• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Ketua DPD RI: Revolusi Pemikiran Generasi Muda Harus Sentuh Persoalan Fundamental Bangsa

Kamis, 28/10/21 | 08:04 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menghadiri secara virtual Kongres DEMA Fakultas Syariah se-Indonesia yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com—Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai kaum terdidik, khususnya para mahasiswa, harus menjadi garda terdepan dalam revolusi pemikiran. Oleh karena itu, ia berharap revolusi pemikiran para mahasiswa harus menyentuh akar persoalan fundamental yang dihadapi bangsa ini. Terutama terkait Pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan LaNyalla saat menghadiri secara virtual Kongres DEMA Fakultas Syariah se-Indonesia yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (28/10).

“Para mahasiswa harus mulai berpikir global namun tetap membumikan karakter kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia. Dengan tetap berpegang teguh kepada cita-cita luhur para pendiri bangsa sebagai landasan kerangka berfikir. Karena masih banyak pekerjaan kita untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik ke depan,” ujar LaNyalla.

LihatJuga

Ketua Macab LMP Padang Pariaman Dukung Penuh Pelaksanaan Rapimnas LMP 2026

Ketua Macab LMP Padang Pariaman Dukung Penuh Pelaksanaan Rapimnas LMP 2026

Sabtu, 13/6/26 | 21:20 WIB
5
Bupati Solok dan Tanah Datar Sepakati Langkah Bersama Selesaikan Konflik Batas Wilayah

Bupati Solok dan Tanah Datar Sepakati Langkah Bersama Selesaikan Konflik Batas Wilayah

Sabtu, 13/6/26 | 16:03 WIB
3
Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Pererat Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latihan Bersama Gabungan ke 2

Rabu, 10/6/26 | 23:11 WIB
36

Menurutnya, dalam situasi krisis akibat Covid-19, pemikiran-pemikiran mahasiswa sangat diperlukan. Tentu saja untuk membantu pemerintah dalam menutupi berbagai kelemahan yang terlihat saat Covid-19 melanda.

“Pada saat Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI tanggal 16 Agustus lalu, saya sampaikan di hadapan Presiden dan Wakil Presiden, bahwa pandemi Covid-19 juga membawa hikmah. Yaitu mengetahui kelemahan-kelemahan fundamental, yang selama ini belum terungkap. Hikmah itu menjadi titik awal pekerjaan besar bangsa ini ke depan, termasuk perlunya keterlibatan generasi muda,” katanya.

LaNyalla menambahkan adanya pandemi bangsa ini menjadi tahu bahwa sektor kesehatan  sangat rapuh. Berbagai fakta terlihat, seperti rumah sakit-rumah sakit nyaris collapse, tenaga medis berguguran, fasilitas kesehatan dan alat medis kekurangan, juga kualitas kesehatan masyarakat yang ternyata banyak yang memiliki komorbid.

“Kita jadi tahu kalau industri alat kesehatan kita masih didominasi produk impor. Sementara beberapa anak bangsa yang mencoba memproduksi sejumlah alat pendukung medis di tengah pandemi belum mendapat kepercayaan dari kita sendiri,” ungkap dia.

Di sektor pendidikan, lanjutnya, kualitas pembelajaran diuji dengan pola baru, yaitu belajar dari jarak jauh atau online. Belum lagi soal kesiapan dukungan sarana dan dukungan infrastruktur teknologi di desa dan pelosok negeri.

“Pandemi juga memberi hikmah kepada kita tentang ketahanan sektor sosial bangsa ini. Terlihat bagaimana negara kesulitan menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial karena database penerima bantuan belum tertata dengan baik,” paparnya.

Ketahanan ekonomi juga sangat rentan. Mulai dari skala UKM hingga menengah besar. Dimana UMKM yang mengandalkan transaksi langsung di pasar merasakan dampak dari konsekuensi pembatasan sosial.

Sementara marketplace melalui sejumlah Unicorn lebih banyak diisi barang impor dan anak bangsa hanya menjadi dropshipper atau penjual saja.

“Oleh karena itu, hikmah-hikmah tersebut harus kita jawab dengan revolusi pemikiran dan kesadaran kognitif kita sebagai bangsa yang besar. Karena memang Indonesia adalah bangsa yang besar,” tegas LaNyalla di acara bertajuk “Peran Generasi Muda Mewujudkan Revolusi Pemikiran di Era Pandemi Covid-19” itu.

Apalagi Indonesia akan menghadapi era Bonus Demografi, puncaknya di tahun 2045. Jumlah penduduk usia produktif yang mendominasi hingga 70 persen dari populasi. Sehingga dibutuhkan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap penduduk usia produktif tersebut.

“Itulah yang harus disiapkan, termasuk oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia. UIN menjadi instrumen penting dalam menghadapi arus perubahan global, sekaligus sebagai jembatan komunikasi dan hubungan antar negara Islam di dunia. Keunggulan kompetitif tersebut harus dapat dimanfaatkan secara maksimal. Terutama dalam menyongsong kebangkitan ekonomi syariah dan industrialisasi produk halal di dunia,” ucapnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 281
ShareSendShare
Previous Post

Ketua DPD RI Siap Perjuangkan Status IAIS Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Next Post

Senator Stefanus BAN Liow Apresiasi Program Padat Karya Kemenhub di Sulut

Next Post
Senator Stefanus BAN Liow Apresiasi Program Padat Karya Kemenhub di Sulut

Senator Stefanus BAN Liow Apresiasi Program Padat Karya Kemenhub di Sulut

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,213)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,407)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,047)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,693)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,675)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,997)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,086)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,528)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,463)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,529)

Berita Lainnya

Abraham Liyanto: Ketiadaan Tata Ruang Menghambat Pembangunan

Abraham Liyanto: Ketiadaan Tata Ruang Menghambat Pembangunan

Kamis, 10/6/21 | 05:48 WIB
17

Anggota Komite I DPD RI Abraham Liyanto. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Anggota Komite I DPD RI Abraham Liyanto mendesak...

Mahyudin dan Beberapa Tokoh Lokal Kalimantan Disebut Layak Pimpin Badan Otorita IKN

Mahyudin dan Beberapa Tokoh Lokal Kalimantan Disebut Layak Pimpin Badan Otorita IKN

Senin, 24/1/22 | 04:14 WIB
23

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dalam sebuah acara memakai pakaian adat Dayak Kalimantan. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Anggota DPD...

Kasus BLBI, Fuad Bawazier: Ini Merupakan Perampokan pada Negara

Kasus BLBI, Fuad Bawazier: Ini Merupakan Perampokan pada Negara

Selasa, 20/6/23 | 22:56 WIB
10

Fuad Bawazier selaku mantan Menteri Keuangan di tahun 1998 serahkan dokumen pada Pansus BLBI DPD RI. (Foto : Dok) JAKARTA,...

Senator Penrad Siagian Dorong Pengesahan RUU MHA untuk Pengakuan dan Keadilan Bagi Masyarakat Adat

Senator Penrad Siagian Dorong Pengesahan RUU MHA untuk Pengakuan dan Keadilan Bagi Masyarakat Adat

Jumat, 22/11/24 | 21:51 WIB
5

Anggota DPD RI, Pdt Penrad Siagian. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur --- Setelah lama diperjuangkan, Rancangan Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.