADANG, AmanMakmur.com — Chat mengabarkan ada korban gempa bumi Pasaman Barat 6,1 skala richter (SR) alami derita panjang bikin terharu banyak tokoh di grup Kawal Covid-19 Sumbar, Rabu (9/3).
Siswa MIS Kajai, Rifka Milzam alami cendera saat gempa terjadi saat dia tengah berada di ruang kelas madrasyah tersebut.
Etek (tante) Rifka, Elsi mengatakan, Rifka korban langsung dari peristiwa gempa yang mengguncang Kajai Jumat 25 Februari 2022.
“Ponakan saya tertimpa reruntuhan ruang kelas sesaat gempa menerjang, Rifka waktu gempa mengguncang itu tengah belajar di kelasnya,” ujar Elsi.
Rifka alami cedera kepala dan bahu kanan. “Kepalanya berdarah, Rifka dilarikan ke Puskesmas Kajai, luka sobeknya dijahit, kondisi Rifka bertambah drop saat tahu rumah ditempati bersama neneknya juga hancur,” ujar Elsi berlinang air mata menahan kesedihan.
Kata Tantenya yang honorer di SMP 2 Kajai itu, Rifka Milzam dirujuk ke RS Yarsi Simpang Empat. Tapi kondisinya makin kritis pelajar MIS Kajai itu pun dilarikan ke RS M Djamil Padang.
Walau biaya ditanggung pemerintah karena pelajar itu korban bencana gempa bumi, namun biaya harian keluarga yang menunggui dan merawat Rifka tak ditanggung negara dan saat ini sudah menipis.
Tahu ada korban gempa seorang pelajar madrasyah dan terancam terkatung-terkatung di Padang, Senator DPD RI Hj Emma Yohana dan banyak tokoh peduli lain pun tersentak.
“Saya sudah kontak keluarganya dan sudah bantu cariin kontrakan buat Rifka dan keluarga di Padang untuk memudahkan perawatan dan pemulihan Rifka,” ujar Emma Yohana di grup Kawal Covid-19.
Bahkan Emma Yohana pun mengontrol kondisi Rifka Milzam yang dua hari lalu dibolehkan pulang oleh rumah sakit.
“Ada 14 jahitan di kepala, tengkorak kepala retak Kalau diajak bicara tidak merespons. Menangis kesakitan saja Rifkanya,” ujar Uni Emma biasa Senator DPD RI ini menginfokan di WA grup.
“Toaik ini info soal ananda Rifka,” ujar Ni Emma kepada owner tribunsumbar.com yang juga anggota WA grup bersangkutan.
Nestapa dialami Rifka Milzam ini langsung mengundang simpati banyak tokoh ada Yenni dan Pengusaha Nasional Nurhayati Subakat yang spontan bantu Rifka.
Termasuk responsifnya dr Firman Abdullah terkait laporan kondisi Rifka.
“Uni Emma bawa lagi ke RS M Djamil bu, hubungi langsung Dirut RS M Djamil pak Dovy, Ni,” ujar Firman.
Duka dan nestapa Rifka di daerah episentrum Kajai dan Malampah. Dan bagi donatur peduli supaya Rifka bisa tersenyum lagi dan bersekolah lagi serta bisa bantu neneknya memperbaiki rumah hancur akibat gempa.
Silahkan… Semoga ada donatur ataupun relawan dan pemerintah yang terketuk hatinya untuk membantu.
“Boleh langsung ke pada keluarga korban,”ujar Elsi.
(Rel/adt)











