• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Darurat Pelajar Pelaku Kekerasan, LaNyalla: Harus Ada Solusi Sistemik

Minggu, 01/10/23 | 07:37 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur —Maraknya aksi kekerasan yang dilakukan pelajar sekolah tingkat pertama dan akhir dalam bentuk tawuran dan perundungan (bullying) terhadap teman, harus dicarikan solusi yang sistemik. Pasalnya aksi kekerasan tersebut sudah pada tingkat berpotensi mengancam hilangnya nyawa atau luka permanen dan serius.

Demikian dikatakan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menanggapi maraknya aksi kekerasan yang dilakukan pelajar. Terbaru adalah kasus perundungan yang dilakukan pelajar SMP Negeri 2 Cimanggu, Cilacap, terhadap teman sekolahnya.

“Jaman saya dulu sekolah juga ada perkelahian antar siswa, atau tawuran antar sekolah. Tapi tidak seperti sekarang, tawuran bawa pedang, parang dan clurit. Perkelahian jaman dulu juga dalam taraf wajar, setelah teman jatuh, ya sudah. Sekarang kita lihat, temannya sudah tak berdaya, masih dihajar, diinjak, ditendang. Ini kan mengancam nyawa dan cedera serius,” tukas LaNyalla, Jumat (29/9/2023).

LihatJuga

Rakor Bersama Mendagri, Bupati Eka Putra Paparkan Kondisi Terkini Pascabencana di Tanah Datar

Rakor Bersama Mendagri, Bupati Eka Putra Paparkan Kondisi Terkini Pascabencana di Tanah Datar

Jumat, 09/1/26 | 21:12 WIB
4
Korpri Pemkab Sleman Bantu Rp100 Juta Korban Bencana Kabupaten Agam

Korpri Pemkab Sleman Bantu Rp100 Juta Korban Bencana Kabupaten Agam

Jumat, 09/1/26 | 20:59 WIB
2
Komandan Yonif 305 Kostrad Laksanakan Tradisi Masuk Satuan di Lembah Pasir Ipis

Komandan Yonif 305 Kostrad Laksanakan Tradisi Masuk Satuan di Lembah Pasir Ipis

Jumat, 09/1/26 | 20:45 WIB
1

Dikatakan LaNyalla, untuk menemukan solusi yang sistemik, semua aspek perubahan perilaku siswa atau pelajar harus ditinjau secara komprehensif. Aspek lingkungan, mulai dari rumah dan tempat main (komunitas) anak. Aspek dan jenis informasi yang diakses anak melalui media sosial. Aspek lingkungan di sekolah, kepekaan para guru, terutama guru BP. Regulasi sekolah terkait rewards dan punishment yang tepat.

“Dan kasus-kasus yang ada, semua bermuara kepada menurunkan etika, moral dan budi pekerti anak didik kita. Ini yang berbahaya bagi masa depan bangsa. Karena kalau budi pekerti sudah menurun, dan moral generasi rusak, akan mudah terjerumus ke kerusakan lainnya, terutama narkoba, kriminalitas dan penyakit sosial lainnya. Ini pada jangka panjang akan menjadi beban dan ancaman bagi negara,” urai LaNyalla.

Padahal, lanjut senator asal Jatim tersebut, Indonesia akan menghadapi ledakan populasi jumlah penduduk usia muda (produktif) mulai dari tahun 2030 mendatang, hingga puncaknya di tahun 2045, dengan komposisi hampir 70 persen penduduk Indonesia adalah mereka yang berada di level usia produktif.

“Ini kan kacau kalau dibiarkan. Usia produktif, tetapi dengan kualitas yang rendah, dan tidak mampu berkompetisi, karena tidak sehat secara fisik, mental dan spiritual, akibat kerusakan moral dan gaya hidup yang sejak di bangku sekolah. Di sisi lain, tenaga kerja asing akan semakin mudah masuk ke Indonesia. Ini harus serius dipikirkan pemerintah,” ujarnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi memang telah mengeluarkan Per-mendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP). Namun aturan tersebut oleh banyak kalangan dinilai tidak terimplementasi dengan optimal di sekolah. Karena regulasi sanksinya hanya bersifat administratif, diberikan oleh satuan pendidikan dan tidak ada tindak lanjutnya, siapa melakukan apa dan siapa yang memberikan hukuman.

(Rel/dpd)

ShareSendShare
Previous Post

Di Diskusi SIMAPAD, Irwan Basir: Padang Kota Metropolitan Itu Jangan Tercerabut dari Akar Budaya

Next Post

Tingkatkan Kapasitas Manajemen Kebencanaan, Kwarda 03 Sumatera Barat Gelar Pelatihan bagi Pramuka

Next Post
Tingkatkan Kapasitas Manajemen Kebencanaan, Kwarda 03 Sumatera Barat Gelar Pelatihan bagi Pramuka

Tingkatkan Kapasitas Manajemen Kebencanaan, Kwarda 03 Sumatera Barat Gelar Pelatihan bagi Pramuka

Berita Lainnya

Nevi Zuairina Sampaikan Peran Perempuan dalam Ketahanan Keluarga Saat Wirid Rawiya di Pasaman

Nevi Zuairina Sampaikan Peran Perempuan dalam Ketahanan Keluarga Saat Wirid Rawiya di Pasaman

Kamis, 01/2/24 | 15:31 WIB
1

Anggota DPR RI Dapil Sumbar II Hj Nevi Zuairina menghadiri kegiatan wirid Rawiya di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman. (Foto...

Marlis Buka Alinia Entrepreneur School untuk Cetak Generasi Muda Produktif

Marlis Buka Alinia Entrepreneur School untuk Cetak Generasi Muda Produktif

Kamis, 30/6/22 | 15:05 WIB
54

H Marlis, Pengusaha / Owner Alinia Group. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur.com --- Berhenti sebagai politisi di pertengahan 2014 lalu,...

Adrian: Jangan Karena Kelalaian PPID Pelaksana, Sekda Jadi Termohon Sengketa Informasi

Adrian: Jangan Karena Kelalaian PPID Pelaksana, Sekda Jadi Termohon Sengketa Informasi

Selasa, 12/7/22 | 12:52 WIB
16

Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Komisi Informasi (KI) Sumbar, Adrian Tuswandi, jadi narasumber di acara bimtek yang digelar Kominfo Kepulauan...

Sultan Minta Pemerintah Kembali Berikan Subsidi Pupuk pada Petani Kelapa Sawit Mandiri

Sultan Minta Pemerintah Kembali Berikan Subsidi Pupuk pada Petani Kelapa Sawit Mandiri

Minggu, 23/3/25 | 19:22 WIB
2

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.