• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer DPD RI: Ketersediaan Guru Masih Jauh dari Harapan

Kamis, 11/11/21 | 12:29 WIB
in Berita
0
Suasana RDP Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer DPD RI dengan stakeholder. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com ––Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer DPD RI menilai Pemerintah harus segera mencari solusi atas kekurangan guru di Indonesia. Menurut data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tahun 2021, kekurangan guru ASN di sekolah negeri sekitar 1.002.616 orang, dan jumlah guru honorer adalah 742.459 orang.

Ketua Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer DPD RI,  Tamsil Linrung mengatakan dalam rangka mengatasi kekurangan guru ASN pada tahun ini pemerintah telah melakukan rekrutmen satu juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Faktanya keterbatasan dana pemda dan faktor-faktor lainnya, hanya 506.252 yang mendaftar. Hanya 173.329 guru honorer yang lulus tahap awal. Masih jauh dari kebutuhan guru ASN yang lebih dari satu juta orang,” ucapnya saat RDP melalui virtual zoom, Jakarta, Kamis (11/11).

LihatJuga

Beri Kuliah Umum di PAMU, LaNyalla Singgung Ancaman Hedonisme

Beri Kuliah Umum di PAMU, LaNyalla Singgung Ancaman Hedonisme

Jumat, 08/5/26 | 21:06 WIB
3
BPBD Agam Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Sungai Landia

BPBD Agam Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Sungai Landia

Jumat, 08/5/26 | 20:57 WIB
3
Diskominfo Agam Perkuat Implementasi SPMB Online 2026/2027 Melalui Sosialisasi dan Bimtek

Diskominfo Agam Perkuat Implementasi SPMB Online 2026/2027 Melalui Sosialisasi dan Bimtek

Rabu, 06/5/26 | 17:37 WIB
8

Tamsil Linrung mengharapkan dalam rekrutmen guru PPPK tahap kedua jumlah guru honorer yang lulus seleksi bisa lebih besar lagi, sehingga dapat memenuhi kekurangan guru ASN di sekolah negeri.

Rekrutmen guru ASN dinilai sangat penting karena berbeda dengan guru honorer, mereka hidup sejahtera atau hidup layak.

“Apalagi guru yang telah mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG), yang diberikan kepada mereka yang telah memiliki sertifikat pendidik. Sayangnya, sertifikasi guru belum tuntas, khususnya guru PAI di sekolah umum. Terdapat sekitar 32.336 guru PAI yang belum bersertifikat,” kata Tamsil.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), M Ali Ramdhani menjelaskan sebetulnya dari satu juta dijanjikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pengangkatan, namun hanya mendapatkan tiga persen.

“Harusnya mendapatkan jatah untuk PPPK yang di angkat 18 persen atau 200 ribu. Jika mencapai 18 persen maka Kemenag bisa memiliki sistem pendidik yang baik,” tuturnya.

Ali Ramdhani meminta dukungan DPD RI untuk meneruskan kepada Kemenkeu atas kekurangan guru agama. “Bila ada sisa kuota guru yang tidak digunakan, bisa dilimpahkan kepada Kemenag sehingga bisa memenuhi angka profesional. Untuk itu kami meminta dukungan dari DPD RI,” paparnya.

Di kesempatan berbeda, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril menjelaskan pemerintah telah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru honorer pada sekolah negeri, melalui seleksi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja PPPK.

“Jumlah guru seharusnya di sekolah negeri 2,2 juta, tapi terisi guru PNS 1,1 juta, sedangkan honorer sekolah negeri 742 ribu, CPNS 2019 dan PPPK 2020 84 ribu,” imbuhnya.

Iwan menambahkan apabila 742 ribu guru honorer di sekolah negeri diangkat seluruhnya menjadi PPPK. “Masih terdapat kekurangan guru sebesar 275 ribu. Padahal merujuk pada UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN dibutuhkan satu juta guru ASN untuk dapat menutupi kekurangan guru di sekolah negeri,” terangnya.

Menanggapi kedua narasumber, Tamsil Linrung merasa prihatin bila meminta dilimpahkan kuota guru. “Seharusnya tidak boleh, pemerintah seharusnya bisa memikirkan nasib kekurangan guru agama. Ini tingkat kepasrahan yang luar biasa. Namun bukan menjadi keputusasaan,” harapnya.

Sementara, Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Bambang Sutrisno mengatakan di lapangan banyak kendala yang dihadapi oleh para guru. Untuk itu DPD RI mengusulkan agar guru honorer di atas umur 35 tahun yang tercatat PPPK dapat diluluskan semuanya.

“Kami berharap guru honorer di atas 35 tahun bisa diluluskan. Sejauh ini kita juga belum tahu yang tidak lolos dikemanakan, maka usul dari kami yang 35 tahun bisa diluluskan,” harapnya.

Anggota DPD RI asal Maluku, Novita Anakotta meminta untuk formasi khususnya di Maluku bisa ditambahkan kembali. Lantaran untuk tahun ini hanya terdapat empat formasi saja.

“Saya kira empat formasi pada tahun ini sangat minim sekali. Saya mohon tahun depan bisa ditambahkan lagi formasi untuk PPPK,” cetusnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 307
ShareSendShare
Previous Post

Ketua DPD RI Minta Pergerakan WNA Diantisipasi Saat Libur Nataru

Next Post

LaNyalla: Masuk Era Industri 4.0, Pemerintah Perlu Perbanyak Pendidikan Vokasi

Next Post
LaNyalla: Masuk Era Industri 4.0, Pemerintah Perlu Perbanyak Pendidikan Vokasi

LaNyalla: Masuk Era Industri 4.0, Pemerintah Perlu Perbanyak Pendidikan Vokasi

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,171)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,371)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,006)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,651)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,640)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,949)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,056)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,481)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,421)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,496)

Berita Lainnya

Surat Terbuka untuk Menaker RI dari Presiden Internasional ACIKITA: Setop Pengiriman Anak Bangsa Jadi Tenaga Buruh Kasar dan Kuli ke Jepang

Surat Terbuka untuk Menaker RI dari Presiden Internasional ACIKITA: Setop Pengiriman Anak Bangsa Jadi Tenaga Buruh Kasar dan Kuli ke Jepang

Selasa, 02/7/24 | 12:59 WIB
102

Jumiarti Agus, Presiden Internasional ACIKITA, dan Alumni Tokyo Institute of Technology. (Foto : Dok) Surat Terbuka untuk Menteri Tenaga Kerja...

Banyak Perusahaan Akali Sistem Outsourcing, Mahyudin Janji Tindaklanjuti pada Pemerintah

Banyak Perusahaan Akali Sistem Outsourcing, Mahyudin Janji Tindaklanjuti pada Pemerintah

Senin, 12/9/22 | 07:07 WIB
14

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin. (Foto : dpd) JAKARTA, AmabMakmur.com --- Wakil Ketua DPD RI Mahyudin menyesalkan masih banyaknya perusahaan...

LaNyalla: Anak Muda Berkewajiban Hapuskan Gap Antar Kelas Masyarakat

LaNyalla: Anak Muda Berkewajiban Hapuskan Gap Antar Kelas Masyarakat

Senin, 20/6/22 | 14:51 WIB
9

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bertemu dengan Putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri, saat mendarat di Bandar Udara...

Mubes IKA FH Unand, Fahmiron: Siap Adu Debat Soal Program Kerja

Mubes IKA FH Unand, Fahmiron: Siap Adu Debat Soal Program Kerja

Kamis, 20/1/22 | 01:27 WIB
27

Fahmiron, Alumni FH Unand, Calon Ketua Umum (Caketum) IKA FH Unand. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur.com ---Kandidat kuat Caketum DPP...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.