
AGAM, AmanMakmur— Kunjungan Anggota DPR RI Dapil Sumbar II Hj Nevi Zuarina ke SMAN Agam Cendekia tidak hanya merupakan sebuah agenda rutin, tetapi juga simbol pentingnya pendidikan dalam pembangunan nasional.
“Kegiatan ini sejatinya telah direncanakan sejak November 2023, dilakukan dalam rangka reses untuk menyerap aspirasi yang tertunda,” ujar Nevi Zuairina, melalui keterangan persnya, Jumat (12/1/2024).
Kunjungan ini, katanya, direspons sebagai kesempatan emas oleh pihak sekolah untuk mempresentasikan tantangan dan kebutuhan mereka kepada pemerintah pusat.
Adapun Kepala Sekolah SMAN Agam Cendekia menyampaikan undangan kepada Nevi Zuarina dengan tujuan; menyerap aspirasi dan mempererat tali silaturahmi. Ini menunjukkan komitmen sekolah untuk terus berkomunikasi dengan pemangku kebijakan dan memastikan bahwa kebutuhan pendidikan mereka tidak terabaikan.
Nevi Zuairina yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menyatakan bahwa SMAN Agam Cendekia menghadapi situasi yang unik dan kompleks. Lokasinya di atas tanah aset BUMN menimbulkan tantangan tersendiri.
Namun Anggota Komisi VI DPR RI ini menegaskan komitmennya untuk mencari solusi yang tetap mempertahankan sekolah tersebut di Sumbar.
“Penekanannya pada karakteristik sekolah sebagai ‘Sekolah Berkarakter’ yang dibanggakan oleh Sumbar menunjukkan pengakuan atas kualitas pendidikan yang ditawarkan,” terang Nevi, yang pada Pemilu 2024 ini maju lagi jadi Caleg DPR RI Dapil Sumbar II dari PKS dengan nomor urut 1.
Lanjut Nevi, rencana masa depan sekolah mencakup dua skenario, Plan A dan Plan B. Plan A melibatkan pemanfaatan terus-menerus aset BUMN meskipun dengan keterbatasan kapasitas siswa yang hanya 100 orang.
Politis PKS ini bercita-cita untuk meningkatkan kapasitas sekolah ini sehingga 500 siswa bisa diterima di awal tahun ajaran, mengingat status sekolah sebagai Sekolah Unggul.
Menanggapi harapan Kepala Sekolah tentang kemungkinan memperoleh tanah negara seluas 20 hektar di Manggopoh sebagai solusi jangka panjang, Nevi Zuairina mengakui kompleksitas situasi tersebut.
Ia menggarisbawahi bahwa meskipun tanah tersebut adalah aset BUMN, pengalihan atau pemberian hibah ke SMAN Agam Cendekia tampaknya tidak mungkin sesuai dengan regulasi yang ada.
“Kunjungan Ibu Nevi sebagai Anggota DPR RI Komisi VI ini memberikan energi dan semangat baru. Mengingat latar belakang Ibu Nevi Zuairina yang berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Energi. Sekolah berharap Ibu Nevi dapat memberikan perspektif berharga mengenai situasi mereka yang berada di tanah milik PLN Persero itu,” tukas Kepala Sekolah SMAN Agam Cendekia.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan kepada Nevi Zuairina adalah permohonan untuk mempermudah proses pinjam pakai tanah.
Saat ini, sekolah menghadapi biaya signifikan untuk renovasi dan perbaikan struktur, yang menekankan kebutuhan akan solusi biaya yang lebih terjangkau.
Menanggapi itu, Nevi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal situasi, meskipun keputusan akhir akan bergantung pada gubernur.
“Rencananya adalah untuk menulis surat kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Gubernur, memohon agar aspirasi sekolah dapat diperjuangkan hingga ke tingkat pusat,” tukasnya.
Kunjungan Nevi Zuairina ke SMAN Agam Cendekia tidak hanya membuka dialog antara sekolah dan pemerintah, tetapi juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam agenda pembangunan nasional.
Inisiatif semacam ini membuktikan bahwa pendidikan adalah prioritas dan membutuhkan perhatian serta dukungan dari semua level pemerintahan.
(Rel/nzcenter)