• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Kritisi Kecilnya Angka BLT UMKM, Sultan: Pemerintah Setengah Hati

Kamis, 17/2/22 | 12:38 WIB
in Berita
0
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin dalam sebuah acara bersama pelaku UMKM. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com —-Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp455 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2022 yang salah satu targetnya adalah penguatan ekonomi dengan alokasi anggaran Rp178,3 triliun dari sebelumnya Rp141,42 triliun.

Meski demikian, BLT UMKM 2022 hanya didistribusikan kepada lebih dari 2,76 juta usaha ultra mikro senilai Rp600.000 per unit usaha pada Februari 2022 ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian RI untuk tidak setengah hati memberikan treatment fiskal kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

LihatJuga

Rakor Bersama Mendagri, Bupati Eka Putra Paparkan Kondisi Terkini Pascabencana di Tanah Datar

Rakor Bersama Mendagri, Bupati Eka Putra Paparkan Kondisi Terkini Pascabencana di Tanah Datar

Jumat, 09/1/26 | 21:12 WIB
4
Korpri Pemkab Sleman Bantu Rp100 Juta Korban Bencana Kabupaten Agam

Korpri Pemkab Sleman Bantu Rp100 Juta Korban Bencana Kabupaten Agam

Jumat, 09/1/26 | 20:59 WIB
2
Komandan Yonif 305 Kostrad Laksanakan Tradisi Masuk Satuan di Lembah Pasir Ipis

Komandan Yonif 305 Kostrad Laksanakan Tradisi Masuk Satuan di Lembah Pasir Ipis

Jumat, 09/1/26 | 20:45 WIB
1

“Kami menghargai dan mengapresiasi kinerja pemerintah yang mampu mengendalikan stabilitas ekonomi nasional akibat krisis pandemi. Meskipun secara mikro kita belum melihat peningkatan produktivitas Usaha Mikro Kecil (UMK) yang signifikan hingga akhir tahun lalu akibat rendahnya akses keuangan UMK yang bersumber dari dana PEN”, ungkap Sultan melalui keterangan persnya, Kamis (17/2).

Menurutnya, inisiatif memberikan insentif modal atau yang disebut dengan bantuan sosial kepada kelompok usaha ultra mikro tidak akan memiliki dampak ekonomi yang berkelanjutan, kecuali hanya berguna dalam mendongkrak daya beli masyarakat.

“Sulit untuk tidak menyebut agenda pemulihan ekonomi ini sebagai skenario fiskal yang disorientasi. Terobosan kebijakan yang menyebabkan UMK kita sulit produktif, berkembang dan bersaing”, kritik mantan Ketua HIPMI Bengkulu itu.

Dalam upaya pemulihan ekonomi, lanjut Sultan, usaha mikro yang jumlahnya mencapai 60-an juta saat ini lebih membutuhkan insentif fiskal yang progresif dan ekosistem bisnis yang dinamis berbasis digital. Ekosistem UMK yang kolaboratif dan saling gotong-royong.

“Dengan kata lain, akses modal murah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) apalagi BLT yang nilainya ratusan ribu tidak cukup untuk mengakselerasi produktivitas UMK. Meskipun itu sangat berarti bagi masyarakat kecil untuk memenuhi kebutuhan harian.

Selanjutnya, mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu menerangkan bahwa agenda yang harus dibereskan terlebih dulu adalah persoalan database dan sinergi pembina UMKM untuk menghindari tumpang tindih peran dan ketidakefisienan biaya.

“Kita ingin pemerintah, baik pusat dan daerah, berkolaborasi membangun iklim usaha yang spesifik menyasar kelompok Usaha Mikro dan Kecil dalam upaya pemulihan ekonomi. Bukan sekedar memberikan BLT, tapi lebih pada insentif fiskal yang ramah dan ketersedian pasar yang terintegrasi dan inklusif”, tutupnya.

Seperti diketahui, pemerintah meningkatkan dana PEN menjadi Rp455,62 triliun pada 2022 yang diperuntukkan bagi sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan fasilitas fiskal untuk beberapa sektor yang dibagi ke dalam dua klaster. Pertama adalah klaster penanganan kesehatan senilai Rp122,5 triliun. Nilainya meningkat dari Rp117,87 triliun.

Klaster kedua adalah perlindungan sosial (perlinsos) dari Rp154,76 triliun menjadi Rp154,8 triliun. Sementara klaster penguatan ekonomi menjadi Rp178,3 triliun dari Rp141,42 triliun.

(Rel/dpd)

ShareSendShare
Previous Post

Undang Anies dan Sejumlah Tokoh, DPD RI Gelar Diskusi Soal IKN serta Nasib Jakarta

Next Post

Gandeng IPB, DPD RI Gelar Uji Sahih Revisi Terbatas UU No 32 Tahun 2014 tentang Kelautan

Next Post
Gandeng IPB, DPD RI Gelar Uji Sahih Revisi Terbatas UU No 32 Tahun 2014 tentang Kelautan

Gandeng IPB, DPD RI Gelar Uji Sahih Revisi Terbatas UU No 32 Tahun 2014 tentang Kelautan

Berita Lainnya

Pemkab Hibahkan Tanah, Loka POM Segera Dibangun di Sijunjung

Pemkab Hibahkan Tanah, Loka POM Segera Dibangun di Sijunjung

Rabu, 25/9/24 | 17:48 WIB
6

Bupati Sijunjung serah terima hibah tanah untuk BPOM. (Foto : Alex) SIJUNJUNG, AmanMakmur --Pemerintah Kabupaten Sijunjung lakukan penandatanganan serah terima...

Sekjen DPD RI Rahman Hadi Beri Pembekalan CPNS 2022

Sekjen DPD RI Rahman Hadi Beri Pembekalan CPNS 2022

Rabu, 23/3/22 | 07:50 WIB
21

Sekjen DPD RI Rahman Hadi membuka acara orientasi dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). (Foto :...

Bertemu Ketua KPK, LaNyalla Singgung Presidential Threshold 20 Persen

Bertemu Ketua KPK, LaNyalla Singgung Presidential Threshold 20 Persen

Selasa, 14/12/21 | 13:34 WIB
11

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, bertemu Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, di Ruang Kerja Ketua DPD...

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Mantan Wapres Jusuf Kalla

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Mantan Wapres Jusuf Kalla

Selasa, 04/2/25 | 18:55 WIB
13

Mantan Wapres Jusuf Kalla diterima Presiden Prabowo. (Foto : Setpres) JAKARTA, AmanMakmur ---Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.