
PADANG, AmanMakmur —– Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang, untuk memilih kepengurusan periode 2026 – 2031 direncanakan akan dilaksanakan pada 16 September 2026.
Bahkan, rencananya pembukaan Musda ini akan diramaikam kesenian tradisional dan permainan tradisi anak nagari.
Hal ini terungkap, dalam rapat perdana, pembentukan Panitia Pelaksana Musda LKAAM Padang IX tahun 2026, di Kantor LKAAM Sumbar komplek Masjid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Selasa (21/7/2026).
Rapat perdana yang dipimpin oleh Sekretaris LKAAM Kota Padang Yol Kaharuddin Dt. Sati Nan Balapiah, yang juga sebagai Ketua Panitia Musda tersebut, dalam rangka pembentukan Panitia Musda sekaligus perkenalan anggota panitia dan pemantapan masing-masing bidang.
“Sehubungan masa bakti kepengurusan yang lama akan berakhir pada November 2026 mendatang, maka kita harus segera menggelar Musda dan membentuk panitia Musda. Insyaallah, Musda akan dilaksanakan pada pertengahan September mendatang” jelasnya.
Dia mengatakan, bahwa dengan terbentuknya Panitia Musda diharapkan masing-masing bidang dapat membuat kebutuhan anggaran dan menyusun skedul kegiatan. Di samping itu, panitia juga harus segera menetapkan dimana lokasi Musda bakal dilaksanakan. Sebelumnya, telah direncanakan lokasi Musda di dua lokasi yakni di Ruangan Jafar Balaikota Aia Pacah dan Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan.

Ketua LKAAM Kota Padang, Ir. Syahril Ulbi, B.Sc. Dt. Bagindo Rajo dalam arahannya menyampaikan ucapan terima kasih atas terbentuknya Panitia Musda.
“Semoga dengan semangat kebersamaan sesuai tupoksi masing-masing, kita bisa bekerja maksimal dan saling bersinergi untuk suksesnya pelaksanaan Musda ke IX kota Padang” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rusli Rajo Mamud selaku Ketua Organizing Comite (OC) juga memberikan masukan tentang gambaran pelaksanaan Musda. Terkait koordinasi dengan Walikota Padang, perkiraan biaya pelaksanaan musda, jumlah peserta dan tempat pelaksanaan.

“Hal ini perlu disampaikan, karena OC bertanggung jawab penuh memimpin pelaksanaan teknis sebuah acara dari persiapan, saat berlangsungnya kegiatan, hingga tahap evaluasi akhir, serta mengoordinasikan seluruh bidang-bidang yang ada” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Steering Comite (SC) Ery Iswandi Dt. Peto Muhammad menyampaikan, tata tertib musyawarah dan langkah-langkah konkrit yang akan dilakukan sebelum pelaksanaan Musda. Sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi.
“Diharapkan pelaksanaan Musda mengacu kepada AD dan ART LKAAM Kota Padang yang sudah ditetapkan, sesuai dengan visi LKAAM yaitu Adat basandi syara’, Syara’ basandi kitabullah (ABS, SBK). Syara’ mangato adat mamakai” jelas Datuak Peto.

Dalam rapat tersebut, telah disepakati jadwal dan tempat pelaksanaan Musda, Rabu tanggal 16 September 2026 bertempat di Gedung Bagindo Aziz Chan Padang.
Sedangkan, peserta Musda LKAAM Padang terdiri dari 23 peserta. Di antaranya, KAN dan Ninik Mamak Salapan Suku 10 peserta, LKAAM Kecamatan 11 peserta, LKAAM Padang 1 peserta dan dari LKAAM Sumbar 1 peserta.
Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. Datuak Sati yang sedang berada di kantornya berpesan, agar Musda berjalan secara demokratis dan menghasilkan kepengurusan LKAAM yang betul-betul memikirkan kelestarian nilai-nilai adat Minangkabau.
(AS)











