
JAWA TENGAH, AmanMakmur —Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa dokter Muhammadiyah, termasuk para lulusan fakultas kedokteran di lingkungan Muhammadiyah, harus membangun kultur dan karakter yang kuat.
Fondasi utama yang harus dimiliki adalah iman dan akhlak mulia yang teraktualisasi dalam akhlak publik, termasuk etika melayani masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Haedar saat memberikan amanah dalam acara Launching Program Kedokteran dan Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), di Magelang Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026).
Haedar mendorong agar ilmu kedokteran yang dikembangkan di lingkungan Muhammadiyah bersifat humanistik, tidak semata-mata akademik dan instrumental. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus mengedepankan nilai kemanusiaan serta empati kepada pasien.
“Jangan berpikir elitis,” tegas Haedar. Ia menilai bahwa merawat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, bukanlah pekerjaan yang mudah karena dihadapkan pada berbagai persoalan sosial yang kompleks.
Lebih lanjut, Haedar menyampaikan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan karakter yang kuat. Nilai-nilai kenusantaraan harus dijadikan sebagai kultur yang hidup dan berkembang, bukan sekadar romantisme masa lalu.
“Jangan hanya menjadi fi‘il madhi atau masa lampau. Ia menjadi khazanah, tetapi kita harus melompat ke depan,” ujar Ketum Haedar, seperti dilansir muhammadiyah.or.id.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menumbuhkan pola pikir progresif dan berorientasi masa depan, tidak berhenti pada nalar akademik yang bersifat tekstual semata. Muhammadiyah, yang selama 113 tahun konsisten di bidang pendidikan, senantiasa meniscayakan lahirnya pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Haedar menegaskan bahwa membangun kultur dan karakter tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan proses panjang yang dilandasi iman, akhlak, moralitas, etika, serta nilai-nilai luhur dalam setiap ikhtiar.
“Bangsa yang tumbuh menjadi bangsa yang kuat, selalu memiliki value yang baik,” pungkasnya.
(R/pp-muhammadiyah)











