• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Eco Enzyme, Alternatif Alami Pengganti Bahan Kimia Sintetis dari Limbah Buah dan Sayur

Oleh: Yesi Chwenta Sari, SPt, MSi

Senin, 26/9/22 | 10:34 WIB
in Artikel
0
Yesi Chwenta Sari, SPt, MSi, Dosen Fakiktas Peternakan Unand. (Foto : Dok)

ECO ENZYME (EE), siapa sih yang tidak mengenal produk satu ini dengan sejuta manfaatnya sebagai pengganti bahan kimia sintetis di rumah tangga. Produk ini adalah hasil dari fermentasi limbah rumah tangga yang bersifat organik seperti ampas buah dan sayur dengan tambahan gula merah atau molases dan air.

Eco Enzyme dikembangkan oleh Dr Rosukon Poompanyong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand yang melakukan penelitian sejak tahun 1980 dan kemudian diperkenalkan secara luas oleh Dr Joean Oon seorang peneliti Naturopathy dari Penang, Malaysia.

Prinsip pembuatan Eco Enzyme sebenarnya mirip proses pembuatan kompos, namun ditambah air sebagai media pertumbuhan sehingga produk akhir yang diperoleh berupa cairan yang lebih disukai karena lebih mudah digunakan.

LihatJuga

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

Kamis, 16/4/26 | 16:50 WIB
38
Cleopatra: Jenius Zaman Dulu yang Ilmunya Hilang Ditelan Api

Cleopatra: Jenius Zaman Dulu yang Ilmunya Hilang Ditelan Api

Rabu, 27/11/24 | 05:13 WIB
29
Kesenjangan Antara “The Have” dan “Not The Have”

Kesenjangan Antara “The Have” dan “Not The Have”

Senin, 19/8/24 | 16:34 WIB
14

Keistimewaan Eco Enzyme ini adalah tidak memerlukan lahan yang luas untuk proses fermentasi seperti pada pembuatan kompos, bahkan produk ini tidak memerlukan bak komposter dengan spesifikasi tertentu.

Untuk pembuatannya, Eco Enzyme ini hanya perlu menyiapkan gula merah atau molases, limbah sayur dan buah, air dan wadah tertutup.

Untuk perbandingannya secara berurutan gula merah : limbah sayur dan buah : air yaitu 1 : 3 : 10.

Untuk menghasilkan larutan Eco Enzyme yang memiliki bau aromatik, maka dapat diperbanyak penggunaan limbah dari buah-buahan seperti kulit buah jeruk.

Diakusi mengenai eco enzyme. (Foto : Dok)

Untuk limbah buah dan sayur yang digunakan yaitu yang tidak keras, tidak berlemak dan tidak dimasak.

Untuk pemanfaatannya, Eco Enzyme dapat digunakan untuk cairan pembersih rumah tangga alami, pembersih lantai, deterjen, antiseptik alami, pupuk organik, membersihkan sayur dan buah, pengganti odol atau pasta gigi, sabun cair alami dan lain-lain.

Limbah rumah tangga menjadi salah satu permasalahan yang perlu dicarikan solusinya karena limbah rumah tangga bisa mencemari lingkungan dan kesehatan masyarakat. Agar limbah rumah tangga bernilai guna bagi anggota kelompok salah satunya untuk pupuk organik pengganti pupuk sintetis.

Mencermati itu, Tim Dosen dari Universitas Andalas (Unand) yang diketuai oleh Yesi Chwenta Sari, SPt, MSi beserta dengan mahasiswanya melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan terjun langsung ke kelompok tani ternak Ambacang Permai di Nagari Batu Payung, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang “Eco Enzyme, Alternatif Alami Pengganti Bahan Kimia Sintetis dari Limbah Buah dan Sayur”.

Perlu diketahui bahwa Eco Enzyme ini sangat banyak manfaatnya bagi rumah tangga sebagai pengganti bahan kimia sintetis.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang yang dibiayai oleh Universitas Andalas (Unand) Tahun 2022, para dosen Unand, yakni Yesi Chwenta Sari, SPt, MSi; Syafri Nanda SPt, MSi; Fatma Poni Mardiah, SE, MSM; dan Roza Yunita SP, MSi, memberikan penyuluhan dan sosialisasi terkait manfaat Eco Enzyme dan cara pembuatannya.

Tim PKM Unand berfoto bersama dengan masyatakat. (Foto : Dok)

Proses pembutan Eco Enzyme yaitu selama 3 bulan, dimana bulan pertama akan dihasilkan alkohol, kemudian pada bulan kedua akan menghasilkan cuka dan bulan ketiga menghasilkan enzyme. Pada bulan ketiga Eco Enzyme sudah siap dipanen dan dimanfaatkan.

Eco Enzyme yang dikatakan berhasil yaitu apabila aroma yang dihasilkan asam segar khas fermentasi, dan jika diukur pH 4.0. Hasil panen Eco Enzyme bisa dikemas di botol kaca atau plastik bertutup rapat, sebaiknya gunakan botol berukuran kecil agar lebih praktis.

Kegiatan penyuluhan ini disambut dengan sangat antusias oleh anggota kelompok. Diharapkan dari pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini maka anggota kelompok bisa membuat sendiri Eco Enzyme di rumah masing-masing dengan memanfaatkan limbah buah dan sayuran.

Selain itu, Eco Enzyme dapat mengurangi penggunaan pupuk sintetis dan digantikan dengan peggunaan pupuk organik Eco Enzyme untuk bertani serta memanfaatkan Eco Enzyme untuk keperluan rumah tangga yang menguntungkan dan keperluan di bidang peternakan seperti menghilangkan bau busuk di kandang sapi. *)

Penulis adalah Dosen Fakultas Peternakan Unand

Post Views: 473
ShareSendShare
Previous Post

Nevi Zuairina Dukung Atlet Indonesia Jadi Juara Dunia di IFSC Climbing World Cup

Next Post

Komite III DPD RI Soroti Lamanya Daftar Tunggu Haji

Next Post
Komite III DPD RI Soroti Lamanya Daftar Tunggu Haji

Komite III DPD RI Soroti Lamanya Daftar Tunggu Haji

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,191)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,387)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,030)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,676)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,656)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,971)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,073)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,510)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,443)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,511)

Berita Lainnya

Kondisi TKI Masih Memprihatinkan, LaNyalla: Banyak yang Belum Ditemukan

Kondisi TKI Masih Memprihatinkan, LaNyalla: Banyak yang Belum Ditemukan

Jumat, 13/5/22 | 13:12 WIB
25

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad saat menyambut Ketua DPD RI AA LaNyalla saat tiba di Madinah,...

Sikapi Peraturan Menteri Keuangan, APDESI Minta Dukungan Ketua DPD RI

Sikapi Peraturan Menteri Keuangan, APDESI Minta Dukungan Ketua DPD RI

Jumat, 14/1/22 | 03:33 WIB
31

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menerima aspirasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI). (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com...

Pertashop Rambah Pelosok Nagari, Penuhi Kebutuhan BBM Masyarakat

Pertashop Rambah Pelosok Nagari, Penuhi Kebutuhan BBM Masyarakat

Minggu, 06/6/21 | 18:30 WIB
220

Pembangunan pertashop di pelosok nagari. (Foto : cox) PESISIR SELATAN, AmanMakmur.com---Meskipun jauh dari jalan utama, dan tidak terjangkau dengan sinyal...

DPP Partai Ummat Lakukan Konsolidasi di Sumbar

DPP Partai Ummat Lakukan Konsolidasi di Sumbar

Rabu, 03/11/21 | 03:06 WIB
115

Ketua DPP Partai Ummat Bidang Politik dan Keamanan Dr H Andi Yusran melakukan konsolidasi sekaligus kunjungan kerja ke Sumbar. (Foto...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.