ArtMagz
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
ArtMagz
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
Home Opini

Menjomplang-jomplangkan Akal Budi

Minggu, 07/1/24 | 21:01 WIB
in Opini
0
Post Views: 347
Nazwar, S. Fil. I., M. Phil, Penulis Lepas Yogyakarta. (Foto : Dok)

Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil
(Penulis Lepas Yogyakarta)

PENULIS kali ini mengangkat tema bahasan tentang akal budi. Akal budi yang dimaksud adalah segala sesuatu yang melekat pada manusia yang digunakan untuk memahami, mengatakan, juga melakukan sesuatu.

Beranjak dari fenomena atau fakta yang terjadi, terutama berbagai fenomena yang mendunia, penulis mengangkat persoalan kejomplangan sebagai persoalan ide atau pemikiran.

Baca Juga

Mengapa Bencana Dinyatakan Nasional? Kriteria dan Prosesnya

Mengapa Bencana Dinyatakan Nasional? Kriteria dan Prosesnya

Selasa, 16/12/25 | 08:48 WIB
Pangkostrad Pimpin Upacara Hari Juang TNI AD

Pangkostrad Pimpin Upacara Hari Juang TNI AD

Senin, 15/12/25 | 10:47 WIB
MTQ ke-41 Tingkat Sumbar;Tanah Datar Optimis Kembali Raih Juara Umum

MTQ ke-41 Tingkat Sumbar;Tanah Datar Optimis Kembali Raih Juara Umum

Senin, 15/12/25 | 10:36 WIB

Menjomplangkan maksudnya adalah; menjadikan akal budi tersebut tidak berfungsi secara tidak seimbang. Akal sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam diri manusia.

Arti menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan, termasuk dalam perbuatan atau dalam manusia melakukan suatu perbuatan.

Namun kenyataannya, seringkali terjadi tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, namun juga kejomplangan bahkan terjadi pada akal budi para pencetus atau para peletak dasar pemikiran atau ide-ide di Indonesia, khususnya sebelum akhirnya menyebar dan dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Terlebih, tersedianya berbagai alat yang memfasilitasi terbukanya ruang gerak dan akses terhadapnya seperti media sosial, broadcasting video seperti postcast, dan lain sebagainya.

Kondisi ini membuat peluang persoalan ini semakin melebar dan akibat yang ditimbulkan pun semakin meluas.

Sebagai contoh kecenderungan para tokoh tersebut untuk menyeru mengedepankan akal ketimbang iman dalam melihat berbagai persoalan bangsa.

Mungkin tidak sepenuhnya, namun sikap atau usaha untuk meninggalkan iman di belakang dan lebih mengedepankan akal dalam melihat persoalan adalah dengan mengutamakan keinginan, hasrat, dan cenderung bersifat nafsu belaka

Parahnya ide ini seolah dipaksakan dan memaksa masyarakat umum untuk mengikutinya. Mengikuti jejak tokoh tersebut. Maksudnya bagaimana mungkin masyarakat menjadi mereka secara saklek? Baik latar belakang pendidikan, kehidupan pribadi, terlebih agama, ini lah bahayanya bahkan paling bahaya.

Maka, melalui artikel ini penulis sebagai sosok yang juga berpengalaman dalam dunia pemikiran khususnya filsafat dan keagamaan di lingkungan akademik mengingatkan bahwa penting untuk senantiasa mengedepankan iman dengan tidak senantiasa ya berusaha menjadikannya berada pada posisi Vis a Vis dengan akal.

Menjomplang-jomplangkan Akal Budi dengan mengedepankan atau sebut istilah mendewa-dewakan akal akal kekeliruan. Sebagaimana istilahnya, kejomplangan akal budi adalah salah. *)

ShareSendShare

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,554)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,823)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,425)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (9,150)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (9,100)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,374)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,449)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,941)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,801)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,873)

Berita Lainnya

Inyiak Rajo: Pemimpin Baru dan Harapan Baru

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

Jumat, 21/2/25 | 00:37 WIB
‘Raja Penyair’ Pinto Janir Tampil Memukau di Acara Peringatan 20 Tahun Wafatnya Hamid Jabbar

‘Raja Penyair’ Pinto Janir Tampil Memukau di Acara Peringatan 20 Tahun Wafatnya Hamid Jabbar

Kamis, 30/5/24 | 06:00 WIB
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Taman Budaya Sumbar Itu Pengawal Peradaban!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Taman Budaya Sumbar Itu Pengawal Peradaban!

Jumat, 14/6/24 | 20:18 WIB
“78 Tahun Makmur Hendrik”, Rektor Unand: Kaya akan Nilai Budaya dan Kearifan Lokal

“78 Tahun Makmur Hendrik”, Rektor Unand: Kaya akan Nilai Budaya dan Kearifan Lokal

Kamis, 05/6/25 | 01:41 WIB
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Dukung Gerakan Berkesenian dan Berkebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Dukung Gerakan Berkesenian dan Berkebudayaan

Jumat, 16/5/25 | 12:12 WIB
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Hamas Apresiasi Komitmen Fadly Amran Terhadap Pemajuan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Hamas Apresiasi Komitmen Fadly Amran Terhadap Pemajuan Kebudayaan

Minggu, 11/5/25 | 19:31 WIB
  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2025 - Amanmakmur.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2025 - Amanmakmur.com